Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Atlantis Subsea Indonesia Tbk. (ATLA) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Atlantis Subsea Indonesia Tbk.Trading
Bank Negara Indonesia Persero TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Atlantis Subsea Indonesia Tbk. dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Atlantis Subsea Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 309,98 M, volume 24 jam 353 rb), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.530 (kapitalisasi pasar 126,28 T, volume 24 jam 51,54 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 407,4× kapitalisasi pasar Atlantis Subsea Indonesia Tbk., dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (51,54 jt vs 353 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ATLABBNI
Kapitalisasi Pasar
309,98 M126,28 T
Volume
353 rb51,54 jt
Lot
3,53 rb515,37 rb
Perputaran
17,65 jt178,54 M
Harga Rata-rata
503.464,32
Nilai Transaksi
17,65 jt178,54 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
503.530
Volume Ekuilibrium Indikatif
584,03 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ATLA
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Atlantis Subsea Indonesia Tbk.

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (the Company) was established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13 dated November 22, 2016 by Heri Martono, S.H. The Company started its commercial activities in 2016.

Selengkapnya di halaman ATLA

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI