Perbedaan Aster dan RSS3: Aster diperdagangkan di Rp10.786 (kapitalisasi pasar Rp28,98T, volume 24 jam Rp630,38M), sedangkan RSS3 diperdagangkan di Rp101,77 (kapitalisasi pasar Rp82,23M, volume 24 jam Rp28,18M). Perbedaan utamanya: Aster jauh lebih besar — sekitar 352,4× kapitalisasi pasar RSS3, dan suplai beredar Aster 2,7B / 8B ASTER (34%) dibanding 906,2M / 1B RSS3 (91%) milik RSS3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Aster selama 23 Hari dan RSS3 selama 20 Hari.
| ASTER | RSS3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp28,98T | Rp82,23M |
Volume (24h) | Rp630,38M | Rp28,18M |
Suplai yang Beredar | 2,7B / 8B ASTER (34%) | 906,2M / 1B RSS3 (91%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Aster adalah bursa terdesentralisasi generasi baru yang menggabungkan Perpetual dan Spot trading dalam satu platform onchain. Platform ini mendukung fitur lanjutan seperti stock perpetuals dan grid trading di berbagai chain, serta memungkinkan asBNB dan USDF digunakan sebagai jaminan untuk efisiensi modal tinggi. Dibangun di atas Aster Chain dan didukung YZi Labs, Aster menghadirkan DeFi yang cepat, fleksibel, dan berpusat pada komunitas dengan token ASTER sebagai penggerak tata kelola dan reward.
Selengkapnya di halaman ASTER →RSS3 adalah Open Information Layer, yang menyusun informasi terbuka untuk generasi berikutnya seperti Twitter, Google, dan OpenAI. Jaringan RSS3 dibentuk oleh node terdesentralisasi yang secara konsisten mengindeks dan menyusun informasi dari Open Web, memastikan ketersediaan dan aksesibilitasnya bagi semua orang.
Selengkapnya di halaman RSS3 →