Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Asuransi Ramayana Tbk
Bank Negara Indonesia Persero Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Asuransi Ramayana Tbk dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Asuransi Ramayana Tbk diperdagangkan di Rp250 (kapitalisasi pasar 316,94 M, volume 24 jam 3,4 rb), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.530 (kapitalisasi pasar 126,28 T, volume 24 jam 51,54 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 398,4× kapitalisasi pasar Asuransi Ramayana Tbk, dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (51,54 jt vs 3,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ASRMBBNI
Kapitalisasi Pasar
316,94 M126,28 T
Volume
3,4 rb51,54 jt
Lot
34515,37 rb
Perputaran
849,8 rb178,54 M
Harga Rata-rata
249,943.464,32
Nilai Transaksi
849,8 rb178,54 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.530
Volume Ekuilibrium Indikatif
84,03 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ASRM
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Asuransi Ramayana Tbk

PT. Asuransi Ramayana Tbk was established on August 5, 1956 and its name is PT Maskapai Asuransi Ramayana. The aim of establishing the company is to cover insurance of exports and import activities of NV. Agung which was conducted by F.S. Harjadi and R.G. Doeriat.

Selengkapnya di halaman ASRM

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI