Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Pacific Strategic Financial Tbk
Bank Negara Indonesia Persero Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Pacific Strategic Financial Tbk dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Pacific Strategic Financial Tbk diperdagangkan di Rp655 (kapitalisasi pasar 8,12 T, volume 24 jam 1,24 jt), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.380 (kapitalisasi pasar 128,13 T, volume 24 jam 55,49 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 15,8× kapitalisasi pasar Pacific Strategic Financial Tbk, dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (55,49 jt vs 1,24 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APICBBNI
Kapitalisasi Pasar
8,12 T128,13 T
Volume
1,24 jt55,49 jt
Lot
12,43 rb554,92 rb
Perputaran
821,12 jt189,5 M
Harga Rata-rata
660,433.414,91
Nilai Transaksi
821,12 jt189,5 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6553.380
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,37 rb33,76 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APIC
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Pacific Strategic Financial Tbk

Founded in Jakarta on February 22nd 1989 as PT. Citramas Securindo. Name changed to be PT. Arta Pacific Securities on July 4th 2000. Conduct as broker dealer and underwriter in capital market.

Selengkapnya di halaman APIC

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI