Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Algorand dan Gram: Algorand diperdagangkan di Rp1.530 (kapitalisasi pasar Rp13,64T, volume 24 jam Rp539,27M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp28.572 (kapitalisasi pasar Rp78,04T, volume 24 jam Rp2,02T). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 5,7× kapitalisasi pasar Algorand, dan suplai Algorand dibatasi (9B / 10B ALGO (90%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Algorand selama 124 Hari dan Gram selama 0 Hari.
| ALGO | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp13,64T | Rp78,04T |
Volume (24h) | Rp539,27M | Rp2,02T |
Suplai yang Beredar | 9B / 10B ALGO (90%) | 2,7B GRAM |
Typical Hold Time | 124 Hari | 0 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Algorand (ALGO) saat ini diperdagangkan di level Rp1.522 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan indikator moving average, meskipun osilator menunjukkan kondisi netral. Token ini berada dalam fase konsolidasi dengan support kuat di Rp1.476 dan resistance di Rp1.584. Kapitalisasi pasar mencapai Rp13,61 triliun dengan sirkulasi token sebesar 90% dari total supply maksimum 10 juta ALGO. Tidak ada pembaruan protokol besar yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook jangka pendek cenderung hati-hati karena tekanan bearish dari moving average, namun posisi netral RSI dan level support yang dekat bisa memberikan peluang rebound. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi khas crypto, sentimen pasar global yang bergejolak, dan ketergantungan pada adopsi ekosistem Algorand untuk mendorong utilitas token.
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp28.713 dengan kapitalisasi pasar Rp77,12 triliun. Sinyal teknis menunjukkan netral dengan indikator moving average dan osilator yang berimbang. Harga berada di antara support S1 (Rp27.967) dan pivot point (Rp30.153), mengindikasikan konsolidasi jangka pendek. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat.
Outlook keseluruhan netral dengan potensi breakout jika harga mampu menembus resistance R1 (Rp31.301). Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan keterbatasan data fundamental. Investor perlu memantau volume perdagangan dan aktivitas on-chain untuk konfirmasi arah tren selanjutnya.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
ALGO adalah token dari Algorand, sebuah jaringan mandiri, terdesentralisasi, berbasis blockchain yang mendukung berbagai aplikasi. Algorand juga memproklamirkan diri sebagai "FutureFi" atau Future of Finance. Teknologi ini sengaja dirancang untuk memungkinkan penciptaan sederhana untuk produk keuangan generasi berikutnya dan juga mengdisrupsi model ekonomi di seluruh industri, di mana pertukaran nilai dapat menjadi lebih efisien.
Selengkapnya di halaman ALGO →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →