Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk
Bank Negara Indonesia Persero Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk diperdagangkan di Rp226 (kapitalisasi pasar 162,72 M, volume 24 jam 330,1 rb), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.380 (kapitalisasi pasar 128,13 T, volume 24 jam 55,49 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 787,4× kapitalisasi pasar Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk, dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (55,49 jt vs 330,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AKSIBBNI
Kapitalisasi Pasar
162,72 M128,13 T
Volume
330,1 rb55,49 jt
Lot
3,3 rb554,92 rb
Perputaran
75,55 jt189,5 M
Harga Rata-rata
228,883.414,91
Nilai Transaksi
75,55 jt189,5 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2263.380
Volume Ekuilibrium Indikatif
133,76 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AKSI
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk

PT Majapahit Securities Tbk (the Company) formerly known as PT Asia Kapitalindo Securities Tbk was established by deed No notary. 43 Date February 12, 1990 and Deed No.. 59 Date of March 21, 1990 and the second was made by before Ny. Kristiana Maria Soeharyo, SH., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman AKSI

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI