Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Mineral Sumberdaya Mandiri TbkTrading
Bank Negara Indonesia Persero TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk diperdagangkan di Rp226 (kapitalisasi pasar 169,92 M, volume 24 jam 268,7 rb), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.610 (kapitalisasi pasar 132,19 T, volume 24 jam 25,81 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 778× kapitalisasi pasar Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk, dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (25,81 jt vs 268,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AKSIBBNI
Kapitalisasi Pasar
169,92 M132,19 T
Volume
268,7 rb25,81 jt
Lot
2,69 rb258,14 rb
Perputaran
61,02 jt92,99 M
Harga Rata-rata
227,113.602,2
Nilai Transaksi
61,02 jt92,99 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2263.610
Volume Ekuilibrium Indikatif
10068,59 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AKSI
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk

PT Majapahit Securities Tbk (the Company) formerly known as PT Asia Kapitalindo Securities Tbk was established by deed No notary. 43 Date February 12, 1990 and Deed No.. 59 Date of March 21, 1990 and the second was made by before Ny. Kristiana Maria Soeharyo, SH., Notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman AKSI

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI