Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Bank IBK Indonesia Tbk
Bank Negara Indonesia Persero Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank IBK Indonesia Tbk dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Bank IBK Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp60 (kapitalisasi pasar 2,89 T, volume 24 jam 2,61 jt), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.380 (kapitalisasi pasar 128,13 T, volume 24 jam 55,49 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 44,3× kapitalisasi pasar Bank IBK Indonesia Tbk, dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (55,49 jt vs 2,61 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AGRSBBNI
Kapitalisasi Pasar
2,89 T128,13 T
Volume
2,61 jt55,49 jt
Lot
26,06 rb554,92 rb
Perputaran
154,84 jt189,5 M
Harga Rata-rata
59,423.414,91
Nilai Transaksi
154,84 jt189,5 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
603.380
Volume Ekuilibrium Indikatif
2033,76 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AGRS
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Bank IBK Indonesia Tbk

PT Bank Agris Tbk (formerly PT Bank Finconesia) (the Bank) was established on November 13, 1973. The Deed of establishment was approved by the Ministry of Justice on April 4, 1974 and published in Supplement No. 201 of the State Gazette of Republic Indonesia No. 41 dated May 21, 1974.

Selengkapnya di halaman AGRS

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI