Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Adaro Energy Indonesia Tbk
Bank Negara Indonesia Persero Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Adaro Energy Indonesia Tbk dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Adaro Energy Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp2.300 (kapitalisasi pasar 69,07 T, volume 24 jam 19,18 jt), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.380 (kapitalisasi pasar 128,13 T, volume 24 jam 55,49 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (55,49 jt vs 19,18 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADROBBNI
Kapitalisasi Pasar
69,07 T128,13 T
Volume
19,18 jt55,49 jt
Lot
191,85 rb554,92 rb
Perputaran
44,12 M189,5 M
Harga Rata-rata
2.299,983.414,91
Nilai Transaksi
44,12 M189,5 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.3003.380
Volume Ekuilibrium Indikatif
21,49 rb33,76 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADRO
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Adaro Energy Indonesia Tbk

Adaro Energy , PT (the company) was established under its original name of PT Padang Karunia on Jul 28, 2004 then changed to PT Adaro Energy Tbk based on Notaries Deed dated Apr 18, 2008. The deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Apr 25, 2008.

Selengkapnya di halaman ADRO

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI