Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) vs Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BBNI)

Adaro Minerals Indonesia Tbk
Bank Negara Indonesia Persero Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Adaro Minerals Indonesia Tbk dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk: Adaro Minerals Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp1.385 (kapitalisasi pasar 57,85 T, volume 24 jam 12,07 jt), sedangkan Bank Negara Indonesia Persero Tbk diperdagangkan di Rp3.380 (kapitalisasi pasar 128,13 T, volume 24 jam 55,49 jt). Perbedaan utamanya: Bank Negara Indonesia Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Adaro Minerals Indonesia Tbk, dan Bank Negara Indonesia Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (55,49 jt vs 12,07 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ADMRBBNI
Kapitalisasi Pasar
57,85 T128,13 T
Volume
12,07 jt55,49 jt
Lot
120,73 rb554,92 rb
Perputaran
16,81 M189,5 M
Harga Rata-rata
1.392,513.414,91
Nilai Transaksi
16,81 M189,5 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.3853.380
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,47 rb33,76 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ADMR
Lihat detail
BBNI
Lihat detail

Tentang Adaro Minerals Indonesia Tbk

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (the Company) formerly PT Jasapower Indonesia was established in the Republic of Indonesia on 25 September 2007 based on Notarial deed No. 9 of Dwi Yulianti, S.H. The Company is a company under the auspices of PT Adaro Energy Tbk.

Selengkapnya di halaman ADMR

Tentang Bank Negara Indonesia Persero Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI" or “Bank”) was originally established in Indonesia as the central bank under the name “Bank Negara Indonesia” based on Government Regulation in Lieu of Law No. 2 of 1946 dated 5 July 1946. After officially becoming a commercial bank on 15 September 1950, the government granted a foreign exchange license to Bank BNI to facilitate its support for national export development. This task began with the opening of a network of overseas branches.In anticipating, the banking sector deregulation which began in June 1983 and was followed by the October 1988 deregulation package, Bank BNI completely restructured its business operations so as to become more adaptable and flexible in facing increased competition and market development at the time. On 25 November 1996, Bank BNI became the first publicly listed state owned bank when it listed its share on the Jakarta and Surabaya Stock Exchanges.

Selengkapnya di halaman BBNI