Perbedaan Access Protocol dan Sign: Access Protocol diperdagangkan di Rp2,23 (kapitalisasi pasar Rp115,53M, volume 24 jam Rp2,2M), sedangkan Sign diperdagangkan di Rp115,58 (kapitalisasi pasar Rp275,88M, volume 24 jam Rp47,22M). Perbedaan utamanya: Sign jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Access Protocol, dan suplai Sign dibatasi (2,4B / 10B SIGN (24%)), sedangkan Access Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Access Protocol selama 16 Hari dan Sign selama 21 Hari.
| ACS | SIGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp115,53M | Rp275,88M |
Volume (24h) | Rp2,2M | Rp47,22M |
Suplai yang Beredar | 51,6B ACS | 2,4B / 10B SIGN (24%) |
Typical Hold Time | 16 Hari | 21 Hari |
Access Protocol menawarkan metode baru bagi penerbit media digital dan kreator konten untuk memonetisasi karya mereka. Alih-alih pembayaran langganan tradisional, pengguna melakukan staking token ACS untuk mendapatkan akses ke konten digital premium.
Selengkapnya di halaman ACS →Sign membangun infrastruktur global untuk verifikasi kredensial dan distribusi token melalui dua produk utama. Sign Protocol adalah protokol attestation omni-chain yang mendukung infrastruktur digital publik bagi pemerintah dan menjadi fondasi untuk pengembangan aplikasi terdesentralisasi. TokenTable merupakan platform berbasis smart contract yang memfasilitasi distribusi token seperti airdrop, vesting, dan unlock secara on-chain dengan cara yang transparan dan efisien.
Selengkapnya di halaman SIGN →