
1. Kacau Kacau Kacau! Pemilik Emas Mohon Bersabar (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas turun hampir 1% selama perdagangan minggu ini meskipun data pekerjaan AS yang lemah. Namun, harga emas memantul pada akhir pekan karena laporan ketenagakerjaan AS yang sedikit lebih lemah dari yang diharapkan, yang mengakibatkan penurunan nilai dolar AS dan imbal hasil obligasi. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja pada bulan Juli berada di bawah ekspektasi, tetapi tingkat pengangguran sedikit menurun. Pasar menginterpretasikan ini sebagai tanda bahwa Federal Reserve tidak mungkin menaikkan suku bunga. Akibatnya, harga emas menguat, dan dolar AS melemah. Penurunan imbal hasil juga membuat emas lebih menarik bagi para investor. Meskipun adanya tanda-tanda perlambatan di pasar tenaga kerja, harga emas tidak terpengaruh secara signifikan dan tetap dipengaruhi oleh faktor seperti dolar AS dan imbal hasil obligasi.
2. Dolar jatuh setelah laporan penggajian non-pertanian AS mengecewakan (Sumber: Antara News)
Pembayaran obligasi pemerintah AS menurun setelah laporan pekerjaan yang mengecewakan dirilis, menyebabkan dollar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengusaha AS menambahkan pekerjaan lebih sedikit dari yang diharapkan pada bulan Juli. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja dan mengisyaratkan bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan menaikkan suku bunga dengan agresif seperti yang sebelumnya diperkirakan. Euro dan pound Inggris juga menguat terhadap dollar AS. Namun, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago menyatakan bahwa laporan tersebut sesuai dengan harapan dan menekankan fokus pada berapa lama pasar tenaga kerja akan tetap berada pada tingkat saat ini. Meskipun penjualan eceran di area euro negatif, Euro tetap tidak terpengaruh.
3. Pasar Tidak Bergairah, Harga Bitcoin dan Kripto Lainnya Turun (Sumber: CNBC Indonesia)
Pasar cryptocurrency menunjukkan tanda-tanda melemah, dengan Bitcoin, Ethereum, Cardano, dan Solana semuanya mengalami penurunan nilai dalam 24 jam dan seminggu terakhir. Rilis data ekonomi dari AS dan Inggris telah berdampak pada pasar. Bitcoin tetap relatif stabil meskipun ada peristiwa eksternal, sedangkan pergerakan Ethereum belum signifikan. Bank of England telah meningkatkan suku bunga, dan klaim pengangguran AS sedikit meningkat. Para ahli memprediksi bahwa pasar akan terus bergerak mendatar sampai arus modal baru masuk dan lingkungan makro melunak.
4. Wall Street Bergairah, Data Pengangguran AS Mulai 'Mendingin' (Sumber: CNBC Indonesia)
Wall Street dibuka lebih tinggi dalam perdagangan Jumat ini, menunjukkan optimisme setelah kekhawatiran tentang penurunan peringkat hutang AS mereda. Indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite semuanya mengalami kenaikan. Yield obligasi Tresuri AS juga turun. Investor sekarang sedang memantau rilis kinerja keuangan penerbit AS untuk kuartal kedua 2023, dengan Amazon dan Apple sudah melaporkan hasil mereka. Penjualan bersih Amazon melebihi harapan, sementara pendapatan per saham Apple melebihi prediksi tetapi penjualan bersih mengalami penurunan. DraftKings juga melaporkan kinerja keuangan yang kuat. Sebagian besar perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil keuangan kuartal kedua mereka telah melebihi harapan. Selain itu, data tenaga kerja AS terbaru menunjukkan tren perlambatan, dengan nonfarm payrolls sedikit di bawah harapan dan sedikit penurunan tingkat pengangguran. Rata-rata pendapatan per jam juga meningkat.
5. Minim Sentimen Penggerak, Bitcoin Cs Lesu Pekan Ini (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga-harga mata uang kripto, terutama Bitcoin dan Ethereum, mengalami koreksi minggu ini dengan dampak minimal dari peristiwa eksternal. Bitcoin tetap relatif stabil meskipun ada pembaruan data ekonomi Amerika Serikat dan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Bank of England. Ethereum juga tidak mengalami pergerakan yang signifikan di tengah kekhawatiran investor tentang peningkatan yield global. Para ahli memprediksi bahwa pasar akan terus bergerak datar dalam waktu dekat karena kurangnya masuknya modal baru ke pasar. Kemungkinan besar harga-harga mata uang kripto tidak akan melonjak sampai lingkungan makro, termasuk suku bunga, mengalami pelemahan.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


