
1. Dolar melorot di Asia saat Fed berpeluang batalkan kenaikan suku bunga (Sumber: Antara News)
Dolar AS menghadapi penurunan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Januari karena spekulasi investor bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni. Persetujuan Senat AS untuk menangguhkan batas utang juga melemahkan dukungan untuk dolar, yang dianggap sebagai tempat perlindungan yang aman. Dolar Australia melonjak setelah kenaikan upah minimum dan investor bertaruh pada kenaikan suku bunga oleh bank sentral negara tersebut. Indeks dolar telah turun hampir 0,8% minggu ini, dan yen, euro, dan dolar Australia semuanya telah mendapat manfaat dari kelemahan dolar.
2. Aroma Kebangkrutan AS Kian Nyata, Harga Emas Kian Bersinar (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas dunia meningkat karena kerusuhan ekonomi Amerika Syarikat (AS) dan kemungkinan krisis politik mengenai had tumpuan hutang kerajaan AS. Harga emas dalam pasaran terus meningkat pada hari Khamis selepas meningkat 0.16% pada hari Rabu. Kongres AS akan mengadakan pemungutan suara untuk meningkatkan had tumpuan hutang kerajaan yang dijangka akan menjadi kontroversi. Emas dianggap sebagai aset selamat dalam ketidaktentuan. Pasaran juga bimbang tentang bank pusat AS, The Federal Reserve, dan kemungkinan kenaikan kadar faedah yang lebih lanjut. Kenaikan bulanan dalam indeks dolar AS membuat barang-kemas kurang menarik kepada pembeli asing.
3. Dolar dekat terendah 1-minggu di awal sesi Asia, harapan Fed akan jeda (Sumber: Antara News)
Dolar AS tetap stabil pada 103,57 terhadap sekeranjang enam mata uang utama, namun mengambang dekat level terendah satu minggu karena Federal Reserve diharapkan akan menghentikan kenaikan suku bunga bulan ini. Seiring tanda-tanda bahwa RUU untuk menghentikan batas utang AS dan mencegah kebangkrutan diharapkan segera menjadi undang-undang, dukungan bagi dolar telah menurun, meskipun statusnya sebagai tempat perlindungan aman. Senat AS dijadwalkan akan mengesahkan legislasi untuk meningkatkan batas utang pemerintah hingga $31,4 triliun pada Kamis malam, dengan tenggat waktu Senin untuk menunda batas utang hingga 2025.
4. Yellen desak kepala baru Bank Dunia "manfaatkan maksimal neraca bank" (Sumber: Antara News)
Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, telah meminta Bank Dunia untuk mendukung negara-negara anggotanya yang paling miskin dan melaksanakan reformasi pinjaman serta perubahan lainnya untuk memaksimalkan neracanya dan memobilisasi lebih banyak modal swasta. Yellen juga mendorong kerja sama yang lebih erat dengan bank pembangunan lainnya dan merekomendasikan untuk melaksanakan rekomendasi dari laporan G20 tentang kecukupan modal tahun lalu. Presiden Bank Dunia yang baru saja mundur, David Malpass, menyoroti pembiayaan iklim bank untuk negara-negara berkembang, serta pinjaman untuk krisis yang tumpang tindih, sambil menekankan pentingnya transparansi dan restrukturisasi utang, terutama terkait pinjaman China kepada negara-negara miskin.
5. Dolar AS melemah tertekan data manufaktur yang mengecewakan (Sumber: Antara News)
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama karena data ekonomi AS yang mengecewakan dan antisipasi kesulitan melawan mata uang berimbal hasil tinggi. Indeks dolar turun sebesar 0,74% pada akhir perdagangan sementara minat risiko investor meningkat dengan disahkannya undang-undang batas utang oleh Kongres AS. Dolar AS juga turun terhadap yen Jepang, franc Swiss, dolar Kanada, dan krona Swedia.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


