
1. Investor Kakap Dunia Kompak Cabut dari China, Pindah ke Sini (Sumber: CNBC Indonesia)
China telah menjadi pusat pabrik dunia selama bertahun-tahun, tetapi baru-baru ini terjadi pergeseran ketika investor global dan perusahaan telah memindahkan bisnis mereka keluar dari China. Ini dimulai dengan perang perdagangan yang diluncurkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump pada tahun 2018 dan semakin diperparah oleh aturan lockdown Covid-19 yang ketat di China. Ketegangan geopolitik menyebabkan investor global untuk mengevaluasi ulang rantai pasokan mereka di China. Tiga perusahaan besar yang telah mengurangi ketergantungan mereka terhadap manufaktur China adalah Apple, TSMC, dan Mazda. Apple telah memindahkan sebagian produksinya ke India dan sedang mengeksplorasi kemungkinan memindahkan manufaktur iPad ke negara tersebut. TSMC, pembuat chip terbesar di dunia, sedang memperluas operasinya di Taiwan dan Amerika Serikat. Mazda telah memindahkan produksi beberapa suku cadang kembali ke Jepang karena gangguan rantai pasokan dan kebutuhan akan pengadaan yang stabil. Faktor pendorong di balik perpindahan ini bukan hanya biaya, tetapi juga kebutuhan akan rantai pasokan yang tangguh.
2. Deal! Celsius Network Konversi Altcoin Jadi Bitcoin dan ETH (Sumber: CNBC Indonesia)
Perusahaan kripto Celsius Network telah mendapatkan persetujuan dari Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat untuk mengkonversi altcoin mereka menjadi Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Keputusan ini diambil setelah diskusi dengan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat dan sebagai tanggapan terhadap tindakan tegas SEC terhadap altcoin. Celsius Network menghadapi kebangkrutan setelah kejatuhan ekosistem Terra, dan proses likuidasi akan memungkinkan dana dibagikan kepada para kreditor. Celsius Network, yang baru-baru ini diakuisisi oleh konsorsium kripto Fahrenheit, berencana untuk mengembangkan rencana kebangkrutan yang direvisi yang akan mendistribusikan aset secara eksklusif dalam BTC dan ETH.
3. Bye Resesi..Siap-siap Wall Street Bakal Bullish (Sumber: CNBC Indonesia)
Menurut survei terbaru oleh CNBC, sebagian besar investor dan peserta pasar percaya bahwa mereka berada dalam pasar saham yang baru dan tidak akan ada resesi hingga akhir tahun 2023. 61% dari responden dalam survei ini percaya bahwa pasar telah memasuki tren naik, sementara 39% berpikir ini adalah rangkaian pemulihan pasar saham. Pasar saham telah tampil baik tahun ini, mengatasi kekhawatiran seperti kenaikan suku bunga dan perdebatan batas utang. S&P 500 telah naik hampir 15% dalam paruh pertama tahun ini, dengan sektor teknologi memimpin. Banyak investor percaya bahwa ekonomi akan menghindari penurunan yang sangat parah tahun ini, meskipun adanya kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve. Sebaliknya, mereka mengharapkan adanya resesi yang bergulir dalam berbagai segmen ekonomi. Investor saat ini mengalokasikan uang mereka pada Surat Utang Jangka Pendek, S&P 500, dan pasar saham asing seperti Jepang, China, dan Eropa. Sentimen positif di pasar ini didukung oleh data yang menunjukkan peningkatan sedikit dalam Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang mengindikasikan daya beli yang kuat dan potensi pertumbuhan ekonomi.
4. Gara-gara AS, Harga Emas Antam Pekan Ini Kena Diskon (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas Antam di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung di Jakarta naik sebesar 0,19% dalam seminggu menjadi Rp1.049.000 per gram. Kenaikan ini terjadi meskipun terjadi koreksi harga emas dunia sebesar 0,09% di pasar spot. Tekanan pada harga emas disebabkan oleh rencana Amerika Serikat untuk meningkatkan suku bunga dalam waktu dekat.
5. Fantastis! Pertama Kali, Nilai Apple Kini Tembus Rp45.000 T (Sumber: CNBC Indonesia)
Apple telah mencapai tonggak sejarah dengan mencapai kapitalisasi pasar sebesar $3 triliun. Nilai ini setara dengan Rp45.120 triliun ketika dikonversi menggunakan nilai tukar Rp15.040 per dolar AS. Meskipun ada peringatan tentang potensi penurunan pendapatan, investor tetap optimis terhadap saham Apple dan portofolio produk dan layanannya. Analis percaya bahwa Apple menuju kebangkitan pertumbuhan yang besar dalam 12 hingga 18 bulan mendatang, didorong oleh upgrade iPhone 14 dan siklus super mendatang dari iPhone mini 15. Ini adalah kali kedua Apple mencapai nilai $3 triliun, tetapi kali pertama mereka berhasil melampaui angka tersebut. Harga saham Apple telah meningkat sebesar 49% hingga 30 Juni 2023.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


