
1. Data Pengangguran AS Turun, Harga Emas Tetap Bergairah (Sumber: CNBC Indonesia)
Sepanjang minggu, harga emas menguat, tetapi mengalami koreksi pada hari Rabu dan Kamis setelah dirilisnya data pasar tenaga kerja AS. Pada hari Jumat, harga emas ditutup naik 0,71% menjadi $1.924,28. Sektor kerja swasta non-pertanian AS meningkat sebesar 497.000 pada bulan Juni, melampaui ekspektasi. Angka gaji non-pertanian untuk bulan Juni turun menjadi 209.000, lebih rendah dari yang diprediksi, dan tingkat pengangguran turun sedikit. Meskipun pertumbuhan pekerjaan melambat, pasar tenaga kerja AS tetap kuat, yang mengarah pada spekulasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Menurut investor, ada kemungkinan sebesar 92% untuk kenaikan suku bunga. Diperkirakan bahwa penurunan tingkat pengangguran akan menyebabkan harga emas turun.
2. Ekonom perkirakan cadangan devisa 155 miliar dolar AS di akhir 2023 (Sumber: Antara News)
Economist Bank Mandiri, Faisal Rachman, memprediksi cadangan devisa Indonesia akan tetap berada pada level yang memuaskan, berkisar antara 135 hingga 155 miliar dolar AS pada akhir tahun 2023. Hal ini dapat memperkuat stabilitas kurs Rupiah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Faisal memperkirakan bahwa Rupiah akan mencapai Rp14.864 per dolar AS pada akhir tahun 2023, menguat dari sebesar Rp15.568 per dolar AS pada akhir tahun 2022. Neraca transaksi berjalan diperkirakan akan memiliki defisit terkendali sebesar 0,65 persen dari PDB pada tahun 2023, menunjukkan kondisi yang kuat, namun mengalami penurunan dari posisi surplusnya pada tahun 2022 akibat melemahnya pertumbuhan ekspor. Risiko potensial muncul dari kebijakan yang lebih ketat dari bank sentral utama di seluruh dunia, namun instrumen keuangan Indonesia masih relatif menarik, dan inisiatif untuk mempertahankan pendapatan ekspor dan menarik investasi langsung asing sedang dilakukan oleh pemerintah.
3. CEO BlackRock: Bitcoin Bakal Ubah Sistem Keuangan (Sumber: CNBC Indonesia)
Larry Fink, CEO BlackRock, baru-baru ini menyatakan dalam wawancara bahwa mata uang kripto, terutama Bitcoin, memiliki potensi untuk merevolusi sistem keuangan. Dia percaya bahwa jika lebih banyak aset dan sekuritas dapat ditokenisasi, Bitcoin bisa merevolusi keuangan. Meskipun sebelumnya skeptis terhadap mata uang kripto karena aktivitas ilegal, Fink sekarang setuju dengan dasar-dasar mata uang kripto, melihatnya sebagai bentuk emas digital yang dapat digunakan sebagai investasi alternatif. BlackRock telah mengajukan permohonan untuk Bitcoin ETF kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat, tetapi persetujuan belum diberikan. Fink berharap dapat bekerja sama dengan regulator untuk akhirnya mendapatkan persetujuan. Dia juga percaya bahwa teknologi dasar Bitcoin, blockchain, sangat luar biasa dan akan terus berkembang, berpotensi menggabungkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan sistem transaksi. Harga Bitcoin telah mengalami tren bullish, baru-baru ini melampaui level psikologis $30,000.
4. Saham Grup Kresna Mau 'Ditendang' Bursa, Ini Alasannya (Sumber: CNBC Indonesia)
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengingatkan tentang potensi pencabutan pencatatan PT Danasupra erapacific Tbk (DEFI) akibat penangguhan saham perusahaan yang telah berlangsung selama 18 bulan. Batas waktu pencabutan pencatatan tidak pasti karena BEI memberi perusahaan kesempatan untuk menunjukkan peningkatan kinerja bisnis. Jika dicabut pencatatannya, pemegang saham publik akan terpengaruh, termasuk mereka yang memegang 26,11% saham. Pemegang saham terbesar kedua adalah PT Asuransi Jiwa Kresna dengan 23,57%. DEFI memiliki rencana untuk rights issue tahun lalu tetapi tidak dapat mengadakan rapat umum luar biasa sebelum memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Operasi DEFI ditangguhkan karena tidak memenuhi persyaratan ekuitas minimum, yang mengakibatkan penangguhan sahamnya oleh BEI.
5. Rupiah akhir pekan ditutup melemah jadi Rp15.142 per dolar AS (Sumber: Antara News)
Rupiah melemah terhadap dolar AS karena pertumbuhan data tenaga kerja AS yang kuat, yang mengarah pada ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Fed untuk mengendalikan inflasi. Peserta pasar sedang memfokuskan diri pada data upah non-pertanian di AS yang diperkirakan akan menurun. Jika data tenaga kerja AS menunjukkan perbaikan yang lebih lanjut, dolar AS dapat menguat pada awal minggu depan.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


