
1. Penting! Sederet Ucapan The Fed ini Membuat Emas Babak Belur (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas telah turun setelah rilis menit pertemuan Federal Open Market Committee, mencapai level terendah sejak Juni. Penurunan ini dimulai setelah bank sentral Amerika Serikat menyatakan niatnya untuk terus menaikkan suku bunga. Mayoritas pejabat Fed menginginkan suku bunga yang lebih tinggi, tetapi pada tingkat yang lebih rendah, karena inflasi belum mencapai rentang target mereka. Menit juga mengungkap adanya perbedaan di antara anggota mengenai kenaikan suku bunga. Antisipasi kenaikan selanjutnya menguatkan dolar AS, sehingga membuat emas lebih mahal untuk dibeli. Namun, ketegangan geopolitik, terutama antara China dan AS, dapat mendukung permintaan akan emas di masa depan.
2. Mayoritas Kripto Kebakaran Gara-Gara Bitcoin, Ada Apa? (Sumber: CNBC Indonesia)
Bitcoin dan Ethereum, dua mata uang kripto teratas, mengalami koreksi dalam perdagangan hari ini. Namun, tujuh mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar masih tampil baik selama minggu ini. Meskipun mengalami koreksi, Bitcoin tetap berada di atas level kunci US$30.000 selama 13 hari berturut-turut. Penurunan pada dua mata uang kripto teratas telah menyebabkan koreksi pada sebagian besar koin digital. Koreksi ini diyakini dipengaruhi oleh suku bunga tinggi dari The Fed dan potensi sikap mereka yang menuju kebijakan yang lebih keras. Hal ini juga disertai oleh penurunan minat investasi pada koin digital. Penurunan volume perdagangan dan potensi apresiasi dolar Amerika merupakan kekhawatiran bagi para investor. Selain itu, peserta pasar sedang menunggu rilis data ekonomi dari Amerika Serikat, yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar mata uang kripto.
3. Tunggu Risalah FOMC, Wall Street Kompak Merah (Sumber: CNBC Indonesia)
Bursa saham Amerika Serikat, atau Wall Street, dibuka melemah saat investor menunggu rilis menit dari pertemuan FOMC terbaru. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 125 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengalami penurunan. Menit-menit tersebut diharapkan dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar juga terpengaruh oleh indikasi bahwa anggota Fed melihat setidaknya dua kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Selain itu, investor juga mengamati data pesanan pabrik Amerika Serikat untuk bulan Mei, yang diperkirakan menunjukkan peningkatan sebesar 0,6%. Pekan sebelumnya melihat adanya kenaikan dalam pasar, dengan Nasdaq dan S&P 500 mencatat kinerja terbaik pada paruh pertama tahun ini.
4. Pemerintah terbitkan aturan pajak natura untuk beri kepastian hukum (Sumber: Antara News)
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan tentang pajak alam, yang mewajibkan pengusaha untuk mengurangi pajak penghasilan atas pemberian alam dan/atau hiburan yang melebihi batas nilai tertentu. Namun, beberapa jenis alam atau hiburan terkecuali dari pajak penghasilan. Pengecualian ini ditentukan berdasarkan berbagai faktor seperti paritas daya beli, standar biaya hidup, standar biaya masukan, indeks pembangunan olahraga, dan tolok ukur dari negara lain. Contoh pengecualian meliputi makanan atau minuman yang disediakan untuk semua karyawan, voucher makan untuk karyawan yang sedang bertugas resmi, perlengkapan keselamatan kerja, fasilitas untuk karyawan dan keluarga mereka di daerah tertentu, hadiah liburan agama, perlengkapan dan fasilitas kerja, perawatan kesehatan dan fasilitas medis untuk insiden terkait pekerjaan, serta fasilitas olahraga tertentu. Peraturan juga mencabut peraturan sebelumnya tentang penyediaan makanan dan minuman serta kompensasi atau tunjangan di daerah tertentu. Peraturan ini berlaku mulai tanggal 1 Juli 2023.
5. Dolar sedikit menguat ditopang sinyal Fed untuk menaikkan suku bunga (Sumber: Antara News)
Dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya setelah Federal Reserve menunjukkan niatnya untuk menaikkan suku bunga. Indeks dolar naik sebesar 0,32 persen. Anggota The Fed juga meningkatkan proyeksi suku bunga mereka, dengan memperkirakan dua kenaikan suku bunga lagi pada tahun 2023. Pasar ekuitas global menurun, meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Euro dan poundsterling jatuh, sementara dolar AS naik terhadap yen Jepang, franc Swiss, dolar Kanada, dan krona Swedia.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


