
1. HBD Amerika! Bitcoin Bullish Jadi Kadonya? (Sumber: CNBC Indonesia)
Sebagian besar mata uang kripto mengalami pergerakan harga positif, dengan Bitcoin menjadi yang terdepan. Bitcoin telah menguat dan mencapai level psikologis baru di atas US$30.000 selama 12 hari berturut-turut. Hal ini bersamaan dengan libur Hari Kemerdekaan di Amerika Serikat, di mana aktivitas pasar sepi. Namun, penguatan mata uang kripto terus berlanjut. Minat BlackRock dalam mengembangkan ETF Bitcoin dianggap sebagai indikator positif bagi mata uang digital tersebut. Harga Bitcoin mengalami peningkatan sebesar 1,16% menjadi US$31.071,73, dengan kenaikan mingguan sebesar 2,33%. Ethereum juga mengalami lonjakan sebesar 1,74% dan mengalami apresiasi mingguan sebesar 3,9%. Di sisi lain, Binance melemah sedikit sebesar 0,76%, tetapi tetap menunjukkan kenaikan sebesar 3,05% dalam seminggu terakhir. Tren naik ini dalam mata uang kripto mencerminkan gambaran fundamental Bitcoin karena bertujuan untuk menggantikan mata uang fiat. Penurunan nilai Bitcoin baru-baru ini memberikan potensi bagi mata uang tersebut untuk menetapkan keseimbangan pasar baru. Komitmen BlackRock dalam pasar kripto, seperti tercermin dalam pengajuan ulang proposal ETF Bitcoin mereka, telah meningkatkan kepercayaan pasar dan mendorong pembelian Bitcoin lebih lanjut.
2. JPMorgan Ramal Pasar RI Bisa Cuan Melimpah, Ini Penyebabnya (Sumber: CNBC Indonesia)
Pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki potensi untuk mendapatkan manfaat dari pergeseran rantai pasok dari China ke wilayah ini. Saat ini, China mengalami perlambatan ekonomi, dengan aktivitas pabrik yang mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Aktivitas non-manufaktur juga lemah. Pemulihan yang tidak merata di China ini telah menyebabkan pergeseran rantai pasok, memberikan kesempatan bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menarik investasi langsung asing. Indonesia dan Vietnam khususnya menarik bagi para investor karena kedekatan mereka dengan China dan pergeseran rantai pasok. Indeks saham MSCI ASEAN telah mengalami penurunan tahun ini, tetapi JPMorgan memprediksi bahwa bank sentral di wilayah ini akan mempertahankan suku bunga, yang dapat menguntungkan pasar saham domestik. Investor, termasuk investor asing, sedang mempertimbangkan untuk masuk ke pasar saham Indonesia, dengan faktor-faktor seperti pemilihan presiden yang akan datang dan valuasi murah Indeks Komposit Indonesia berkontribusi pada daya tariknya.
3. Kabar Buruk dari AS Bawa Emas Turun Setelah Nanjak 3 Hari (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas telah melemah sedikit karena penguatan dolar AS yang lebih kuat, yang mengurangi daya tarik emas. Pasar sedang menunggu data ekonomi utama dan informasi mengenai kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. Para analis memprediksi penurunan harga emas, dengan beberapa mengharapkan mencapai level tertingginya sekitar US$1.937. Namun, pengeluaran konsumen AS yang stagnan pada bulan Mei menunjukkan bahwa upaya The Fed untuk mengendalikan inflasi melalui kenaikan suku bunga telah berhasil. Investor mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juli dan memperkirakan suku bunga akan tetap antara 5,25% - 5,5% sebelum pemangkasan pada tahun 2024. Pergerakan harga emas diperkirakan sangat rentan minggu ini karena adanya data penting dan acara, termasuk data inflasi AS dan keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve.
4. Regulator AS Serang Kripto, Bitcoin Tetap di Level US$30.000 (Sumber: CNBC Indonesia)
Sebagian besar cryptocurrency, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Binance, sedang mengalami tren harga positif, dengan Bitcoin tetap berada di atas $30.000 selama 11 hari berturut-turut. Kestabilan ini dianggap sebagai tanda positif bagi pasar cryptocurrency dan sejalan dengan minat BlackRock dalam Bitcoin ETF. Namun, ada kesulitan karena SEC menyatakan bahwa pengajuan Bitcoin ETF saat ini tidak memadai, yang telah menyebabkan koreksi harga. Meskipun demikian, ada optimisme bahwa Ethereum dan altcoin lainnya akan terus menguat. Pasar juga akan dipengaruhi oleh peristiwa ekonomi besar dan berita mengenai langkah-langkah berikutnya SEC tentang Bitcoin ETF.
5. Kemenkeu: Pemulihan ekonomi membuat RI kembali ke kelas menengah atas (Sumber: Antara News)
Indonesia telah berhasil menjadi negara berpendapatan menengah atas meskipun adanya peningkatan ambang batas klasifikasi. Pemulihan ekonomi yang kuat, penanganan pandemi, dan pelaksanaan program-program ekonomi telah berkontribusi terhadap keberhasilan ini. Pemerintah bertujuan untuk mempertahankan pemulihan ekonomi, mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran, dan mencapai visi besar menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045. Reformasi struktural, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur, dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi bisnis sangat penting untuk mencapai tujuan ini. Selain itu, transformasi ekonomi melalui pengelolaan hilirisasi sumber daya alam, industri manufaktur berbasis teknologi tinggi, dan transisi energi hijau menjadi prioritas. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan melalui perlindungan sosial, eradikasi kemiskinan, dan pengendalian inflasi dalam jangka pendek.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


