
1. Bye Resesi..Siap-siap Wall Street Bakal Bullish (Sumber: CNBC Indonesia)
Survey terbaru yang dilakukan oleh CNBC Delivering Alpha menunjukkan bahwa sebagian besar investor Wall Street percaya bahwa pasar saham sedang dalam tren pasar yang naik dan tidak akan ada resesi hingga tahun 2023. Sekitar 61% responden percaya bahwa pasar telah memasuki tren bullish, sementara 39% berpikir bahwa ini adalah reli pasar bear. Survey ini juga menunjukkan bahwa investor optimis terhadap ekonomi Amerika Serikat, meskipun ada keprihatinan atas kenaikan suku bunga dan serangkaian kegagalan bank. Banyak yang percaya bahwa situasi unik ini menghasilkan respons fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat mengakibatkan penurunan pasar saham yang belum pernah terjadi sebelumnya. Investor menempatkan uang mereka dalam Surat Utang jangka pendek, S&P 500, dan pasar saham asing seperti Jepang, Tiongkok, dan Eropa untuk sisa tahun 2023. Sentimen positif juga terlihat di Wall Street, dengan harapan kenaikan sedikit pada Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Amerika Serikat dan pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal pertama tahun 2023.
2. Raksasa Global Kompak Tinggalkan China, Pilih Pindah ke Sini (Sumber: CNBC Indonesia)
China, yang dikenal sebagai pusat pabrik dunia, kehilangan posisi sebagai negara nomor satu di sektor industri. Banyak investor global yang menarik diri dan memindahkan bisnis mereka akibat perang dagang dengan AS dan peraturan lockdown Covid-19 yang ketat. Bahkan produsen China sendiri memindahkan sebagian rantai pasokan mereka keluar dari China. Perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, TSMC, dan Mazda telah mengurangi ketergantungan mereka pada manufaktur China. Apple telah mendiversifikasi rantai pasokannya dengan memindahkan produksi iPhone ke India dan menjajaki kemungkinan memindahkan manufaktur iPad ke negara lain. TSMC sedang mengembangkan bisnisnya di Taiwan dan AS, sedangkan Mazda telah memindahkan produksi suku cadang mobil kembali ke Jepang untuk memastikan stabilitas dalam rantai pasokan. Biaya tidak lagi menjadi faktor utama bagi perusahaan-perusahaan ini, karena stabilitas rantai pasokan juga sangat penting.
3. Fantastis! Pertama Kali, Nilai Apple Kini Tembus Rp45.000 T (Sumber: CNBC Indonesia)
Raksasa teknologi Apple telah menjadi perusahaan pertama yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar $3 triliun. Tonggak sejarah ini tercapai ketika saham Apple melampaui harga yang diperlukan sebesar $190,73. Meskipun ada peringatan terhadap potensi penurunan pendapatan triwulanan, investor tetap optimis mengenai saham Apple dan portofolio produk dan layanan yang dimilikinya. Perusahaan ini dianggap sebagai titik terang dalam sektor teknologi yang sedang mengalami gejolak dan pemutusan hubungan kerja. Analis percaya bahwa Apple menuju pertumbuhan signifikan dalam 12 hingga 18 bulan mendatang, didorong oleh peluang peningkatan instalasi iPhone. Ini adalah kali kedua Apple mencapai nilai $3 triliun, tetapi kali pertama berhasil mempertahankannya. Per tanggal 30 Juni 2023, harga saham Apple telah meningkat sebesar 49%.
4. Bitcoin Cs Bullish Semester-I 2023, Prospek Ke Depan Gimana? (Sumber: CNBC Indonesia)
Meskipun sentimen negatif akibat kenaikan suku bunga, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar terus mengalami kenaikan. Banyak mata uang digital mengalami hasil positif sepanjang tahun ini. Bitcoin telah memberikan hasil sebesar 82,98%, mencapai kapitalisasi pasar sebesar $590 juta. Solana memiliki hasil kedua tertinggi yaitu 64,09% dan masuk ke dalam 10 besar mata uang kripto. Ethereum berada di posisi ketiga dengan hasil sebesar 54,23%, didukung oleh inovasi Proof of Stake-nya. Sepanjang 2023, pasar kripto telah menghadapi hambatan termasuk masalah hukum dengan Binance dan Coinbase, serta potensi dampak dari kenaikan suku bunga. Namun, pasar telah mengalami fase bullish dengan peningkatan minat dalam berinvestasi dalam mata uang digital. Aset kripto menawarkan prospek menjadi mata uang terdesentralisasi yang diatur oleh algoritma, menyediakan transaksi yang aman. Namun, berinvestasi dalam kripto tetap memiliki risiko tinggi dan memilih kripto yang tepat sangat penting untuk hasil jangka panjang.
5. GDP Kurtalan AS Melesat, Wall Street Kompak Melejit! (Sumber: CNBC Indonesia)
Pada sesi perdagangan terakhir bulan ini, pasar saham Amerika Serikat dibuka dengan kuat di Wall Street. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq semuanya mengalami keuntungan. Pasar masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pendekatan "menunggu dan melihat" terhadap data Perbelanjaan Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang diperkirakan akan sedikit meningkat. Pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal pertama 2023 dan klaim pengangguran mingguan yang melebihi ekspektasi juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian yang kuat. Namun, hal ini dapat membuat penurunan inflasi menjadi sulit, sehingga Federal Reserve (Fed) mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga. Jerome Powell, Ketua Fed, menyebut potensi dua kenaikan suku bunga lagi dalam pidatonya yang terbaru. Oleh karena itu, ketidakpastian pasar dapat meningkat, dan peserta pasar harus tetap berhati-hati terhadap risiko volatilitas. Indikator ekonomi harus dipantau dengan cermat karena kebijakan Fed beradaptasi dengan kondisi yang berubah.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


