
1. Bitcoin Cs Bullish Semester-I 2023, Prospek Ke Depan Gimana? (Sumber: CNBC Indonesia)
Meskipun sentimen negatif seputar kenaikan suku bunga pada tahun 2023, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar terus naik. Banyak mata uang digital telah mengalami kenaikan sejauh ini. Bitcoin, koin digital terbesar, telah memberikan return sebesar 82,98%, sementara Solana dan Ethereum juga mengalami kenaikan signifikan. Mata uang kripto mampu memberikan return ini karena fase bearish pasar pada tahun 2022. Namun, ada tantangan, seperti masalah hukum yang dihadapi oleh platform perdagangan mata uang kripto seperti Binance dan Coinbase. Kenaikan suku bunga juga membuat investasi lebih mahal, sehingga mengurangi investasi dengan risiko tinggi. Namun, pasar mulai melihat akhir dari kenaikan suku bunga, yang telah menyebabkan fase bullish bagi mata uang kripto. Pengembangan proof of stake Ethereum juga meningkatkan minat untuk berinvestasi dalam mata uang digital. Meskipun ada risiko yang terlibat, mata uang kripto menawarkan potensi return tinggi dan sistem mata uang terdesentralisasi.
2. Raksasa Global Kompak Tinggalkan China, Pilih Pindah ke Sini (Sumber: CNBC Indonesia)
China, yang dikenal sebagai pusat pabrik dunia, sedang kehilangan posisinya sebagai negara nomor satu di sektor industri. Perang perdagangan yang diluncurkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, dan aturan lockdown Covid-19 yang ketat di China telah membuat investor global untuk mengevaluasi rantai pasokan mereka. Bahkan produsen-produsen China sendiri sedang memindahkan rantai pasokan mereka keluar dari China. Tiga perusahaan besar, termasuk Apple, TSMC, dan Mazda, telah memilih untuk mendiversifikasi rantai pasokan mereka dari China. Apple telah memindahkan produksi iPhone ke India dan sedang menjelajahi kemungkinan untuk memindahkan manufaktur iPad juga. TSMC sedang memperluas di Taiwan dan Amerika Serikat, sementara Mazda telah memindahkan produksi beberapa suku cadang otomotif kembali ke Jepang. Faktor-faktor pendorong di balik perpindahan ini termasuk ketegangan geopolitik, gangguan dalam rantai pasokan, dan pertimbangan biaya.
3. The Fed 'Biang Kerok', Harga Emas Naik Tapi Tipis (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas hanya mengalami peningkatan minimal dalam perdagangan pada hari Kamis, naik sebesar 0,03%. Hal ini sebagai akibat dari pidato Powell yang menunjukkan bahwa suku bunga akan terus meningkat. Pada hari Jumat, harga emas hampir tidak berubah. Sentimen rencana Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga telah mencegah emas menunjukkan tren naik. Pernyataan Powell menyarankan adanya kemungkinan dua kenaikan suku bunga lagi, dan dia tidak mengharapkan inflasi akan mereda hingga tahun 2025. Suku bunga tinggi mengurangi minat untuk berinvestasi dalam emas. Penurunan klaim pengangguran AS mengindikasikan kekuatan dalam pasar tenaga kerja. Sikap kerasuluh Powell dan pasar tenaga kerja yang kuat berkontribusi pada penurunan daya tarik emas. Para analis memperkirakan alat ukur inflasi yang disukai Fed akan jauh di atas target.
4. Auto Kaya, Pegang Koin ini Rp 1 Miliar Cuan Rp 8 Miliar (Sumber: CNBC Indonesia)
Era suku bunga tinggi telah membuat mata uang kripto kurang menarik, sehingga dolar Amerika mengalami apresiasi. Hanya 68 dari ribuan koin yang mampu mempertahankan performa positif pada tahun 2023. Namun, meskipun volatilitasnya, mata uang digital masih menawarkan tingkat pengembalian yang tinggi. Conflux menjadi yang memiliki performa terbaik sepanjang tahun dengan tingkat pengembalian sebesar 860,35%. Berinvestasi di Conflux pada awal tahun dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan. Koin ini memiliki fitur unik yang mendukung sistem terdesentralisasi dan transaksi melalui berbagai rantai. Injective crypto merupakan koin dengan performa terbaik kedua pada tahun 2023, diikuti oleh Render Token, Stacks, Bitcoin Cash, dan Aptos. Mata uang kripto dianggap sebagai risiko tinggi namun menawarkan potensi keuntungan tinggi karena sifat terdesentralisasinya dan transaksi yang aman melalui teknologi blockchain. Memilih mata uang kripto yang tepat dapat menghasilkan pengembalian jangka panjang, sementara memilih yang salah dapat menyebabkan kerugian keuangan.
5. Wall Street ditutup beragam setelah rilis data ekonomi AS baru (Sumber: Antara News)
Saham di Wall Street mengalami performa yang campur aduk pada akhir perdagangan hari Kamis, ketika data ekonomi baru menunjukkan pertumbuhan AS yang kuat dan lembaga keuangan terbesar negara itu lulus ujian stres Federal Reserve. Indeks Dow Jones Industrial Average dan indeks S&P 500 keduanya naik, sementara indeks Nasdaq Composite turun sedikit. Sektor keuangan dan sektor material melihat kenaikan, sementara sektor layanan komunikasi dan sektor perlengkapan konsumen mengalami penurunan. Nasdaq Composite yang didominasi oleh teknologi terpengaruh oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Bank-bank besar, seperti Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Wells Fargo, naik setelah lulus ujian stres. Data ekonomi positif, termasuk revisi naik pada tingkat pertumbuhan produk domestik bruto AS untuk kuartal pertama dan penurunan klaim pengangguran awal, menunjukkan ekonomi dan pasar tenaga kerja yang kuat. Beberapa analis percaya bahwa data-data ini dapat meredakan kekhawatiran resesi namun meningkatkan harapan atas kenaikan suku bunga di masa depan.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


