Berita & Analisis
Berita Terpopuler 30 Juni 2023
shareIcon

Berita Terpopuler 30 Juni 2023

30 Jun 2023, 10:04 AM
·
Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Berita Terpopuler 30 Juni 2023
Berikut lima berita terpopuler untuk semua artikel pada 30 Juni 2023.

1. Auto Kaya, Pegang Koin ini Rp 1 Miliar Cuan Rp 8 Miliar (Sumber: CNBC Indonesia)

Suku bunga tinggi telah menyebabkan dolar Amerika Serikat mengalami apresiasi, yang mengakibatkan permintaan terhadap aset berisiko seperti mata uang kripto menjadi berkurang. Meskipun demikian, beberapa koin masih menunjukkan volatilitas tinggi dan memberikan keuntungan yang signifikan. Conflux telah menjadi koin dengan performa terbaik pada tahun 2023, dengan keuntungan sebesar 860,35% dan kapitalisasi pasar $632 juta. Berinvestasi dalam Conflux pada awal tahun akan menghasilkan keuntungan 8 kali lipat dari investasi awal. Conflux memiliki fitur unik yang membuatnya berguna untuk sistem terdesentralisasi, perdagangan elektronik, dan infrastruktur Web 3.0. Koin lain yang telah menunjukkan keuntungan signifikan termasuk Injective, Render Token, Stacks, Bitcoin Cash, dan Aptos. Meskipun mata uang kripto dianggap berisiko, potensi mereka sebagai mata uang terdesentralisasi membuat mereka menarik. Mereka menawarkan teknologi baru, seperti blockchain, untuk mengatur peredaran uang dan melindungi transaksi. Namun, memilih mata uang kripto yang salah dapat mengakibatkan kerugian finansial.

2. Pidato Powell Bikin Geger, Wall Street Ditutup Bergejolak (Sumber: CNBC Indonesia)

Bursa saham Amerika Serikat ditutup dengan hasil yang bercampur setelah Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, menyiratkan bahwa akan ada kenaikan suku bunga lebih lanjut karena inflasi tidak mencapai target bank sentral. Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup lebih rendah, sementara Nasdaq dibuka lebih tinggi. Powell juga mengindikasikan bahwa Fed kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan kebijakan berikutnya. Meskipun ada kekhawatiran tentang inflasi, investor nampaknya menerima komentar Powell karena adanya tanda-tanda kekuatan ekonomi. Peserta pasar memprediksi kenaikan suku bunga pada bulan Juli dan mengharapkan bank sentral mempertahankan suku bunga hingga akhir 2023. Pasar melihat peningkatan di sektor energi dan layanan komunikasi, sementara utilitas mengalami penurunan. Apple, Tesla, Microsoft, dan Alphabet merupakan penggerak utama S&P 500. Namun, produsen chip Nvidia ditutup lebih rendah setelah laporan adanya pembatasan potensial terhadap ekspor chip kecerdasan buatan (AI) ke China. Indeks saham Russell 2000 berkapitalisasi kecil mengalami kenaikan, mengurangi kekhawatiran tentang pasar yang sempit. Investor sedang menunggu data ekonomi kunci untuk menilai kondisi ekonomi AS.

3. Bitcoin Cs Bullish Semester-I 2023, Prospek Ke Depan Gimana? (Sumber: CNBC Indonesia)

Meskipun sentimen negatif terhadap kenaikan suku bunga pada tahun 2023, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar terus mengalami peningkatan. CoinMarketCap menunjukkan bahwa sebagian besar mata uang digital telah mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun ini. Bitcoin, mata uang digital terbesar, telah memberikan pengembalian sebesar 82,98% dengan kapitalisasi pasar sebesar US$590 juta. Solana telah mencapai pengembalian terbesar kedua, sedangkan Ethereum berada di posisi ketiga dengan kinerja YTD tertinggi. Keberhasilan mata uang kripto tahun ini dapat dikaitkan dengan fase beruang pada tahun 2022. Pasar kripto juga menghadapi tantangan, seperti masalah hukum yang dihadapi oleh Binance dan Coinbase, serta kenaikan suku bunga. Namun, berakhirnya kenaikan suku bunga telah menjadikan fase banteng bagi mata uang kripto. Selain itu, pengembangan teknologi proof of stake untuk Ethereum telah meningkatkan minat dalam berinvestasi dalam mata uang digital. Aset kripto dianggap berisiko tinggi, namun memberikan keuntungan tinggi, menawarkan teknologi dan keamanan baru dibandingkan dengan mata uang fiat tradisional.

4. Wall Street Loyo, Suku Bunga Diramal Masih Tinggi! (Sumber: CNBC Indonesia)

Pasar saham Amerika, Wall Street, dibuka melemah setelah dirilisnya data ekonomi AS yang kuat, termasuk penjualan rumah dan kepercayaan konsumen. Ada potensi inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga. Peserta pasar memprediksi peluang 76,9% Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Juli. Ketua Fed, Jerome Powell, mendukung kenaikan suku bunga di masa depan untuk mengatasi inflasi dengan kecepatan moderat. Namun, Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan terakhir. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq semua dibuka lebih rendah. Penurunan tersebut mungkin disebabkan pertimbangan pembatasan ekspor chip komputer ke China. Saham teknologi telah pulih setelah penjualan minggu lalu, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI).

5. Dolar dekati tertinggi 7,5 bulan vs yen karena divergensi kebijakan (Sumber: Antara News)

Dolar Amerika Serikat menguat sebesar 11,55 persen terhadap yen Jepang sejak akhir Maret, mencapai level tertinggi sejak 10 November. Peningkatan ini telah memicu kekhawatiran dari para pejabat pemerintah Jepang tentang kenaikan yang cepat, menyebabkan spekulasi tentang kemungkinan intervensi di pasar valuta asing. Indeks dolar Amerika Serikat, yang mengukur greenback terhadap mata uang utama lainnya, tetap stabil. Euro dan pound mengalami penurunan, sementara dolar Australia mengalami pemulihan setelah penurunan signifikan. Yuan China juga mengalami penurunan, dengan para investor memantau tindakan bank sentral untuk mengatasi pelemahan mata uang tersebut.


Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.

Ditulis oleh
channel logo
Kevin ReviroRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1