
1. Liburan Bawa 'Petaka' Buat Emas? Harga Antam Turun Rp1000 (Sumber: CNBC Indonesia)
Pada tanggal 28 Juni 2023, harga emas Antam turun sebesar IDR 1.000 menjadi IDR 1.052.000 di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung. Namun, dalam tiga hari minggu ini, harga emas Antam naik sebesar IDR 5.000. Harga beli kembali emas Antam telah ditetapkan sebesar IDR 931.000 per gram. Pergerakan harga emas Antam dan harga emas internasional sama-sama menurun karena para peserta pasar menunggu pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, di Forum Bank Sentral Eropa. Pidato tersebut diharapkan memberikan wawasan tentang kebijakan suku bunga di masa depan.
2. Astaga Naga! Jelang Pidato Powell, Emas Anjlok (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas mengalami penurunan sebesar 0,37% menjadi $1915,12 per ons troy di pasar spot. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh pendekatan investor yang menunggu kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat (AS). Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, diharapkan memberikan pidato yang mungkin memberikan wawasan tentang ekonomi dan potensi kenaikan suku bunga. Kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga saat ini berada pada 76,9%. Data ekonomi positif, seperti kepercayaan konsumen dan penjualan rumah baru yang melebihi ekspektasi menunjukkan ketahanan ekonomi AS. Kenaikan suku bunga biasanya memiliki dampak negatif pada harga emas karena menguatkan dolar dan mengurangi permintaan. Selain itu, dolar yang lebih kuat meningkatkan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, membuatnya lebih menarik dibandingkan dengan emas sebagai aset lindung nilai.
3. Dolar AS datar di awal sesi Asia, Aussie jatuh karena inflasi melambat (Sumber: Antara News)
Dolar Amerika Serikat tetap stabil dalam perdagangan Asia awal karena data ekonomi Amerika Serikat yang kuat meredakan kekhawatiran resesi. Dolar Australia turun akibat penurunan inflasi konsumen. Pasar mengharapkan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan tetapi tidak lebih dari itu. Indeks dolar diharapkan turun sebesar 1,5% bulan ini. Komentar Ketua Federal Reserve dalam Forum Bank Sentral di Portugal akan dipantau dengan cermat untuk petunjuk tentang suku bunga. Dolar Australia dan euro melemah, sementara yen Jepang menguat terhadap dolar. Otoritas Jepang mungkin akan melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk melawan penurunan yen.
4. Bitcoin Menguat! Mampu Bertahan di US$30.000? (Sumber: CNBC Indonesia)
Bitcoin, mata uang digital terbesar, berada dalam zona hijau dengan sentimen positif karena minat BlackRock dalam menciptakan Bitcoin ETF. Bitcoin menguat sebesar 0,52% menjadi $30.368,06, naik 12,94% dalam satu minggu terakhir. Ethereum melemah sebesar 0,70% menjadi $1.862,52, naik 7,47% dalam satu minggu terakhir. Binance menguat sebesar 0,40% menjadi $236,28 tetapi melemah sebesar 2,56% dalam satu minggu terakhir. Penurunan Bitcoin sebagian disebabkan oleh sikap Jerome Powell yang bersifat hawkish terhadap suku bunga. Venturis kapitalis menunjukkan minat yang lebih sedikit dalam berinvestasi di Blockchain dan kripto dan lebih fokus pada investasi di Kekecerdasan Buatan.
5. Gokil! Wall Street Rebound, Sektor Ini Sakti Mandraguna (Sumber: CNBC Indonesia)
Bursa saham Amerika Serikat, khususnya Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite, menguat pada akhir perdagangan pada hari Selasa. Ini menunjukkan berakhirnya tren penurunan baru-baru ini, dengan Dow dan Nasdaq mengalami penurunan berturut-turut. Sektor teknologi mendukung kekuatan Wall Street, dengan saham seperti Nvidia, Meta Platforms, dan Microsoft mengalami kenaikan. Rilis data makroekonomi positif AS, termasuk kepercayaan konsumen dan penjualan rumah yang melampaui harapan, juga membuat pasar bersemangat. Namun, potensi kenaikan suku bunga Fed pada akhir tahun ini masih meningkatkan ketidakpastian. Peserta pasar dengan antusias menantikan pidato oleh Ketua Fed, Jerome Powell, untuk kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga di masa depan. Peluang terjadinya kenaikan suku bunga lainnya saat ini sekitar 77%.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


