
1. Bitcoin CS Kebakaran, Nasib ETF Bitcoin BlackRock Gimana? (Sumber: CNBC Indonesia)
Kriptokurensi terbesar, termasuk Bitcoin dan Ethereum, merosot nilainya karena potensi dua kenaikan suku bunga di AS dan sentimen negatif terhadap kasus hukum Binance dan Coinbase oleh Komisi Securities Exchange AS. Meskipun demikian, Bitcoin tetap berada di atas level psikologis $30.000 karena sentimen positif terhadap minat BlackRock dalam membuat Bitcoin ETF. Analis kriptokurensi memprediksi bahwa jika Bitcoin tetap di atas $30.000 dalam jangka panjang dan jika SEC menyetujui aplikasi Bitcoin ETF BlackRock, Bitcoin akan terus menguat.
2. Kasihan, Nasib Pemilik Emas Lagi-Lagi Digantung Orang Ini (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas turun sebesar 1,84% minggu lalu, dengan logam mulia melemah sebesar 2,1% dibandingkan dengan bulan Mei. Emas melihat sedikit perkembangan pagi ini, meskipun prospek bagi logam mulia tetap suram, menurut CNBC Indonesia. Harga emas menurun setelah ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kenaikan suku bunga lain di AS bisa saja terjadi tahun ini. Pernyataan hawkish dari The Fed telah memperkuat dolar AS, membuat emas menjadi pilihan investasi yang kurang menarik.
3. Analis: Pelemahan rupiah karena kekhawatiran resesi global meningkat (Sumber: Antara News)
Analis Bank Woori Saudara (BWS), Rully Nova, memprediksi bahwa rupiah Indonesia akan terus melemah terhadap dolar AS karena tren kenaikan yield obligasi pemerintah AS dan indeks dolar AS sebagai tempat berlindung selama resesi. Kelemahan rupiah pada sesi perdagangan Senin disebabkan oleh kekhawatiran terhadap resesi global dan naiknya suku bunga acuan di beberapa negara Eropa. Analis pasar, Ariston Tjendra, menambahkan bahwa sentimen dari Fed, yang memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dua kali, juga berkontribusi pada kelemahan rupiah. Pasar juga khawatir tentang potensi kenaikan suku bunga di berbagai negara yang dapat memperlambat pertumbuhan global.
4. Ekonom UI: Wujudkan Indonesia Emas perlu tingkatkan literasi keuangan (Sumber: Antara News)
Pemerintah Indonesia saat ini fokus pada peningkatan inklusi dan literasi keuangan untuk mendukung ekonomi dan mencapai Indonesia Emas 2045. Sasarannya adalah mencapai inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024, dengan indeks saat ini menunjukkan literasi keuangan sebesar 49,68% dan inklusi keuangan sebesar 85,10%. Namun, Teguh Dartanto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, menyoroti perlunya inklusi keuangan berkualitas tinggi yang berfokus pada pemanfaatan layanan keuangan formal untuk tujuan produktif. Dia percaya upaya untuk meningkatkan produktivitas inklusif perlu diperkuat, terutama melalui literasi berkualitas tinggi. FEB UI siap untuk berkolaborasi dengan sektor keuangan untuk mendukung kebijakan dan memberikan pelatihan literasi keuangan guna meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat Indonesia.
5. Dolar melemah ketika investor incar suku bunga global, prospek ekonomi (Sumber: Antara News)
Dolar AS melemah di pasar Asia pada hari Senin meskipun kekhawatiran tentang bank sentral yang terus memperketat tindakan moneter. Ada kekhawatiran tindakan tersebut dapat berdampak negatif pada prospek ekonomi global. Kejadian politik yang sedang berlangsung di Rusia juga membuat para investor berhati-hati. Sementara beberapa pasar mata uang melemah, dengan pembatalan pemberontakan yang direncanakan, euro melihat beberapa kenaikan dari minggu lalu. Sementara itu, Inggris melihat beberapa keuntungan terhadap dolar, membalikkan efek kenaikan suku bunga yang sangat besar dari Bank of England minggu lalu.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


