
1. Kemenko Ekonomi imbau masyarakat hati-hati risiko kejahatan siber (Sumber: Antara News)
Tren digitalisasi menghadirkan risiko keamanan siber dan membutuhkan inovasi kebijakan konstan dari pemerintah dan otoritas terkait, menurut Rudy Salahuddin, Deputi IV Koordinasi Ekonomi Digital di Indonesia. Perlindungan data pribadi merupakan kekhawatiran yang signifikan bagi pemerintah, dan regulasi telah diterapkan melalui Undang-Undang No. 27 tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Salahuddin juga mendorong masyarakat untuk waspada terhadap risiko kejahatan siber dan meningkatkan literasi keuangan mereka. Kerjasama antara regulator dan pemain industri diperlukan untuk mencegah serangan siber, dan Open Finance Summit 2023 saat ini diadakan di Jakarta untuk mendorong perkembangan industri jasa keuangan di Indonesia.
2. Dolar AS merosot karena kesaksian Powell mengecewakan pasar (Sumber: Antara News)
Dolar AS turun terhadap mata uang utama menyusul komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kesulitan yang sedang berlangsung dalam menurunkan inflasi, yang tidak memenuhi harapan pasar hawkish. Meskipun telah terjadi penundaan dalam kenaikan suku bunga, Powell menyatakan bahwa pejabat setuju bahwa biaya pinjaman kemungkinan akan naik. The Fed menjaga suku bunga tetap tidak berubah dalam pertemuan Juni, tetapi memberi sinyal bahwa biaya pinjaman mungkin masih perlu naik setengah persen akhir tahun ini. Euro naik 0,62%, pound naik 0,09% menjadi $ 1,2774. Dolar Australia naik 0,15%.
3. Harga Emas Ambruk ke Level Terendah 3 Bulan, Bisa Makin Suram (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas telah jatuh ke level terendah sejak 16 Maret 2023, karena tren negatif yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut, dengan penurunan sebesar 1,53% bulan ini. Penurunan ini mengikuti pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Komite Layanan Keuangan Dewan Perwakilan AS pada 21-22 Juni, di mana ia mengkonfirmasi sikap hawkish-nya, menyebabkan indeks dolar naik dan menekan harga emas. Namun, harga emas sedikit membaik pada pagi Kamis, naik sebesar 0,08% menjadi US$1.933,79 per troy ounce. Pasar sekarang bertaruh pada kemungkinan sebesar 79% kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan Juli.
4. ETF Bitcoin Tutupi Permasalahan Binance, Kripto Bullish? (Sumber: CNBC Indonesia)
Mata uang kripto utama, termasuk Bitcoin, mengalami kenaikan harga baik harian maupun mingguan, dengan Bitcoin melampaui ambang batas psikologis $30.000 untuk pertama kalinya sejak April. Hal ini sebagian disebabkan oleh sentimen positif dari BlackRock, yang tertarik untuk mengajukan pembentukan ETF Bitcoin. Selain itu, Ethereum dan Binance juga mengalami pertumbuhan harga yang kuat. Minat dari lembaga investasi besar seperti BlackRock menunjukkan prospek cerah untuk mata uang kripto, meskipun ada ketidakpastian regulasi dan masalah makroekonomi. Institusi keuangan lain, seperti Invesco dan WisdomTree, juga sedang mempertimbangkan untuk mengajukan produk ETF serupa untuk mata uang kripto.
5. Kripto Hijau Royo-Royo, Akibat Fitur Pinjol 'Aave'? (Sumber: CNBC Indonesia)
Mata uang kripto sebagian besar berada di wilayah hijau, dengan Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 6,67% menjadi $28.733,49 per koin akibat permintaan yang meningkat dan evolusi yang terus berlanjut. Mata uang kripto terbesar di dunia telah melihat momentum bullish yang signifikan karena minat institusional dan tidak adanya regulasi kompleks. Salah satu kekuatan Bitcoin ditunjukkan oleh pengajuan BlackRock untuk ETF bitcoin. Kenaikan mata uang kripto didukung oleh momentum fitur TVL v3 Aave, yang memungkinkan pemberian pinjaman kripto dan peminjaman kripto untuk mendapatkan bunga. Aave baru-baru ini mencatat pertumbuhan drastis, dengan total nilai terkunci sebesar $1,76 miliar.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


