
1. 5 Aset Kripto Ini Mulai Ngegas, Siap-Siap Panen Cuan (Sumber: CNBC Indonesia)
Kebanyakan kriptokurensi menunjukkan tanda-tanda penguatan, dengan Bitcoin dan Ethereum keduanya berada dalam zona hijau meskipun tren penurunan baru-baru ini. Namun, proses hukum terhadap Binance dan Coinbase menimbulkan kekhawatiran bagi investor, dengan kedua platform kripto tersebut dituduh menawarkan aset yang tidak terdaftar dan beroperasi tanpa izin resmi di AS. Ketidakpastian seputar industri dan ekonomi global berarti bahwa kripto masih menunjukkan kecenderungan bullish, tetapi potensi perlambatan ekonomi yang lebih lama dan kenaikan suku bunga dapat mempengaruhi pasar.
2. Pemilik Emas yang Sabar Ya, Harga Emas Ambruk Tujuh Hari (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas terus mengalami penurunan, dengan perdagangan Senin mengalami penurunan sebesar 0,37% menjadi $1.950,12 per ton di pasar spot. Harga telah turun sejak 9 Juni, dengan penurunan tajam dari $1.977,88 per ton pada 1 Juni. Meskipun ada sedikit perbaikan pada tanggal 20 Juni, dengan kenaikan 0,07% menjadi $1.951,44 per ounce troy, para analis berharap ada katalis yang dapat membalikkan penurunan tersebut. Perhatian tertuju pada kesaksian Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, di depan Komite Layanan Keuangan DPR AS pada 21-22 Juni, dengan potensi pernyataan kebijakan yang lebih jelas untuk memacu pasar.
3. Geger Kripto Halal, Ini 4 Landasannya! (Sumber: CNBC Indonesia)
Dunia kripto memiliki peserta baru yang dikenal sebagai Islamic Coin (ISLM) yang menggunakan ekosistem haqq (kebenaran) dengan proof-of-stake (PoS) yang syariah sesuai dan disebut haqq chain. Islamic Coin adalah mata uang kripto halal yang memberikan kesempatan bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpartisipasi di dalam ekonomi digital sesuai dengan hukum Islam. Mata uang ini memiliki beberapa poin yang membuat sistem haqq chain diterima oleh otoritas termasuk melakukan transaksi dengan layanan dan barang yang sah, diaudit oleh entitas yang akreditasi, sesuai dengan regulasi keuangan Islam, dan memenuhi syariah. Dewan Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa kripto dianggap haram karena melibatkan gharar (ketidakpastian) dan dharar (mudharat) serta tidak memenuhi persyaratan syariah. Nilai dan aset dasar dari Islamic Coin masih belum jelas, tetapi mata uang ini mengklaim bahwa itu adalah konversi dari emas, dolar, euro, dan yang lainnya. Karena mata uang memiliki sejarah panjang, status halal atau haram dari Islamic Coin masih menjadi isu yang kontroversial sampai pendapat Dewan Ulama Indonesia diberikan.
4. Yuan terpuruk setelah China pangkas bunga acuan pinjaman, Aussie jatuh (Sumber: Antara News)
Yuan China jatuh ke level terendah dalam tujuh bulan setelah negara ini memotong suku bunga pinjaman acuan, dengan pemotongan suku bunga prime rate selama satu tahun dan lima tahun sebesar 10 basis poin. Ini adalah penurunan pertama dalam 10 bulan terakhir, bertujuan untuk mendukung perekonomian yang melambat. Investor kecewa dengan kurangnya pemotongan yang lebih besar, menurut strategist mata uang OCBC Christopher Wong. Di tempat lain, menit dari pertemuan kebijakan terbaru Reserve Bank Australia mengungkapkan keputusannya untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juni telah seimbang secara hati-hati, menyebabkan dolar Australia turun lebih dari 0,8% menjadi rendah sebesar $0,6789.
5. Survei: Bank konvensional lebih banyak digunakan daripada bank digital (Sumber: Antara News)
Bank-bank digital di Indonesia menghadapi kekhawatiran terkait keamanan, dengan 46% dari responden dalam survei Visa Consumer Payment Attitudes Study (CPAS) menyatakan takut terhadap pembobolan rekening, 39% khawatir terhadap transaksi penipuan, dan 35% khawatir tentang jaringan yang tidak stabil. Namun, penggunaan bank digital terus meningkat, yang sebagian besar didorong oleh kaum muda. Inklusi keuangan tidak seimbang dengan literasi keuangan, karena banyak orang memiliki rekening bank tanpa memahami produknya. Pengamat ekonomi Nailul Huda percaya bahwa literasi keuangan harus diajarkan pada tingkat sekolah dasar untuk meningkatkan tingkat literasi dan mengurangi risiko penipuan.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


