Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis
Berita Terpopuler 14 Juni 2023
shareIcon
Berita Terpopuler 14 Juni 2023
14 Jun 2023, 12:04 AM
·
Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Berita Terpopuler 14 Juni 2023
Berikut lima berita terpopuler untuk semua artikel pada 14 Juni 2023.

1. Inflasi AS Jeblok, Wall Street Semakin Pesta Pora (Sumber: CNBC Indonesia)

Wall Street telah dibuka dengan hijau setelah inflasi AS turun menjadi 4% tahunan pada Mei 2023, tingkat terendahnya dalam lebih dari dua tahun. Penurunan inflasi, yang didorong oleh penurunan harga energi dan makanan, melebihi harapan pasar dan meningkatkan kepercayaan terhadap kebijakan Federal Reserve (the Fed) saat mengadakan pertemuan Federal Open Market Committee. Indeks Dow Jones naik 0,36%, indeks Nasdaq naik 0,78% dan indeks S&P 500 naik 0,6% pada awal perdagangan. Tren positif ini berlanjut, dengan indeks Nasdaq dan S&P 500 menutup perdagangan pada level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

2. Harga Emas Ditentukan Amerika, Nasibnya Seperti Lempar Koin (Sumber: CNBC Indonesia)

Harga emas melemah karena kekhawatiran pasar terhadap data inflasi dan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di AS. Pada hari Senin, harga emas turun 0,19% menjadi $1.956,92 per ons troy, melanjutkan tren negatif logam yang juga melemah sebesar 0,36% pada Jumat lalu. Harga emas sedikit membaik pada hari Selasa, menjadi $1.959,87 per ons troy, naik 0,15%. Peserta pasar mengharapkan penurunan inflasi AS menjadi 4,1% pada Mei 2023, dan alat FedWatch dari CME Group menunjukkan probabilitas 78,1% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya antara 5% hingga 5,25%. Jika The Fed tidak memberikan sinyal dovish, emas dapat melemah lebih lanjut dan terjun di bawah $1.900 per ons troy.

3. Dolar menguat jelang laporan data inflasi utama AS (Sumber: Antara News)

Dolar Amerika Serikat naik sedikit terhadap mata uang utama lainnya karena investor tetap waspada menjelang keputusan kebijakan penting minggu ini. Federal Reserve diperkirakan akan menjaga suku bunga, dan jika survei Indeks Harga Konsumen Mei lebih kuat dari yang diperkirakan, ini bisa meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga dan berpotensi mengubah laju lemah Indeks Dolar Amerika Serikat. Dolar mendapat dukungan dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun.

4. Awal Pekan Ijo Royo-Royo, Pesta Wall Street Berlanjut (Sumber: CNBC Indonesia)

Wall Street membuka minggu perdagangan di zona hijau berkat harapan adanya pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Tren positif didukung oleh keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menghentikan kenaikan suku bunga bulan ini, dengan pasar melihat probabilitas sebesar 73,6% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 5% -5,25%. Namun, investor menunggu data inflasi Mei sebelum pengumuman kebijakan The Fed pada hari Rabu, karena data inflasi yang lebih tinggi dari yang diharapkan dapat membuat The Fed tetap hawkish dan melemahkan pasar saham. Peningkatan klaim pengangguran baru-baru ini di AS menimbulkan harapan bahwa inflasi AS akan turun lebih cepat, sementara indeks PMI AS juga menurun, menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang lebih rendah.

5. IHSG Dibuka Hijau Mengekor Pesta Pora Wall Street (Sumber: CNBC Indonesia)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia dibuka naik 0,02% pada hari Selasa, dengan pemain pasar diimbau untuk mempertimbangkan sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar saham baik di dalam negeri maupun internasional. Sentimen positif dari Wall Street dan harapan kebijakan yang lebih lunak dari The Federal Reserve diharapkan dapat menarik arus modal. Namun, investor juga harus memperhatikan data inflasi AS dan data Survei Penjualan Ritel Bank Sentral Indonesia. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada dalam kisaran 6636-6789.


Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1