
1. Prahara Kripto! Setelah Binance, Regulator AS Gugat Coinbase (Sumber: CNBC Indonesia)
Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah mengajukan gugatan terhadap Coinbase, bursa kripto terbesar di AS, yang dituduh melanggar aturan yang mensyaratkannya terdaftar sebagai bursa dan diawasi oleh lembaga federal. SEC mengklaim bahwa Coinbase melakukan perdagangan atas setidaknya 13 aset kripto yang merupakan efek dan seharusnya terdaftar pada regulator, serta bahwa perusahaan seharusnya terdaftar sebagai agen, broker, dan penyelesaian bursa. Gugatan ini dipandang sebagai langkah penting bagi SEC dalam mencoba mengatur seluruh industri kripto. Coinbase menyebut gugatan tersebut sebagai taktik penggertakan akibat kurangnya aturan yang jelas.
2. Tak Hanya Amerika, China Kini Jadi "Musuh" Pemilik Emas (Sumber: CNBC Indonesia)
Harga emas turun sebesar 1,18% menjadi US$1.939,63 per ounce troy, level terendahnya sejak 16 Maret, menyusul berita menurunnya ekspor dan impor di China dan kenaikan yield obligasi di AS. Aktivitas ekonomi China diharapkan semakin melambat, menyebabkan permintaan akan emas melemah dan harga turun. Peserta pasar juga menantikan data inflasi AS pada 13 Juni, karena inflasi yang tahan dapat membuat Fed melanjutkan kebijakan hawkish dan memberi tekanan pada emas. Namun, harga emas sedikit meningkat pada pagi ini, dengan kenaikan 0,19% menjadi US$1.943,34 per ounce troy.
3. Tanda Kiamat Makin Banyak, Siapkan Investasi Ini Agar Selamat (Sumber: CNBC Indonesia)
Tanda-tanda kiamat yang merujuk pada kehancuran kehidupan manusia semakin nyata dengan berbagai peristiwa seperti wabah penyakit, terorisme, bencana alam, dan perubahan iklim yang dirasakan belakangan ini. Dalam konteks ini, mempersiapkan diri untuk kiamat sangat penting, dan menurut Adam Ozimek, setiap orang perlu berinvestasi dalam logam mulia, terutama emas, untuk persiapan pada skenario kiamat yang tidak diketahui waktu tiba. Namun, emas memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, Ozimek menyarankan untuk berinvestasi dalam otak, belajar keterampilan seperti pertanian dan kedokteran, serta menjalin persahabatan dengan orang-orang yang memiliki keterampilan tersebut, sehingga menciptakan saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama dalam acara kehancuran.
4. Ngeri Kripto Binance Tempat Cuci Uang? Potensi The Next FTX (Sumber: CNBC Indonesia)
Binance dan CEO-nya Changpeng Zhao menghadapi 13 tuduhan dari Securities Exchange Commission (SEC) AS, terutama berkaitan dengan fakta bahwa bursa kriptokurensi tersebut menghasilkan milyaran dolar sementara aset investor ditempatkan pada risiko yang signifikan. SEC menuduh Binance mencampuradukkan milyaran dolar dana pelanggan dan diam-diam mengirimnya ke perusahaan-perusahaan terpisah yang dikelola oleh CEO dan pendirinya, Zhao. SEC juga mengklaim bahwa Zhao dan Binance secara diam-diam memperbolehkan pelanggan kaya dari AS untuk bertransaksi pada platform Binance, meskipun secara publik menyatakan bahwa pelanggan AS dilarang bertransaksi di platform sejak tahun 2019. Seorang mantan pejabat SEC menyatakan bahwa tindakan Binance didesain untuk menghindari pengawasan regulasi.
5. Ngeri! Ini Efek Domino Gugatan Binance dan CZ ke Pasar Kripto (Sumber: CNBC Indonesia)
Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah menuntut Binance, platform perdagangan kripto terbesar di dunia, beserta pendirinya dan afiliasi AS-nya, dengan tuduhan "melanggar hukum federal sekuritas dengan terang-terangan" dan mencampur dana pelanggan, yang mengancam aset pengguna. Jika SEC memenangkan tuntutan hukum ini, skenario terburuk bagi Binance bisa berupa penangguhan sebagai bursa tanpa izin dan larangan untuk mengoperasikan layanan perdagangan di AS, pasar yang signifikan bagi Binance. Tuntutan hukum SEC ini penting di luar Binance, karena regulator mencoba membuktikan bahwa banyak aset kripto sebenarnya adalah sekuritas dan memaksa perusahaan kripto untuk mendaftar dengan SEC dan mematuhi peraturan, yang berpotensi mempengaruhi pasar kripto secara luas. Tuntutan hukum ini juga berarti Binance bergabung dengan Coinbase di radar regulasi SEC, dengan regulator AS menuntut Coinbase karena melanggar aturan dan gagal mendaftar sebagai bursa.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


