Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis
Berita Terpopuler 6 Juni 2023
shareIcon
Berita Terpopuler 6 Juni 2023
6 Jun 2023, 12:06 AM
·
Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Berita Terpopuler 6 Juni 2023
Berikut lima berita terpopuler untuk semua artikel pada 6 Juni 2023.

1. Udah Seminggu Kripto 'Kebakaran', Siap-Siap Serok? (Sumber: CNBC Indonesia)

Harga kripto berada di zona merah baik harian maupun mingguan, dengan koreksi dan konsolidasi hari ini didukung oleh sentimen menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada tanggal 14 Juni. Bitcoin melemah sebesar 0,09% menjadi mencapai US$27.073,12 per koin, Ethereum melemah sebesar 0,26% menjadi mencapai US$1.886,21 per koin, dan Binance mengalami penurunan harian sebesar 0,67% menjadi mencapai US$303,95. Peningkatan suku bunga menyebabkan sirkulasi uang menurun, membuat nilai mata uang fiat cenderung terasa lebih mahal, sehingga manajer investasi mengurangi bobot aset dengan volatilitas tinggi seperti kripto di portofolio mereka. Ethereum berhasil melakukan konsolidasi kripto di tengah regulasi AS yang menantang dan mewujudkan staking dan deflasi dengan membakar 250.000 ETH.

2. Setelah Terpuruk, Mampukah Emas Bersinar di "Periode Gelap"? (Sumber: CNBC Indonesia)

Harga emas menunjukkan peningkatan kecil minggu lalu, mengakhiri penurunan selama empat minggu. Namun, logam ini berisiko mengalami penurunan menjelang pertemuan Federal Open Market Committee pada 13-14 Juni. Kebijakan "periode kegelapan" The Fed berarti pejabat tidak akan membuat pernyataan apa pun hingga pengumuman kebijakan moneter pada 14 Juni, sehingga pasar emas memiliki data yang kurang untuk dikerjakan minggu ini. Data pasar tenaga kerja AS menunjukkan bahwa pengangguran AS meningkat, tetapi data tersebut tertutup oleh peningkatan pertumbuhan upah non-pertanian.

3. Kisah Kejatuhan Raja Ritel RI, Lahirnya Matahari dan Lippo (Sumber: CNBC Indonesia)

Matahari Department Store adalah perusahaan ritel fast fashion terkenal di Indonesia dengan gerai di seluruh negara. Awalnya, toko pakaian bernama Mickey Mouse didirikan oleh Hari Darmawan pada tahun 1960. Pada tahun 1968, Darmawan membeli dua toko dari saingannya De Zion menggunakan pinjaman sebesar $200 juta dari Citibank, dan mengubah namanya menjadi Matahari. Dia menjadikan toko ini sebagai model dari merek ritel Jepang, Sogo, dan memperluas penjualan tidak hanya pakaian tetapi juga perhiasan, kosmetik, elektronik, dan mainan. Meskipun menghadapi persaingan dari Walmart, yang dibuka di depan gerai Matahari, Darmawan tetap fokus menjalankan bisnisnya. Namun, pada tahun 1996, dia menerima tawaran dari James Riady dari Lippo Group untuk membeli Matahari. Darmawan menjual perusahaannya, yang memancing banyak spekulasi dikarenakan Matahari sangat sukses pada saat itu. Sejak itu, Matahari telah tetap menjadi bagian dari Lippo Group.

4. Rupiah menguat dipengaruhi antisipasi investor terkait data inflasi RI (Sumber: Antara News)

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang kecuali rupiah, yang dipengaruhi oleh antisipasi investor terhadap data inflasi turun pada Mei 2023 dan ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Data nonfarm payrolls AS memicu kenaikan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi tingkat suku bunga Fed yang lebih tinggi. Tingkat kenaikan nilai tukar antar bank rupiah di Jakarta menguat pada awal perdagangan Senin karena faktor eksternal dan domestik.

5. Elon Musk Dituding Manipulasi Dogecoin, Investor Menggugat! (Sumber: CNBC Indonesia)

Elon Musk menghadapi gugatan atas tuduhan insider trading dan manipulasi pasar yang terkait dengan cryptocurrency Dogecoin. Diklaim bahwa Musk menggunakan postingan Twitter dan pengaruh yang dibayar untuk berdagang melalui Dogecoin, yang dia atau Tesla kendalikan. Dia dituduh dengan sengaja meningkatkan harga Dogecoin lebih dari 36.000% sebelum dengan sengaja menurunkan nilainya. Musk dan Tesla meminta penolakan tuntutan amendemen kedua pada Maret 2023, tetapi Hakim Distrik AS Alvin Hellerstein mengizinkan amendemen ketiga dan menolak Dogecoin Foundation sebagai terdakwa.


Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1