Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis
Berita Terpopuler 11 Mei 2023
shareIcon
Berita Terpopuler 11 Mei 2023
11 May 2023, 12:05 AM
·
Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Berita Terpopuler 11 Mei 2023
Berikut lima berita terpopuler untuk semua artikel pada 11 Mei 2023.

1. Dolar AS Kini 'Dibuang', Ini Negara yang Jadi Biang Keroknya (Sumber: CNBC Indonesia)

Beberapa negara, termasuk China dan Brasil, sedang mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS, mendorong negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya. Bank Indonesia tengah mempersiapkan transaksi mata uang lokal (LCT) yang akan mencakup transaksi lintas batas, memungkinkan orang Indonesia untuk melakukan transaksi dalam rupiah dan mata uang lokal negara yang bersangkutan. Kerja sama pembayaran lintas batas antara negara-negara ASEAN ini termasuk kode QR, pembayaran cepat, data, RTGS, dan transaksi mata uang lokal. Fenomena dedolarisasi didorong oleh dinamika yang berubah dari ekonomi global, termasuk sanksi AS terhadap Rusia. Uni Emirat Arab juga mulai menggunakan mata uang lokal, yaitu rupiah dan dirham sebagai pembayaran perdagangan non-minyak mentah. Dolar AS tetap mendominasi sebagai mata uang cadangan global, tetapi data IMF menunjukkan bahwa pangsa dolar dalam cadangan mata uang bank sentral turun dari lebih dari 70% menjadi sekitar 50%. Bank sentral di seluruh dunia mengumpulkan emas untuk melakukan diversifikasi cadangan mereka, tidak hanya didominasi oleh dolar AS.

2. Wahai Warga Amerika, Biarkanlah Pemilik Emas Berpesta.... (Sumber: CNBC Indonesia)

Harga emas terus meningkat, dengan tren positif terlihat pada perdagangan awal dan beberapa pengembangan penting di AS yang menyebabkannya menguat. Kekhawatiran tentang batas plafon utang pemerintah AS dan data inflasi yang akan dirilis hari ini mendorong investor menuju aset tempat perlindungan seperti emas. AS menghadapi masalah hutang dan terancam gagal bayar. Sementara kenaikan harga emas menarik minat investor, ketidakpastian tentang inflasi yang menurun akan membebani pergerakan emas. Krisis perbankan AS juga dilihat sebagai dukungan potensial yang dapat menyebabkan harga emas melonjak lagi.

3. Koin Kripto Ini Terbang 237% Seminggu, Bitcoin Malah Anjlok (Sumber: CNBC Indonesia)

Di tengah penurunan pasar kripto, koin meme PEPE telah mengalami peningkatan ratusan persen setiap minggunya. Koin meme adalah aset kripto yang kurang serius daripada koin lainnya dan sering memiliki pengikut fanatik karena karakteristik lucu mereka. Bitcoin melemah sebesar 2,78% dan Ethereum sebesar 3,02%, sementara Binance mengalami penurunan harian sebesar 0,79%. Koin meme seperti DOGE dan SHIB saat ini memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, tetapi lonjakan terlihat pada koin PEPE, yang menguat sebesar 237% dalam seminggu terakhir. Sentimen positif ini dapat mengarah pada kenaikan pasar yang akan datang.

4. Bank Regional AS Goyang Lagi, Wall Street Kembali Merah (Sumber: CNBC Indonesia)

Bursa saham Amerika Serikat melemah pada awal perdagangan Selasa, dengan saham bank-bank regional yang volatile menjadi faktor kontributor. Indeks Dow Jones melemah 0,2%, S&P 500 sebesar 0,5%, dan Nasdaq memimpin penurunan sebesar 0,7%. Pemain pasar sedang menunggu pembicaraan rutin antara Presiden AS Joe Biden dan Ketua Partai Republik DPR Kevin McCarthy, dan ada kekhawatiran tentang AS menghadapi masalah utang ketika telah mencapai batas US$31,4 triliun. Menteri Keuangan AS Janet Yellen telah memperingatkan bahwa AS akan kehabisan dana pada awal Juni jika batas utang tidak ditingkatkan.

5. Rupiah menurun jelang rilis inflasi AS (Sumber: Antara News)

Kebanyakan mata uang global melemah terhadap dolar Amerika Serikat, termasuk rupiah yang menurun sebesar 0,10 persen dalam perdagangan Rabu pagi di Jakarta. Analis pasar valuta asing Bank Mandiri, Reny Eka Putri, menyatakan hal ini kemungkinan disebabkan oleh rilis data inflasi AS yang diantisipasi, yang tidak diharapkan menurun secara signifikan. Meskipun demikian, indeks dolar Amerika Serikat tetap relatif stabil di angka 101, yang merupakan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya.


Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1