Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis
Berita Terpopuler 4 April 2023
shareIcon
Berita Terpopuler 4 April 2023
4 Apr 2023, 11:04 AM
·
Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Berita Terpopuler 4 April 2023
Berikut lima berita terpopuler untuk semua artikel pada 4 April 2023.

1. Pasar Kripto Membaik, Bitcoin Bisa Tembus US$ 30.000 Lagi? (Sumber: CNBC Indonesia)

Mata uang kripto utama mengalami koreksi harian, tetapi pasar mingguan cenderung hijau karena peningkatan sentimen pasar. Bitcoin mengalami pelemahan sebesar 1,04% pada harga $ 28.096,53 per koin dan Ethereum mengalami pelemahan sebesar 1,44% pada harga $ 1.789,13 per koin. BNB terus melemah karena tuntutan hukum yang dihadapinya, menyentuh harga $ 313,53. Selama seminggu, BNB (-4,51%) dan MATIC (-0,96%) mengalami penurunan signifikan, sementara XRP (+16,22%), ADA (+7,22%), dan DOGE (+6,04%) mengalami peningkatan signifikan. Harapan untuk minggu ini termasuk rilis data produktivitas sebagai ukuran potensi ekonomi AS di masa depan.

2. Harga Kripto Masih Disitu-Situ Aja, Ternyata Karena Ini (Sumber: CNBC Indonesia)

Pasar-pasar kriptokurensi menunjukkan performa campur pada perdagangan hari Minggu di tengah-tengah ketidakpastian yang terus berlanjut di industri kripto AS karena kebijakan pembatasan dari pemerintah. Bitcoin dan Ethereum melemah sedikit, sedangkan beberapa altcoin, seperti Dogecoin, menguat. Bittrex, sebuah bursa kripto yang berbasis di AS, memilih untuk menutup platformnya di AS karena persyaratan regulasi yang sering tidak jelas dan tanpa diskusi atau masukan dari para pemangku kepentingan. Hal ini mencerminkan ketidakpuasan industri kripto di AS terhadap kebijakan pemerintah. Industri kripto di AS telah menghadapi pengawasan dan ketidakpastian karena perubahan kebijakan, yang telah menyebabkan krisis dan kegagalan perusahaan dan proyek kripto. Prospek jangka pendek hingga menengah untuk kripto tetap stagnan, namun para ahli kripto berharap adanya peningkatan hingga akhir tahun ini.

3. Harga Emas Jeblok Akibat Ulah Arab Saudi dan Rusia (Sumber: CNBC Indonesia)

Harga emas turun setelah Arab Saudi dan OPEC mengumumkan pemotongan produksi, yang dapat menyebabkan harga energi naik dan inflasi meningkat. Bank sentral AS, Federal Reserve, kemungkinan akan mempertahankan kebijakan hawkishnya lebih lama sebagai hasilnya. Harga emas turun selama dua minggu berturut-turut, dengan penurunan terbaru disebabkan oleh keputusan OPEC. Pemangkasan produksi dapat menyebabkan harga energi global naik, yang merupakan penyebab utama inflasi di AS. Jika inflasi naik lagi, kebijakan hawkish Fed dapat menyebabkan harga emas runtuh.

4. Elon Musk Dituduh Nipu dan Pompom Dogecoin, Digugat Rp 3.867 T (Sumber: CNBC Indonesia)

Elon Musk dan Tesla telah meminta hakim AS untuk menolak gugatan $258 miliar yang menuduh pendiri perusahaan menjalankan skema piramida untuk mendukung Dogecoin. Gugatan oleh investor Dogecoin berpendapat bahwa Musk dengan sengaja meningkatkan harga mata uang kripto, kemudian membiarkannya jatuh, yang menghasilkan miliaran dolar keuntungan atas kerugian investor lain. Pengacara Musk menolak klaim tersebut sebagai "karya fiksi yang fantastis," mengatakan bahwa tweet terlalu samar untuk mendukung tuduhan penipuan. Para penggugat mengatakan mereka yakin kasus mereka akan menang di pengadilan.

5. Harga Emas Turun, Apa Kabar Saham Produsen Emas RI? (Sumber: CNBC Indonesia)

Saham pertambangan emas di Indonesia mengalami volatilitas selama sesi perdagangan pertama pada tanggal 3 April, dengan hanya satu dari enam saham yang diamati mengalami kenaikan di tengah penurunan harga emas acuan dunia. Saham pertambangan emas dari Grup Bakrie paling terpukul, dengan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merosot 1,76% menjadi Rp 167/saham. Pengurangan produksi minyak oleh OPEC dan Arab Saudi dapat meningkatkan harga energi dan inflasi di AS, yang dapat menyebabkan The Fed menjaga kebijakan yang agresif lebih lama dan mengancam harga emas jika inflasi kembali meningkat.


Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1