
1. Emas Lagi Ga Ada Lawan! Fed 'Galak' pun, Harga Emas Terbang (Sumber: CNBC Indonesia)
Meskipun Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, harga emas terus menguat dan naik karena dianggap sebagai aset yang aman. Pernyataan Fed yang mempertimbangkan untuk menahan suku bunga sebelum menaikannya disambut baik, dan keputusan apa pun diharapkan dapat mendukung pergerakan harga emas. Harga emas juga melonjak karena krisis baru-baru ini yang melibatkan tiga bank AS, yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang dampak suku bunga tinggi pada ekonomi dan menyebabkan investor mencari aset aman seperti emas. Pelemahan dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS juga mendukung kekuatan emas.
2. Suku Bunga AS Naik! Bursa Saham Jeblok, Bitcoin Cs Cerah Loh (Sumber: CNBC Indonesia)
Meskipun bank sentral Amerika Serikat (the Fed) menaikkan suku bunga acuannya, pasar kripto tetap bullish. Bitcoin dan Ethereum masing-masing naik sebesar 1,1% dan 0,58%, sedangkan Cardano naik paling banyak sebesar 1,34%. Namun, altcoins mengalami kekacauan dengan Tron mendapat koreksi sekitar 10% karena Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat mengejar tindakan penegakan hukum atas pelanggaran sekuritas. Pasar telah berada dalam mode koreksi selama seminggu terakhir dengan Bitcoin dan Ethereum masing-masing turun 2,07% dan 3,11%.
3. Party Bitcoin Break Dulu Ya, Tunggu Om Powell Ngomong Apa (Sumber: CNBC Indonesia)
Pasaran mata wang kripto terkunci sekarang kerana para pelabur menunggu hasil mesyuarat Jawatankuasa Pasaran Terbuka Persekutuan (Federal Open Market Committee) yang dijangka akan menghasilkan pelonggaran likuiditi kewangan. Akibatnya, Bitcoin naik sebanyak 1.87%, Ether meningkat 3.11%, dan Binance Coin meningkat 1.90%. Sementara itu, Tether dan USD Coin yang stabil jatuh sedikit, dan token XRP meningkat sebanyak 17.37% dalam 24 jam yang lalu. Saham syarikat kripto raksasa Amerika Syarikat Coinbase meningkat sebanyak 12% kerana syarikat tersebut mengumumkan pengembangannya ke Brazil.
4. Visa dan Mastercard Bikin Rugi, RI Nombok Triliunan Tiap Tahun (Sumber: CNBC Indonesia)
Industri pembayaran elektronik di Indonesia saat ini didominasi oleh Visa dan Mastercard, yang merupakan penyedia layanan kartu kredit asing. Bank domestik membayar sekitar $2 miliar dalam biaya ke penyedia internasional ini setiap tahun, yang menarik perhatian Bank Indonesia karena beban biaya yang diberikan pada bank dan potensi tekanan yang dapat diberikan pada neraca pembayaran. Pakar ekonomi menyarankan penggunaan kartu kredit domestik daripada Visa dan Mastercard dapat mengurangi kewajiban asing dan menghemat cadangan devisa. Bank Indonesia berencana meluncurkan layanan kartu kredit domestik pada bulan April untuk mengelola transaksi di dalam negeri.
5. Habis Turun, Harga Emas Diramal Terbang ke Rp 1,39 Juta (Sumber: CNBC Indonesia)
Para analis memprediksi bahwa harga emas bisa mencapai rekor tertinggi yang pernah ada karena adanya potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan krisis perbankan kecil di Amerika Serikat. Harga emas telah naik sebesar 10% sejak awal Maret, mencapai lebih dari US$2.000 per ons. Perusahaan layanan keuangan CMC Markets memprediksi bahwa harga emas bisa naik menjadi antara US$2.500 - US$2.600 per ons. Di jangka panjang, pembelian emas bank sentral diperkirakan akan mendukung harga emas. Pada tahun 2022, permintaan emas mencapai rekor tertinggi dalam 11 tahun karena pembelian bank sentral yang besar.
Disclaimer: Konten berikut ditulis dan dikurasi secara otomatis menggunakan teknologi AI.


