Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
Kamus
Book Value
shareIcon

Book Value

0  dilihat·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Book Value
Book value adalah nilai bersih perusahaan berdasarkan catatan akuntansi; total aset dikurangi total liabilitas, dibagi jumlah saham beredar.

Apa Itu Book Value?

Book value (nilai buku) adalah nilai aset bersih perusahaan berdasarkan catatan akuntansi — dihitung dari total aset dikurangi total liabilitas. Jika dibagi jumlah saham beredar, hasilnya disebut Book Value per Share (BVPS), yaitu nilai buku untuk setiap lembar saham.

Book value mencerminkan berapa besar aset yang secara teoritis akan diterima pemegang saham jika perusahaan dilikuidasi dan seluruh utangnya dilunasi. Di pasar modal, book value sering disebut sebagai "jangkar realitas" karena berbasis catatan akuntansi, berbeda dari harga saham di pasar yang bisa dipengaruhi spekulasi dan sentimen investor.

Baca juga: Price to Earning Ratio | Price to Book Value (PBV)

Rumus Book Value

Ada dua rumus yang perlu dipahami investor:

1. Book Value (nilai buku total perusahaan):

Book Value = Total Aset − Aset Tidak Berwujud (Intangible Assets) − Total Liabilitas

2. Book Value per Share / BVPS (nilai buku per lembar saham):

BVPS = (Total Aset − Total Liabilitas) ÷ Jumlah Saham Beredar

Contoh Perhitungan Book Value

Misalkan sebuah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki total aset Rp10 triliun dan total liabilitas Rp6 triliun, dengan 4 miliar lembar saham beredar.

  • Ekuitas: Rp10T − Rp6T = Rp4 triliun

  • Book Value per Share (BVPS): Rp4 triliun ÷ 4 miliar lembar = Rp1.000 per saham

Artinya, jika perusahaan ini dilikuidasi hari ini dan seluruh asetnya dijual untuk melunasi utang, setiap pemegang satu lembar saham secara teoritis berhak atas Rp1.000.

Mengapa Book Value Penting bagi Investor?

Book value menjadi dasar bagi akuntan dan investor untuk mengecek apakah perusahaan berhasil memanfaatkan asetnya untuk menciptakan nilai tambah dari waktu ke waktu. Jika book value sebuah perusahaan terus meningkat antar periode, ini indikasi perusahaan berhasil menambah total aset atau menurunkan liabilitasnya — sinyal positif bagi kesehatan keuangan jangka panjang.

Dalam praktik investasi, book value paling sering dipakai oleh value investor yang mencari saham dengan harga murah namun memiliki nilai intrinsik yang kuat.

Rasio Keuangan Berbasis Book Value

Price to Book Value (PBV)

PBV adalah rasio yang membandingkan harga pasar saham dengan nilai bukunya, untuk menilai apakah harga saham tersebut overpriced atau undervalued.

Rumus: PBV = Harga Saham ÷ Book Value per Share

  • PBV = 1 → harga saham sesuai dengan nilai intrinsiknya.

  • PBV < 1 → harga saham lebih murah dari nilai bukunya — sering dianggap sinyal undervalued oleh penganut value investing.

  • PBV > 1 → saham diperdagangkan dengan premi di atas nilai bukunya.

Investor biasanya membandingkan PBV satu perusahaan dengan rata-rata PBV kompetitor di sektor yang sama untuk menilai kewajaran harga.

Apa Artinya PBV di Bawah 1?

PBV di bawah 1 berarti harga pasar saham berada di bawah nilai buku akuntansinya. Bagi value investor, ini sering dibaca sebagai sinyal saham "diskon". Namun, investor tetap perlu waspada terhadap value trap — PBV rendah bisa juga mencerminkan keraguan pasar terhadap kualitas aset perusahaan atau prospek bisnis yang memburuk, bukan semata soal harga murah.

Kapan Book Value Menjadi Kurang Akurat?

Relevansi book value berbeda-beda tergantung sektor industri:

Karakteristik

Sektor Tradisional (Bank, Properti)

Sektor Teknologi & Jasa

Aset utama

Fisik — tanah, bangunan, kas

Tidak berwujud — paten, algoritma, merek

Relevansi book value

Sangat tinggi, aset mudah dinilai

Rendah, aset sering tidak tercatat penuh

Fokus investor

Kekuatan neraca dan ekuitas

Potensi pertumbuhan dan arus kas

Di Indonesia, saham-saham perbankan besar di IDX umumnya diperdagangkan jauh di atas nilai bukunya (PBV > 2) karena tingginya kepercayaan pasar terhadap kemampuan mereka mencetak laba secara konsisten — bukan semata nilai aset di neraca.

FAQ Seputar Book Value

Apa beda book value dan market value?

Book value dihitung dari data akuntansi (aset dikurangi liabilitas) dan bersifat historis, sedangkan market value adalah nilai saham berdasarkan harga pasar saat ini yang dipengaruhi persepsi dan sentimen investor.

Bagaimana cara menghitung book value per saham?

BVPS = (Total Aset − Total Liabilitas) ÷ Jumlah Saham Beredar. Datanya bisa diambil langsung dari laporan posisi keuangan (neraca) perusahaan.

Apakah PBV rendah selalu berarti saham murah?

Tidak selalu. PBV rendah bisa menandakan saham undervalued, tapi bisa juga menjadi value trap jika mencerminkan masalah fundamental pada kualitas aset atau prospek bisnis perusahaan.

Apakah book value relevan untuk semua sektor saham?

Tidak sama rata. Book value sangat relevan untuk sektor dengan aset fisik dominan seperti perbankan dan properti, tapi kurang relevan untuk sektor teknologi dan jasa yang nilainya lebih banyak berasal dari aset tidak berwujud.

Sumber: Investopedia, Kata Data, Finansialku

 

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1