IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan adalah indikator utama yang mencerminkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar tertimbang (market-cap weighted) dari semua emiten yang terdaftar, sehingga pergerakan saham berkapitalisasi besar memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap nilai indeks.
IHSG berfungsi sebagai barometer kesehatan pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Ketika IHSG naik, artinya secara agregat harga saham di BEI sedang mengalami apresiasi; sebaliknya, penurunan IHSG mencerminkan tekanan jual yang meluas. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi domestik, kebijakan moneter Bank Indonesia, harga komoditas global, hingga sentimen investor asing.
Selain IHSG, BEI juga memiliki sejumlah indeks sektoral dan tematik seperti LQ45 (45 saham paling likuid), IDX30, serta berbagai indeks sektoral yang memudahkan investor untuk mengukur kinerja segmen pasar tertentu. Investor asing seringkali menggunakan IHSG sebagai acuan pertama dalam menilai daya tarik pasar modal Indonesia dibandingkan pasar negara berkembang lainnya di Asia Tenggara.
Bagi investor, memahami pergerakan IHSG penting sebagai konteks makro dalam pengambilan keputusan investasi. Namun, kinerja portofolio individu tidak selalu berkorelasi sempurna dengan pergerakan IHSG, terutama jika portofolio terkonsentrasi di sektor atau saham tertentu.
Ditulis oleh
Davion ArsinioContent Writer at Pluang














