Berita & Analisis
Nasdaq dan FTSE Ubah Aturan Demi SpaceX Tapi S&P 500 Masih Bertahan

Sesuatu yang belum pernah terjadi dalam sejarah pasar modal baru saja terjadi: tiga indeks saham terbesar di dunia secara bersamaan mengubah aturan eligibility mereka untuk mengakomodasi satu perusahaan. Nasdaq mengubah aturannya. FTSE Russell mengubah aturannya. Semuanya dengan satu tujuan yang sama: memastikan SpaceX bisa masuk indeks secepat mungkin setelah IPO.
Tapi ada satu pengecualian. Satu indeks yang mengelola lebih banyak uang dari semua yang lain digabungkan, S&P 500, dengan $13 triliun aset yang mengacunya, memutuskan untuk tetap berpegang pada peraturannya. Keputusan itu diumumkan pada 5 Juni 2026, seminggu sebelum IPO terbesar dalam sejarah dimulai, dan langsung menjadi salah satu debat terbesar di komunitas investasi global.
Untuk investor indeks Saham AS, yang mengikuti perkembangan IPO SpaceX, memahami split ini penting: kamu akan mendapat eksposur ke forced buying dari Nasdaq-100 dan Russell dalam hitungan minggu, tapi mesin indeks terbesar, S&P 500, masih terkunci untuk minimal satu tahun ke depan.
Untuk memahami mengapa perubahan aturan ini terjadi, kamu perlu memahami masalah yang mereka coba selesaikan. Sistem indeks modern dibangun di era ketika perusahaan tumbuh secara bertahap. Yaitu ketika startup kecil IPO, perlahan tumbuh, dan akhirnya cukup besar untuk masuk indeks. Tidak ada yang membangun sistem ini dengan skenario: perusahaan langsung listing dengan valuasi $1,75 triliun dan langsung menjadi salah satu dari 10 perusahaan paling bernilai di dunia.
SpaceX adalah anomali yang sistem tidak siap hadapi. Jika aturan lama dibiarkan, indeks-indeks ini akan merepresentasikan 'pasar AS' tanpa memasukkan perusahaan ke-7 atau ke-8 terbesar di AS selama berbulan-bulan. Ini kontradiksi fundamental — indeks yang seharusnya merepresentasikan pasar justru tidak mencerminkan realita pasar.
"SpaceX demanding fast-track Nasdaq 100 entry was a key factor in choosing Nasdaq as listing venue — and the exchange obliged." — Multiple sources, Reuters & Bloomberg, Maret 2026
Berikut perbandingan aturan lama vs baru dari masing-masing indeks:
Indeks | Aturan Lama | Aturan Baru | Berlaku Sejak |
Nasdaq-100 (QQQ) | ~3 bulan waiting period | 15 hari kerja setelah IPO jika market cap masuk top-40 | 1 Mei 2026 |
FTSE Russell (IWM/FTSE Global) | Beberapa bulan waiting period | Sesingkat 5 hari kerja setelah IPO | 2026 |
S&P 500 (SPY) | 12 bulan + 4 kuartal GAAP profit + 10% float | TIDAK BERUBAH, semua syarat tetap berlaku | Tidak ada perubahan |
Nasdaq-100 Fast Entry (berlaku 1 Mei 2026): Efektif tepat sebulan sebelum IPO SpaceX, Nasdaq mengadopsi aturan yang memperbolehkan perusahaan dengan market cap masuk top-40 Nasdaq-100 untuk eligible masuk indeks hanya 15 hari kerja setelah IPO. Float minimum dihapuskan. Goldman Sachs mengestimasi perubahan ini saja bisa memicu hingga $60 miliar forced buying dari lebih dari 200 produk investasi yang melacak Nasdaq-100.
FTSE Russell (berlaku 2026): Lebih agresif dari Nasdaq. FTSE Russell mempersingkat jendela-nya hingga hanya 5 hari kerja setelah IPO. Ini berarti SpaceX bisa masuk FTSE Global dalam seminggu pertama trading. Dengan sekitar $800 miliar+ AUM yang mengacu indeks FTSE global, ini adalah gelombang forced buying kedua yang sangat signifikan.
Pada 5 Juni 2026, S&P Dow Jones Indices mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengubah satupun dari tiga syarat utama eligibility S&P 500. Ini adalah keputusan yang secara eksplisit berlawanan dengan apa yang Nasdaq dan FTSE sudah lakukan:
Syarat S&P 500 | Detailnya | Status SpaceX |
Seasoning 12 Bulan | Harus terdaftar minimal 12 bulan sebelum memenuhi syarat | ❌ Baru IPO Juni 2026, baru bisa terdaftar pertengahan 2027 |
4 Kuartal GAAP Profit | Laba bersih positif 4 kuartal berturut-turut | ❌ Net loss $4,94M (2025) dan $4,28M (Q1 2026) |
Minimum 10% Public Float | 10% saham harus tersedia di pasar publik | ❌ SpaceX float hanya ~5% dari total saham |
Market Cap Minimum | Minimal $22,7 miliar | ✅ $1,75 triliun |
Alasan utama penolakan profitabilitas: SpaceX membukukan net loss $4,94 miliar di 2025 meski revenue naik 33% menjadi $18,67 miliar. Di Q1 2026, kerugian berlanjut di $4,28 miliar yang sebagian besarnya akibat investasi masif xAI ($2,5 miliar per kuartal). Starlink sendiri sangat profitable ($4,42 miliar operating income), tapi angka GAAP konsolidasi tetap merah.
S&P memberikan argumen yang jelas: membuat pengecualian hanya karena perusahaan besar menciptakan preseden berbahaya. $13 triliun aset yang dikelola secara pasif mengacu S&P 500 dan investor pasif tidak memilih saham. Mereka terpaksa membeli apapun yang masuk indeks, pada harga berapa pun. Memasukkan perusahaan dengan float hanya 5% dan masih merugi bisa menciptakan volatilitas sistemik yang merugikan jutaan penabung pensiunan.
Keputusan S&P langsung memicu perdebatan sengit di komunitas investasi global dan kedua sisi punya argumen yang kuat:
Kubu 'S&P benar': Art Hogan dari B. Riley Wealth memuji S&P karena "tetap berbasis aturan." Argumennya: dana pensiun jutaan orang Amerika bergantung pada S&P 500. Memaksa mereka membeli saham perusahaan yang baru IPO, belum profitable, dengan float sangat kecil, pada valuasi $1,75 triliun adalah risiko yang tidak perlu diambil. Rules exist for a reason.
Kubu 'S&P ketinggalan zaman': Jika S&P 500 seharusnya merepresentasikan 500 perusahaan terbesar AS, bagaimana mungkin perusahaan ke-7 terbesar tidak masuk? Ini seperti "daftar 500 orang terkaya Indonesia" yang tidak memasukkan seseorang karena mereka baru kaya tahun ini. Nasdaq dan FTSE sudah bergerak dan S&P terlihat kaku.
Perspektif investor retail: WSJ's Jason Zweig punya pendapat yang tajam: tanpa S&P, tidak ada 'retirement account buywall' yang dipaksa membeli SPCX. Artinya harga lebih bergantung pada permintaan organik investor yang benar-benar percaya pada tesis perusahaan. Untuk investor jangka panjang, ini mungkin justru lebih sehat.
Gambaran besarnya: dalam 3 bulan pertama setelah listing, SpaceX akan masuk tiga indeks besar (Nasdaq-100, FTSE Global, Russell 1000) dengan total estimasi forced buying di angka $80–100 miliar. Angka ini signifikan, tapi jauh di bawah potensi yang bisa terjadi jika S&P 500 ikut bergerak.
Dengan aturan yang berlaku saat ini, ada roadmap yang jelas:
Juni 2027: Seasoning period 12 bulan terpenuhi. Ini syarat yang pasti bisa dipenuhi hanya dengan berjalannya waktu.
4 kuartal GAAP profit: SpaceX harus mencatatkan laba bersih positif selama 4 kuartal berturut-turut. Dengan investasi xAI yang masih berjalan, ini bergantung pada kapan xAI mencapai breakeven atau SpaceX mengubah strategi investasinya.
10% public float: Float saat ini ~5%. SpaceX bisa menaikkan float melalui secondary offering atau seiring lock-up berakhir. Lock-up Musk sendiri adalah 366 hari artinya Juni 2027 lock-up mulai bisa berakhir.
Skenario optimis (Terdaftar S&P H2 2027): Jika xAI mulai berkontribusi positif dan Starlink terus tumbuh, SpaceX berpotensi profitable secara GAAP di 2027. Dengan market cap $1,75 triliun+, SpaceX langsung menjadi saham ke-7 terbesar di S&P 500 yang lebih besar dari Tesla, Berkshire, dan hampir semua perusahaan lain.
Tiga takeaway paling praktis dari situasi ini:
Forced buying Nasdaq-100 terjadi cepat. Dalam 15 hari kerja setelah 12 Juni (sekitar akhir Juni 2026) $60 miliar forced buying dari Nasdaq-100 akan mulai mengalir ke SPCX. Investor yang membeli di harga IPO $135 berpotensi memegang saham sebelum gelombang ini terjadi.
Pendaftaran S&P 500 adalah catalyst masa depan. Justru karena S&P belum masuk, pendaftaran di 2027–2028 menjadi potensi katalis harga yang sangat besar karena $13 triliun aset pasif yang tiba-tiba dipaksa membeli dalam waktu bersamaan. Investor yang masuk sekarang berpotensi menikmati dua gelombang: Nasdaq sekarang, S&P nanti.
Harga lebih bergantung pada fundamental, bukan mekanis. Tanpa S&P 500 forced buying jangka pendek, harga SPCX akan lebih mencerminkan permintaan organik dari investor yang benar-benar percaya pada bisnis. Ini berarti volatilitas lebih tinggi jangka pendek, tapi harga yang lebih 'jujur' mencerminkan tesis investasi yang sesungguhnya.
Ini bukan saran investasi. Investasi selalu mengandung risiko termasuk kemungkinan kerugian modal. Pluang adalah platform investasi yang berizin dan diawasi oleh OJK.


