Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Sejarah 100 Tahun S&P 500: Perjalanan Indeks Saham AS
shareIcon

Sejarah 100 Tahun S&P 500: Perjalanan Indeks Saham AS

31 Aug 2026, 3:56 PM
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
sejarah-sp-500
S&P 500 adalah indeks yang melacak kinerja 500 perusahaan besar yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat, dan sejak cikal bakalnya diperkenalkan pada 1926 hingga 2026, indeks ini telah melewati Great Depression, Black Monday 1987, gelembung dot-com, krisis keuangan 2008, dan pandemi COVID-19, sebelum menembus level 7.000 pada April 2026. Perjalanan hampir 100 tahun ini menjadi salah satu rujukan utama untuk memahami siklus pasar saham AS jangka panjang — lengkap dengan periode jatuh tajam dan pemulihannya.

Kapan S&P 500 Pertama Kali Diperkenalkan?

Cikal bakal S&P 500 dimulai pada 1926, ketika Standard Statistics Company meluncurkan Composite Stock Index yang saat itu masih berisi 90 saham. Indeks ini baru resmi diperluas menjadi 500 saham dan berganti nama menjadi S&P 500 Stock Composite Index pada Maret 1957, setelah Standard Statistics dan Poor's Publishing bergabung menjadi Standard & Poor's.

Bagaimana S&P 500 Melewati Great Depression?

Antara Desember 1927 dan Agustus 1929, indeks sempat naik dari 17,66 ke 31,71 sebelum jatuh drastis akibat Wall Street Crash 1929. Indeks terus merosot hingga menyentuh titik terendah 4,43 pada Juni 1932 — penurunan yang menjadi salah satu koreksi terdalam dalam sejarah pasar modal AS. Butuh waktu puluhan tahun bagi indeks untuk kembali ke level sebelum Depresi, yang baru tercapai pada September 1954 di level 32,31.

Apa yang Terjadi Saat Black Monday 1987?

Setelah mencapai 336,77 pada 25 Agustus 1987, indeks mengalami salah satu penurunan harian terbesar dalam sejarah pasar modal modern — anjlok 20,47% dalam satu hari pada 19 Oktober 1987, yang kemudian dikenal sebagai "Black Monday". Meski demikian, indeks berhasil pulih ke level sebelum crash dalam waktu sekitar dua tahun, tercatat kembali di 336,77 pada 26 Juli 1989.

Bagaimana Kondisi S&P 500 Selama Gelembung Dot-Com?

Memasuki era 1990-an, S&P 500 pertama kali ditutup di atas 500 pada 24 Maret 1995 dan menembus 1.000 pada 2 Februari 1998. Euforia saham teknologi membawa indeks mencatat rekor intraday 1.552,87 pada 24 Maret 2000, sebelum gelembung dot-com pecah dan indeks jatuh ke 768,83 pada 10 Oktober 2002.

Seberapa Dalam Dampak Krisis Keuangan 2008?

Setelah mencetak rekor penutupan 1.565,15 pada 9 Oktober 2007, S&P 500 masuk ke salah satu periode terburuknya akibat krisis subprime mortgage dan keruntuhan Lehman Brothers. Indeks jatuh ke titik terendah bear market di level 666 pada 6 Maret 2009 — penurunan sekitar 56,8% dari puncaknya di Oktober 2007, menjadikannya salah satu koreksi terdalam sejak Great Depression.

Bagaimana S&P 500 Pulih dan Tumbuh Pasca-2009?

Dari titik terendah 2009, S&P 500 memasuki fase pemulihan dan pertumbuhan jangka panjang: menembus 2.000 pada 26 Agustus 2014, mencatat rekor 2.130,82 pada Mei 2015, melewati 2.500 pada September 2017, dan mencapai 3.000 pada Juli 2019. Pandemi COVID-19 sempat memicu koreksi tajam — indeks anjlok 9,5% dalam satu hari pada 16 Maret 2020, penurunan harian terburuk sejak 1987 — namun pulih relatif cepat dan melanjutkan tren naik: menembus 4.000 pada April 2021, 5.000 pada Februari 2024, 6.000 pada November 2024, hingga 7.000 pada 15 April 2026.

Angka-angka historis di atas bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1926–2026.

Apa Pelajaran dari 100 Tahun Perjalanan S&P 500?

Sepanjang hampir satu abad, S&P 500 telah melewati setidaknya lima periode koreksi besar — Great Depression, Black Monday 1987, dot-com, krisis 2008, dan COVID-19 — namun secara historis selalu berhasil membentuk level tertinggi baru setelah setiap periode pemulihan selesai. Pola ini kerap dijadikan salah satu rujukan diskusi tentang horizon investasi jangka panjang dan pentingnya diversifikasi, meski tetap penting diingat bahwa kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan, dan setiap siklus pasar memiliki penyebab serta durasi yang berbeda-beda.

Bagaimana Cara Investor Indonesia Mendapatkan Eksposur ke S&P 500?

Investor di Indonesia dapat memperoleh eksposur ke pasar saham AS, termasuk emiten-emiten yang tergabung dalam S&P 500, melalui produk Saham AS di aplikasi Pluang, yang juga menyediakan akses pasar saham & ETF AS selama 24 jam. Sebelum bertransaksi, penting untuk memahami bahwa investasi saham individu maupun exchange-traded fund (ETF) yang melacak S&P 500 tetap mengandung risiko fluktuasi harga dan bukan jaminan keuntungan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu S&P 500?

S&P 500 adalah indeks pasar saham yang melacak kinerja 500 perusahaan besar yang tercatat di bursa saham Amerika Serikat, dan menjadi salah satu tolok ukur utama kondisi ekonomi dan pasar modal AS.

Kapan S&P 500 resmi berisi 500 saham?

Indeks ini resmi diperluas menjadi 500 saham dan diberi nama S&P 500 Stock Composite Index pada Maret 1957.

Kapan penurunan terbesar S&P 500 dalam sejarah?

Beberapa penurunan terdalam tercatat pada Great Depression (1929–1932), Black Monday (19 Oktober 1987, turun 20,47% dalam satu hari), dan krisis keuangan 2008 (turun sekitar 56,8% dari puncak Oktober 2007 ke titik terendah Maret 2009).

Berapa lama S&P 500 biasanya pulih setelah crash?

Waktu pemulihan bervariasi tergantung penyebab krisis — mulai dari sekitar dua tahun pasca-Black Monday 1987, hingga puluhan tahun pasca-Great Depression. Setiap periode krisis memiliki karakteristik dan durasi pemulihan yang berbeda, sehingga tidak bisa dijadikan patokan pasti untuk krisis berikutnya.

Bagaimana cara investor Indonesia membeli saham yang tergabung dalam S&P 500?

Investor di Indonesia dapat mengakses saham-saham AS, termasuk emiten yang tercatat dalam indeks S&P 500, melalui platform yang menyediakan produk Saham AS seperti Pluang, dengan tetap memperhatikan risiko investasi yang menyertainya.

Kesimpulan

Perjalanan hampir 100 tahun S&P 500 — dari 90 saham pada 1926 hingga menembus level 7.000 pada 2026 — menggambarkan bagaimana indeks ini berulang kali melewati periode krisis besar dan membentuk level tertinggi baru setelahnya. Sejarah ini sering dijadikan bahan diskusi soal horizon investasi jangka panjang, namun setiap keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan risiko dan tujuan finansial masing-masing, bukan semata performa historis indeks.


Disclaimer

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Data historis S&P 500 bersumber dari Wikipedia (Closing milestones of the S&P 500) dan dapat berbeda dari catatan resmi penyedia data pasar lain. Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Periode data: 1926–2026.

Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1