Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Screener Saham Terbaik: Fundamental & Teknikal
shareIcon

Screener Saham Terbaik: Fundamental & Teknikal

6 Jul 2026, 1:56 PM
·
Waktu baca: 10 menit
shareIcon
screener-saham-terbaik
Screener saham adalah alat menyaring ribuan saham di BEI. Simak kriteria fundamental, teknikal, platform terbaik, dan cara mulai investasi di Pluang.

Screener saham adalah alat digital yang menyaring ribuan saham di bursa berdasarkan kriteria yang kamu tentukan — seperti PER rendah, ROE tinggi, atau harga yang menembus resistance. Per April 2026, terdapat 957 emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: Katadata/BEI) — jumlah yang membuat analisis satu per satu tidak efisien tanpa alat bantu penyaringan.

Ada dua jenis utama: screener fundamental (menyaring berdasarkan rasio keuangan) dan screener teknikal (menyaring berdasarkan pola harga & indikator). Platform screener yang umum dipakai di Indonesia mencakup IDX Stock Screener (gratis, resmi BEI), TradingView, Stockbit, dan RTI Business. Artikel ini mengulas cara kerja, kriteria screening, dan panduan memilih platform yang sesuai kebutuhanmu.

Apa Itu Screener Saham?

Jawaban Singkat:

●       Screener saham adalah alat yang menyaring otomatis saham-saham di BEI berdasarkan kriteria yang kamu tentukan sendiri.

●       Ada dua jenis utama: fundamental (rasio keuangan) dan teknikal (pola harga & indikator).

●       Screener mempersempit ratusan emiten jadi daftar kandidat dalam hitungan detik — bukan keputusan beli final.

Screener saham adalah fitur atau platform yang memungkinkan investor menyaring saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan parameter tertentu secara otomatis. Alih-alih menganalisis satu per satu dari ratusan emiten yang tersedia, screener mempersempit pilihan hanya ke saham yang memenuhi kriteria yang kamu cari.

Bayangkan screener seperti mesin pencari khusus saham. Kamu memasukkan kriteria: misalnya “PER di bawah 15, ROE di atas 15%, kapitalisasi pasar di atas Rp1 triliun, dan harga di atas MA50” — lalu screener menampilkan hanya saham yang memenuhi semua kriteria tersebut dalam hitungan detik.

Apa Beda Screener Fundamental dan Teknikal?

Memahami perbedaan screener fundamental dan screener teknikal adalah kunci memilih alat yang tepat. Keduanya melengkapi satu sama lain dan bisa digunakan bersama untuk proses cara menilai saham bagus yang lebih terstruktur.

●       Screener Fundamental: Menyaring saham berdasarkan data keuangan perusahaan: rasio valuasi (PER, PBV), profitabilitas (ROE, Return on Assets/ROA, Net Profit Margin/NPM), kesehatan keuangan (DER, rasio lancar/current ratio), dan pertumbuhan (revenue growth, EPS growth). Cocok untuk investor jangka menengah-panjang.

●       Screener Teknikal: Menyaring saham berdasarkan analisis teknikal — posisi harga terhadap moving average (MA20, MA50, MA200), RSI (overbought/oversold), MACD crossover, volume spike, dan pola candlestick. Cocok untuk trader jangka pendek.

Apa Saja Kriteria Screener Saham Fundamental yang Efektif?

Berikut parameter screener analisis fundamental yang umum digunakan investor value dan growth di pasar saham Indonesia:

●       Price to Earnings Ratio (PER): Mengukur valuasi harga relatif terhadap laba per saham. PER di bawah 15 umumnya dianggap murah untuk saham Indonesia, namun benchmark ideal berbeda per sektor.

●       Price to Book Value (PBV): Rasio harga terhadap nilai buku per saham. PBV di bawah 1 menunjukkan saham diperdagangkan di bawah nilai aset bersihnya — sering menjadi sinyal saham undervalued.

●       Return on Equity (ROE): Mengukur efisiensi perusahaan menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan profit. ROE di atas 15% konsisten selama 3+ tahun adalah salah satu indikator kualitas manajemen yang baik.

●       Debt to Equity Ratio (DER): Mengukur proporsi utang terhadap modal sendiri. DER di bawah 1 menunjukkan struktur keuangan yang relatif sehat, meski threshold berbeda tiap industri.

●       Earnings Per Share Growth (EPS Growth): Pertumbuhan laba per saham secara year-on-year. EPS yang tumbuh konsisten 10–20% per tahun adalah salah satu indikator bisnis yang berkembang sehat.

Apa Saja Kriteria Screener Saham Teknikal yang Populer?

Untuk trader yang menerapkan dasar-dasar teknikal analisis dan cara trading saham aktif, screener teknikal membantu menemukan saham yang sedang dalam momentum tertentu:

●       Golden Cross MA: Ketika MA50 memotong ke atas MA200 (golden cross) — sinyal bullish yang sering digunakan sebagai salah satu kriteria entry. Screener teknikal bisa menyaring semua saham yang baru mengalami golden cross.

●       RSI Oversold (di bawah 30): RSI di bawah 30 menandakan saham mungkin sudah oversold dan berpotensi rebound. Banyak swing trader menggunakan ini sebagai filter awal sebelum konfirmasi lebih lanjut.

●       Volume Spike: Lonjakan volume transaksi yang signifikan (2–3x rata-rata 20 hari) mengindikasikan adanya akumulasi besar oleh institusi atau berita material yang memengaruhi saham.

●       Harga di Atas MA50: Saham yang diperdagangkan di atas MA50 berada dalam tren jangka menengah yang masih bullish — filter sederhana namun bisa membantu menghindari saham downtrend.

●       MACD Bullish Crossover: Ketika garis MACD memotong ke atas garis sinyal di bawah level zero — salah satu sinyal momentum bullish yang banyak digunakan dalam analisis teknikal.

Konsep screening dan analisis teknikal ini tidak hanya berlaku untuk saham — prinsip serupa juga dipakai pada aset lain yang bergerak di luar jam bursa saham, misalnya lewat cara analisis teknikal crypto, meski indikator yang relevan dan tingkat volatilitasnya bisa berbeda jauh dari saham.

Apa Saja Platform Screener Saham yang Umum Dipakai di Indonesia?

Daftar platform berikut disusun berdasarkan kriteria jenis screener yang tersedia, aksesibilitas (gratis/berbayar), dan kelengkapan data — bukan peringkat resmi atau endorsement dari pihak mana pun, dan bukan pula layanan yang disediakan oleh Pluang.

Platform

Jenis Screener

Gratis?

Keunggulan

Cocok Untuk

IDX Stock Screener (idx.co.id)

Fundamental

Gratis

Data resmi BEI, lengkap

Investor fundamental pemula

TradingView

Teknikal + Fundamental

Gratis (fitur dasar)

Visualisasi chart yang kuat, dengan 100+ indikator

Trader teknikal, swing trader

Stockbit

Fundamental + Teknikal

Gratis (fitur dasar)

Social investing, data IDX lengkap

Investor semua level

RTI Business

Fundamental

Gratis

Data real-time, laporan keuangan

Investor fundamental serius

Bloomberg Terminal

Fundamental + Teknikal

Berbayar

Cakupan data pasar global yang luas

Institusi, profesional

 

Bagaimana Cara Menggunakan Screener Saham Langkah demi Langkah?

Berikut cara memanfaatkan screener saham gratis secara efektif untuk menemukan kandidat investasi yang layak dianalisis lebih lanjut:

1.                Tentukan tujuan screening: apakah kamu mencari saham value (murah secara fundamental), growth (pertumbuhan tinggi), atau saham dalam momentum teknikal tertentu?

2.                Pilih platform screener yang sesuai — untuk pemula di Indonesia, mulai dengan IDX Stock Screener di idx.co.id atau Stockbit yang antarmukanya relatif ramah pengguna.

3.                Masukkan kriteria filter sesuai strategi: mulai dengan 2–3 kriteria utama, jangan terlalu banyak filter di awal karena bisa menghasilkan daftar yang terlalu pendek.

4.                Review daftar hasil screening: perhatikan jumlah saham yang lolos filter. Jika terlalu banyak (>50), tambahkan 1–2 kriteria. Jika terlalu sedikit (<5), longgarkan beberapa filter.

5.                Lakukan analisis mendalam pada shortlist: screener hanya alat penyaring awal — setiap kandidat tetap perlu analisis lebih lanjut sebelum keputusan investasi dibuat.

6.                Pantau dan update screening secara berkala: kondisi pasar berubah, begitu pula saham yang lolos filter. Lakukan screening ulang setidaknya setiap bulan.

Apa Contoh Kombinasi Kriteria Screener yang Efektif?

Berikut beberapa kombinasi kriteria yang sering digunakan investor dan trader di pasar saham Indonesia:

●       Value Investing Classic: PER < 12, PBV < 1,5, ROE > 12%, DER < 1, EPS growth positif 3 tahun terakhir. Menargetkan saham yang diperdagangkan murah secara fundamental.

●       Growth at Reasonable Price (GARP): PER < 25, ROE > 20%, revenue growth > 15% YoY, profit margin meningkat. Menargetkan perusahaan tumbuh namun tidak overvalued.

●       Swing Trading Technical: Harga di atas MA50, RSI antara 40–60 (momentum netral menuju bullish), volume meningkat 50% dari rata-rata, MACD baru crossover bullish.

●       Dividend Hunting: Dividend yield > 4%, DER < 1,5, ROE > 10%, pembayaran dividen konsisten 5 tahun terakhir, payout ratio < 70%.

Penting diingat: hasil screener adalah titik awal, bukan keputusan final. Selalu lakukan analisis mendalam terhadap laporan keuangan, prospek bisnis, dan kondisi makroekonomi sebelum memutuskan untuk membeli saham apa pun — kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Apa Keterbatasan Screener Saham yang Harus Dipahami?

●       Data Historis, Bukan Prediksi: Screener menyaring berdasarkan data masa lalu dan saat ini. PER rendah hari ini tidak menjamin saham akan naik — bisa jadi pasar sudah mengantisipasi penurunan laba ke depan.

●       Tidak Menangkap Faktor Kualitatif: Kualitas manajemen, keunggulan kompetitif (moat), risiko regulasi, dan sentimen pasar tidak bisa diukur dengan angka di screener.

●       Garbage In, Garbage Out: Screener hanya sebaik kriteria yang kamu masukkan. Kriteria yang salah menghasilkan daftar yang menyesatkan.

Bagaimana Tips Memaksimalkan Penggunaan Screener Saham?

●       Mulai dengan parameter yang lebih longgar, lalu persempit secara bertahap — lebih baik punya 20 kandidat untuk dianalisis daripada 2 yang sudah sangat tersaring.

●       Simpan kombinasi filter yang terbukti efektif sebagai template untuk digunakan ulang secara berkala.

●       Kombinasikan screener fundamental dan teknikal: gunakan fundamental untuk seleksi saham berkualitas, lalu teknikal untuk menentukan timing entry.

●       Bandingkan hasil screener di beberapa platform untuk validasi silang data dan mengurangi risiko data error.

Bagaimana Cara Mulai Investasi Saham di Pluang Setelah Screening?

Setelah menemukan kandidat saham menarik lewat screener, langkah selanjutnya adalah mulai berinvestasi. Untuk saham Indonesia, Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) yang berizin dan diawasi OJK, sehingga akses ke pasar saham Indonesia tersedia dalam satu aplikasi. Baca juga panduan cara menilai saham bagus untuk memperdalam analisis fundamental sebelum membeli.

1.                Unduh aplikasi Pluang dan selesaikan verifikasi e-KYC untuk membuka akun investasi.

2.                Akses fitur saham dan gunakan data yang tersedia untuk memvalidasi hasil screening.

3.                Mulai dengan nominal yang sesuai kemampuan finansial untuk membangun pengalaman sambil terus mengembangkan kemampuan analisis.

Saham, termasuk saham Indonesia yang dibahas di artikel ini, termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi kamu sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Berapa Minimum Transaksi Investasi di Pluang?

Minimum transaksi berbeda-beda tergantung instrumen dan entitas penyedianya, karena berada di bawah kerangka regulasi yang berbeda:

Instrumen

Minimum Beli

Minimum Jual

Per tanggal

Saham Indonesia

1 lot (100 lembar)

1 lot (100 lembar)

7 Okt 2026

Saham AS & ETF (Market Order)

USD 1,00

USD 0,40

7 Okt 2026

Saham AS & ETF (Limit/Stop/Stop-Limit Order)

USD 1,50

USD 0,40

7 Okt 2026

Aset Crypto

Rp10.000

Rp5.000

7 Okt 2026

 

Angka di atas hanya berlaku untuk transaksi di Pluang dan bisa berbeda di platform lain — selalu cek halaman biaya dan ketentuan transaksi resmi di aplikasi sebelum bertransaksi, serta lihat disclaimer produk masing-masing instrumen di bagian bawah artikel.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu screener saham?

Screener saham adalah alat digital yang menyaring saham-saham di bursa berdasarkan kriteria yang ditentukan pengguna, seperti rasio keuangan (fundamental) atau indikator teknikal, untuk mempermudah proses seleksi dari ratusan hingga ribuan saham yang tersedia.

Screener saham apa yang gratis di Indonesia?

Beberapa screener saham gratis yang umum dipakai di Indonesia: IDX Stock Screener di idx.co.id (resmi BEI), Stockbit (gratis fitur dasar), TradingView (gratis untuk fitur dasar), dan RTI Business untuk data fundamental.

Apa bedanya screener fundamental dan teknikal?

Screener fundamental menyaring berdasarkan data keuangan perusahaan (PER, ROE, DER, dll) cocok untuk investor jangka panjang. Screener teknikal menyaring berdasarkan indikator harga dan volume (MA, RSI, MACD) cocok untuk trader jangka pendek.

Apakah hasil screener saham langsung bisa dibeli?

Tidak. Hasil screener hanya daftar kandidat awal yang memenuhi kriteria filter. Setiap saham dalam daftar masih perlu dianalisis lebih dalam lewat laporan keuangan, prospek bisnis, dan kondisi pasar sebelum diputuskan untuk dibeli.

Berapa kriteria screener yang ideal untuk pemula?

Untuk pemula, mulai dengan 2–4 kriteria utama yang kamu pahami dengan baik. Terlalu banyak filter bisa menghasilkan daftar yang sangat pendek atau tidak relevan. Tingkatkan kompleksitas seiring bertambahnya pengalaman.

Apakah screener saham cocok untuk trading harian?

Screener teknikal bisa dipakai untuk day trading, namun perlu data real-time (bukan delayed). Banyak screener gratis memakai data delayed 15–20 menit yang kurang ideal untuk keputusan trading intraday.

Bagaimana cara membaca hasil screener saham?

Hasil screener menampilkan daftar saham yang memenuhi semua kriteria filter yang kamu tetapkan. Baca kolom data yang ditampilkan, bandingkan nilai antar saham, dan shortlist 5–10 kandidat untuk dianalisis lebih mendalam.

Kesimpulan

Screener saham adalah alat bantu produktivitas bagi investor dan trader yang ingin menyaring kandidat dari ratusan emiten di Bursa Efek Indonesia secara efisien, bukan pengganti analisis. Mulai dari platform screener gratis seperti IDX Stock Screener atau Stockbit, kuasai 2–3 kriteria filter dasar, dan selalu lakukan analisis mendalam sebelum keputusan beli. Kombinasikan dengan pemahaman mendalam tentang cara menilai saham bagus untuk proses seleksi yang lebih komprehensif.

Riwayat Pembaruan Artikel

Tanggal

Perubahan

6 Juli 2026

Artikel pertama kali dipublikasikan.

7 Oktober 2026

Perbaikan tautan internal yang rusak (“cara menilai saham bagus”, “cara trading saham”) ke URL baru; penambahan tautan internal “analisis teknikal”, “teknikal analisis”, dan “cara analisis teknikal crypto”; penambahan Angka Kunci bertanggal (jumlah emiten BEI); penambahan Jawaban Singkat; penambahan bagian minimum transaksi lintas instrumen (saham Indonesia, saham AS & ETF, aset crypto); penambahan triad disclaimer produk berisiko tinggi dan blok disclaimer produk per instrumen; penghapusan klaim superlatif tanpa bukti pada tabel perbandingan platform pihak ketiga; penyesuaian disclaimer penutup ke format standar Pluang (lisensi OJK/Bappebti/BI).

 

 

Disclaimer Produk (Saham Indonesia): Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.

Disclaimer Produk (Saham AS & ETF): Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.

Disclaimer Produk (Aset Crypto): Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1