Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham TLKM: Profil Telkom, Dividen & Prospek 2026
shareIcon

Saham TLKM: Profil Telkom, Dividen & Prospek 2026

20 Jul 2026, 5:50 PM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Saham TLKM: Profil Telkom, Dividen & Prospek 2026
Saham TLKM (Telkom) catat laba Rp10,6 T di semester I 2026, target dividen 60-90% laba bersih. Simak profil, kinerja, risiko & cara beli TLKM di Pluang.

Saham TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk) mencatat pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun pada semester I 2026, naik 3,9% secara tahunan, dengan laba bersih Rp10,6 triliun (Telkom.co.id, 31 Juli 2026). Per 15 September 2026, harga saham TLKM berada di sekitar Rp2.710 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp266,17 triliun (Investing.com, 15 September 2026). Artikel ini membahas profil bisnis Telkom, kinerja keuangan, kebijakan dividen, risiko, serta cara membeli saham TLKM di aplikasi Pluang.

Jawaban Singkat:

●       Pendapatan TLKM semester I 2026 naik 3,9% YoY menjadi Rp75,9 triliun; laba bersih Rp10,6 triliun (Telkom.co.id, 31 Juli 2026).

●       Telkom menargetkan rasio pembagian dividen 60–90% dari laba bersih tahun buku 2026 (Harian Energi, 7 September 2026).

●       Harga TLKM per 15 September 2026 sekitar Rp2.710 per lembar (Investing.com).

Apa Itu Saham TLKM?

Saham TLKM adalah saham dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, badan usaha milik negara (BUMN) di sektor telekomunikasi dan digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode TLKM, serta memiliki American Depositary Receipt (ADR) di New York Stock Exchange dengan kode TLK. Telkom menjalankan bisnis melalui beberapa lini, termasuk layanan seluler dan broadband rumah (Telkomsel, IndiHome), infrastruktur menara telekomunikasi (Mitratel), layanan ICT untuk korporasi, serta bisnis internasional. Pemerintah Indonesia, melalui Danantara, tercatat sebagai pemegang saham mayoritas Telkom (Telkom.co.id, 31 Juli 2026; IDNFinancials, 8 Juni 2026).

Kinerja Keuangan TLKM Semester I 2026

Data pasar per 31 Juli 2026 (tanggal rilis resmi laporan keuangan semester I 2026 oleh Telkom.co.id) menunjukkan beberapa capaian utama:

●       Pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun, naik 3,9% secara tahunan.

●       EBITDA Rp37,5 triliun, naik 3,8% secara tahunan, dengan margin EBITDA 49,4%.

●       Laba bersih (dilaporkan) Rp10,6 triliun, naik 1,4% secara tahunan; laba bersih ternormalisasi Rp11,3 triliun, naik 6,2% secara tahunan.

●       Arus kas operasi Rp34,9 triliun, naik 7,0% secara tahunan.

●       Belanja modal (capex) Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96% dialokasikan ke segmen prioritas (Telkom.co.id, 31 Juli 2026).

Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026.

Segmen Bisnis Telkom

Berdasarkan laporan resmi Telkom.co.id (31 Juli 2026), kontribusi pendapatan per segmen pada semester I 2026 adalah sebagai berikut:

1.                B2C (Seluler & Broadband Rumah): Rp55,6 triliun, naik 3,3% secara tahunan. ARPU seluler naik menjadi Rp45.600 (naik 9,0%). Jumlah pelanggan IndiHome menurun menjadi 9,5 juta dari 10,1 juta, meski ARPU kuartalan IndiHome naik 3,4% menjadi Rp211.000.

2.                B2B Infrastruktur: Rp33,1 triliun, naik 19,0% secara tahunan. Mitratel mencatat pendapatan Rp4,7 triliun (naik 2,1%) dengan 63.866 penyewa menara (naik 4,9%) dan rasio tenancy 1,57x.

3.                B2B ICT: Rp7,3 triliun, naik 35,7% secara kuartalan, dipengaruhi restrukturisasi portofolio bisnis.

4.                Bisnis Internasional: Rp5,7 triliun, dengan pergeseran ke layanan konektivitas dan solusi digital bermargin lebih tinggi.

Jumlah pelanggan seluler Telkomsel pada kuartal II 2026 tercatat 153,5 juta, turun 3,1% dibanding kuartal II 2025 (158,4 juta), seiring perusahaan berfokus pada monetisasi pelanggan dibanding pertumbuhan jumlah pelanggan (CNBC Indonesia, 3 September 2026).

Dividen Saham TLKM

Telkom berencana membagikan dividen tunai dengan rasio pembagian (payout ratio) 60–90% dari laba bersih tahun buku 2026, menurut pernyataan CFO Telkom, Arthur Angelo Syailendra (Harian Energi, 7 September 2026). Sebagai referensi historis, dividen yang dibagikan pada 2025 (bersumber dari laba tahun buku 2024) tercatat sebesar Rp212,47 per lembar dengan dividend yield sekitar 7,30% pada tanggal cum-dividen (Investing.com, dividen ex-date 11 Juni 2025), dan rasio pembagian sekitar 123% dari laba bersih tahun buku 2024, alokasi dividen tertinggi dalam lima tahun terakhir saat itu (IDNFinancials, 8 Juni 2026). Berdasarkan data per 15 September 2026, dividend yield trailing twelve-month TLKM tercatat 7,41% (Digrin.com, 15 September 2026).

Kinerja dividen masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi dividen masa depan. Nominal dan rasio dividen tahun buku 2026 masih berupa target manajemen dan memerlukan persetujuan RUPS.

Keuntungan Investasi Saham TLKM

●       Dividend yield yang relatif tinggi, dengan yield trailing twelve-month 7,41% per 15 September 2026 (Digrin.com), serta target payout ratio 60–90% dari laba bersih tahun buku 2026 (Harian Energi, 7 September 2026).

●       Pertumbuhan segmen B2B Infrastruktur dan ICT yang lebih tinggi dibanding segmen B2C, dengan B2B Infrastruktur tumbuh 19,0% secara tahunan pada semester I 2026 (Telkom.co.id, 31 Juli 2026).

●       Valuasi P/E yang relatif moderat, tercatat 10,56 kali per 15 September 2026 (Digrin.com), meski valuasi dapat berubah mengikuti kinerja dan sentimen pasar.

Risiko Investasi Saham TLKM

●       Penurunan jumlah pelanggan di segmen legacy. Pelanggan IndiHome turun dari 10,1 juta menjadi 9,5 juta, dan pelanggan seluler Telkomsel turun 3,1% secara tahunan pada kuartal II 2026 (CNBC Indonesia, 3 September 2026; Telkom.co.id, 31 Juli 2026).

●       Margin laba bersih tertekan. Margin laba bersih tercatat 14%, turun 35 basis poin secara tahunan pada semester I 2026, mencerminkan tekanan biaya operasional (CNBC Indonesia, 3 September 2026).

●       Ketergantungan pada persetujuan RUPS untuk dividen. Target rasio pembagian dividen 60–90% bersifat rencana manajemen dan dapat berubah tergantung keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta kebutuhan belanja modal perusahaan.

●       Risiko pasar saham secara umum, termasuk fluktuasi harga akibat sentimen makroekonomi, kebijakan sektor telekomunikasi, dan persaingan industri.

●       Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Cara Beli Saham TLKM di Aplikasi Pluang

Transaksi saham Indonesia di Pluang, termasuk TLKM, dieksekusi melalui PT Pluang Maju Sekuritas bersama PT Sarana Santosa Sejati sebagai mitra Perantara Pedagang Efek (PPE) Level II yang berizin dan diawasi OJK. Berikut langkah membeli saham TLKM di aplikasi Pluang:

5.                Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.

6.                Cari "Telkom" atau kode saham "TLKM" pada menu pencarian Saham Indonesia.

7.                Klik tombol "Beli" pada halaman detail saham TLKM.

8.                Masukkan harga dan jumlah lot yang ingin dibeli (transaksi menggunakan limit order, sehingga kamu menentukan sendiri harga belinya).

9.                Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.

10.             Periksa kembali ringkasan order, lalu konfirmasi transaksi.

11.             Cek status transaksi pada menu riwayat transaksi.

Minimum Transaksi Saham TLKM di Pluang

Modal minimal untuk membeli saham Indonesia di Pluang, termasuk TLKM, adalah 1 lot (100 lembar saham), tanpa batas nominal rupiah tetap — nilainya tergantung harga saham saat transaksi. Sebagai ilustrasi, dengan harga TLKM sekitar Rp2.710 per lembar (Investing.com, 15 September 2026), modal yang dibutuhkan untuk 1 lot sekitar Rp271.000, belum termasuk biaya transaksi 0,15% untuk pembelian dan 0,25% untuk penjualan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Saham TLKM

●       Pahami profil risiko pribadi sebelum menempatkan dana pada saham individual seperti TLKM.

●       Perhatikan diversifikasi portofolio dan hindari menempatkan seluruh dana pada satu saham.

●       Pantau jadwal RUPS dan pengumuman dividen karena keputusan pembagian dividen memengaruhi ekspektasi investor.

●       Bandingkan kinerja segmen bisnis (B2C, B2B Infrastruktur, B2B ICT) setiap kuartal untuk memahami arah pertumbuhan perusahaan.

●       Lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum mengambil keputusan investasi.

Pertanyaan Seputar Saham TLKM

Berapa harga saham TLKM saat ini?

Per 15 September 2026, harga saham TLKM tercatat sekitar Rp2.710 per lembar, dengan rentang 52 minggu Rp2.350–Rp3.990 (Investing.com, 15 September 2026). Harga saham bersifat fluktuatif dan dapat berubah setiap saat perdagangan berlangsung.

Berapa dividen yang dibagikan TLKM?

Untuk tahun buku 2026, Telkom menargetkan rasio pembagian dividen 60–90% dari laba bersih (Harian Energi, 7 September 2026). Sebagai referensi, dividen yang dibagikan pada 2025 dari laba tahun buku 2024 adalah Rp212,47 per lembar (Investing.com). Nominal dividen final tahun buku 2026 masih menunggu persetujuan RUPS.

Berapa modal minimum untuk membeli saham TLKM di Pluang?

Modal minimal membeli saham TLKM di Pluang adalah 1 lot (100 lembar saham). Nilainya mengikuti harga saham saat transaksi — misalnya sekitar Rp271.000 pada harga Rp2.710 per lembar (Investing.com, 15 September 2026), belum termasuk biaya transaksi.

Apakah investasi saham TLKM aman dari risiko?

Seperti seluruh instrumen saham, investasi di TLKM tetap mengandung risiko pasar, termasuk volatilitas harga, penurunan jumlah pelanggan di segmen tertentu, dan ketidakpastian nominal dividen sebelum disetujui RUPS. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh OJK dalam menyediakan layanan perantara transaksi saham, namun status perizinan ini tidak menghilangkan risiko yang melekat pada instrumen investasi itu sendiri.

Kesimpulan

Kinerja TLKM pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, dengan segmen B2B Infrastruktur dan ICT tumbuh lebih cepat dibanding segmen B2C (Telkom.co.id, 31 Juli 2026). Rencana rasio pembagian dividen 60–90% dari laba bersih tahun buku 2026 menjadi salah satu daya tarik utama saham ini bagi investor berorientasi dividen (Harian Energi, 7 September 2026), meski investor tetap perlu memperhitungkan risiko penurunan pelanggan legacy, tekanan margin, dan ketidakpastian keputusan RUPS. Sebelum membeli saham TLKM, pastikan kamu memahami profil risiko pribadi dan melakukan riset mandiri.

Kinerja masa lalu tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1