
Per 5 Oktober 2026, harga saham TLKM (PT Telkom Indonesia Tbk) adalah Rp2.270 per lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) setara Rp227.000 (sumber: IDN Financials & Trading Economics, data pukul 11.57 WIB, 5 Oktober 2026), dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp224,87 triliun.
Telkom baru saja mengalami dua perubahan korporasi penting: Nanang Hendarno resmi menjabat Direktur Utama baru per 30 September 2026, dan perusahaan sedang menjalankan program buyback saham senilai Rp4 triliun hingga 8 Juni 2027. Artikel ini membahas profil bisnis Telkom, pemegang sahamnya, kinerja keuangan, dividen, buyback, direksi baru, risiko, serta cara membeli saham TLKM di aplikasi Pluang.
● Harga TLKM per 5 Oktober 2026 Rp2.270/lembar → Rp227.000/lot (sumber: IDN Financials).
● Buyback saham Rp4 triliun berjalan 9 Juni 2026–8 Juni 2027 (RUPST, 8 Juni 2026).
● Nanang Hendarno menjadi Dirut baru Telkom sejak RUPSLB 30 September 2026, menggantikan Dian Siswarini.
● Dividen tahun buku 2025: Rp221/lembar atau Rp22.100/lot, sudah dibayarkan 10 Juli 2026.
Saham TLKM adalah saham dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, badan usaha milik negara (BUMN) di sektor telekomunikasi dan digital yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode TLKM, serta memiliki American Depositary Receipt (ADR) di New York Stock Exchange dengan kode TLK. Telkom menjalankan bisnis melalui beberapa lini, termasuk layanan seluler dan broadband rumah (Telkomsel, IndiHome), infrastruktur menara telekomunikasi (Mitratel), layanan ICT untuk korporasi, serta bisnis internasional. Pemerintah Indonesia tercatat sebagai pemegang saham pengendali Telkom (Telkom.co.id, 31 Juli 2026; IDNFinancials, 8 Juni 2026); rinciannya dibahas pada bagian berikut.
Pemilik saham pengendali TLKM adalah Pemerintah Indonesia, yang menguasai sekitar 52,09% saham Telkom: 51.086.330.024 saham Seri B (51,57%) melalui PT Danantara Asset Management dan 516.023.535 saham Seri B (0,52%) plus 1 saham Seri A Dwiwarna melalui BP BUMN (IDN Times, 7 Januari 2026). Sisanya, sekitar 47,91%, dipegang publik.
Saham Seri A Dwiwarna adalah satu lembar saham khusus milik negara yang memberi hak istimewa dalam pengambilan keputusan penting perusahaan. Total saham Telkom berjumlah 99.062.216.600 lembar (Telkom.co.id, komposisi pemegang saham).
Direktur Utama TLKM saat ini adalah Nanang Hendarno, yang ditunjuk melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2026, menggantikan Dian Siswarini yang menjabat sejak 27 Mei 2025 (sumber: CNBC Indonesia, 30 September 2026).
Sebelum menjabat Dirut, Nanang Hendarno merupakan Direktur Network Telkom. Rekam jejaknya meliputi CEO PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Mitratel) periode 2022–2025 dan Chief of Technology PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) periode 2016–2022. Ia meraih gelar Master Space System Engineering dari Delft University of Technology (1997) dan Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (1991) (sumber: CNBC Indonesia, 30 September 2026).
Per laporan media, agenda utama Dirut baru ini mencakup transformasi jaringan dan perampingan struktur anak usaha Telkom (sumber: Kompas Tekno, 1 Oktober 2026; Selular.id, Oktober 2026). Pergantian direksi adalah keputusan korporasi dan bukan indikasi arah harga saham ke depan.
Telkom menjalankan program buyback (pembelian kembali) saham senilai Rp4 triliun yang disetujui dalam RUPS Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026 dan mulai dieksekusi 9 Juni 2026, dengan periode pelaksanaan hingga 8 Juni 2027 — 12 bulan (sumber: Bisnis.com, 8 Juni 2026; Kontan, 9 Juni 2026).
Alokasi dana buyback ini sebelumnya hanya direncanakan Rp1 triliun, namun dinaikkan empat kali lipat menjadi Rp4 triliun pada 4 Juni 2026, di tengah tekanan harga saham TLKM yang saat itu turun dari sekitar Rp4.000 ke Rp2.900 per lembar seiring koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (sumber: RCTI+ Bisnis, 4 Juni 2026). Manajemen menyatakan buyback ini sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham; transaksi dapat dilakukan melalui BEI maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus.
Buyback adalah aksi korporasi, bukan jaminan atau rekomendasi bahwa harga saham akan naik. Realisasi pembelian dapat berbeda dari alokasi maksimal yang disetujui RUPS.
Data per 31 Juli 2026 (tanggal rilis resmi laporan keuangan semester I 2026 oleh Telkom.co.id) menunjukkan beberapa capaian utama:
● Pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun, naik 3,9% secara tahunan.
● EBITDA Rp37,5 triliun, naik 3,8% secara tahunan, dengan margin EBITDA 49,4%.
● Laba bersih (dilaporkan) Rp10,6 triliun, naik 1,4% secara tahunan; laba bersih ternormalisasi Rp11,3 triliun, naik 6,2% secara tahunan.
● Arus kas operasi Rp34,9 triliun, naik 7,0% secara tahunan.
● Belanja modal (capex) Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96% dialokasikan ke segmen prioritas (Telkom.co.id, 31 Juli 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 1 Januari–30 Juni 2026. Laporan keuangan kuartal III 2026 belum dirilis per 5 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan resmi Telkom.co.id (31 Juli 2026), kontribusi pendapatan per segmen pada semester I 2026 adalah sebagai berikut:
Segmen | Pendapatan | Pertumbuhan |
B2C (Seluler & Broadband Rumah) | Rp55,6 triliun | +3,3% YoY |
B2B Infrastruktur (termasuk Mitratel) | Rp33,1 triliun | +19,0% YoY |
B2B ICT | Rp7,3 triliun | +35,7% QoQ |
Bisnis Internasional | Rp5,7 triliun | Fokus konektivitas & digital |
ARPU seluler naik menjadi Rp45.600 (naik 9,0%). Jumlah pelanggan IndiHome menurun menjadi 9,5 juta dari 10,1 juta, meski ARPU kuartalan IndiHome naik 3,4% menjadi Rp211.000. Mitratel mencatat pendapatan Rp4,7 triliun (naik 2,1%) dengan 63.866 penyewa menara (naik 4,9%). Jumlah pelanggan seluler Telkomsel pada kuartal II 2026 tercatat 153,5 juta, turun 3,1% dibanding kuartal II 2025 (CNBC Indonesia, 3 September 2026).
Komponen | Nilai (Rp) | Keterangan |
Harga per lembar | 2.270 | Penutupan 5 Oktober 2026 (IDN Financials) |
Jumlah lembar per lot | 100 lembar | Satuan perdagangan di BEI |
Nilai 1 lot (minimum pembelian) | 227.000 | 100 lembar × Rp2.270 |
Biaya beli di Pluang (≈0,15%) | 341 | Levy BEI/KSEI, biaya KPEI, trading fee Pluang, dan PPN 11% atas levy & trading fee |
Estimasi total dana beli 1 lot | 227.341 | Rp227.000 + Rp341 |
Biaya jual di Pluang (≈0,25%) | 568 | Komponen biaya beli + PPh Final 0,1% atas nilai jual |
Data harga per 5 Oktober 2026. Tarif biaya mengikuti halaman biaya trading saham Indonesia di Pluang — selalu cek halaman resmi untuk angka terbaru, karena harga saham dan struktur biaya/promo dapat berubah.
Trading fee atau komisi broker berbeda-beda antar sekuritas, levy BEI/KSEI dan biaya KPEI merupakan pungutan yang diatur regulator, sedangkan PPh Final 0,1% atas penjualan dikenakan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas.
Untuk tahun buku 2025, TLKM membagikan dividen tunai Rp221 per lembar atau Rp22.100 per lot (100 lembar), dengan total Rp21,99 triliun dan rasio pembagian (payout ratio) 123,5% dari laba bersih (CNBC Indonesia, 11 Juni 2026). Dividen ini disetujui RUPS Tahunan pada 8 Juni 2026, dengan cum date pasar reguler 17 Juni 2026, ex date 18 Juni 2026, recording date 19 Juni 2026, dan pembayaran 10 Juli 2026. Total dividen tersebut terdiri atas Rp17,81 triliun dari laba bersih 2025 dan Rp4,19 triliun dari saldo laba ditahan.
Sebagai pembanding, dividen tahun buku 2024 tercatat Rp212,47 per lembar atau Rp21.247 per lot, dengan ex date 11 Juni 2025 (Investing.com). Untuk tahun buku 2026, CFO Telkom Arthur Angelo Syailendra menyebut rencana rasio pembagian 60–90% dari laba bersih (Harian Energi, 7 September 2026).
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: dividen tahun buku 2024–2025, dibayarkan 2025–10 Juli 2026. Nominal dan rasio dividen tahun buku 2026 masih berupa rencana manajemen dan memerlukan persetujuan RUPS.
Pada dua tahun buku terakhir, TLKM membagikan dividen tunai satu kali per tahun setelah RUPS Tahunan: Rp212,47 per lembar untuk tahun buku 2024 dan Rp221 per lembar untuk tahun buku 2025. Keputusan ini dapat berubah setiap tahun sesuai hasil RUPS dan kinerja laba berjalan.
● Rekam jejak dividen tunai tahunan, dengan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp221 per lembar serta rencana payout ratio 60–90% dari laba bersih tahun buku 2026 (Harian Energi, 7 September 2026).
● Pertumbuhan segmen B2B Infrastruktur dan ICT yang lebih tinggi dibanding segmen B2C, dengan B2B Infrastruktur tumbuh 19,0% secara tahunan pada semester I 2026.
● Program buyback Rp4 triliun yang berjalan hingga Juni 2027, yang menurut manajemen ditujukan menjaga stabilitas harga saham.
● Likuiditas perdagangan harian yang aktif, dengan volume di atas 70 juta lembar per hari sepanjang 9–18 September 2026 (Investing.com), meski likuiditas dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
● Penurunan jumlah pelanggan di segmen legacy. Pelanggan IndiHome turun dari 10,1 juta menjadi 9,5 juta, dan pelanggan seluler Telkomsel turun 3,1% secara tahunan pada kuartal II 2026.
● Margin laba bersih tertekan. Margin laba bersih tercatat 14%, turun 35 basis poin secara tahunan pada semester I 2026.
● Ketergantungan pada persetujuan RUPS untuk dividen dan kelanjutan buyback. Payout tahun buku 2025 sebesar 123,5% juga sebagian bersumber dari saldo laba ditahan, dan realisasi buyback dapat lebih kecil dari alokasi maksimal.
● Masa transisi kepemimpinan. Pergantian Direktur Utama pada 30 September 2026 membawa agenda transformasi jaringan dan perampingan anak usaha yang hasilnya belum dapat dipastikan.
● Risiko pasar saham secara umum, termasuk fluktuasi harga akibat sentimen makroekonomi, kebijakan sektor telekomunikasi, dan persaingan industri.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK. Berikut langkah membeli saham TLKM di menu Saham Indonesia aplikasi Pluang:
● Buka aplikasi Pluang dan login ke akun kamu.
● Cari "Telkom" atau kode saham "TLKM" pada menu pencarian Saham Indonesia.
● Klik tombol "Beli" pada halaman detail saham TLKM.
● Masukkan harga dan jumlah lot yang ingin dibeli (minimum 1 lot/100 lembar; transaksi menggunakan limit order, sehingga kamu menentukan sendiri harga belinya).
● Pastikan saldo RDN (Rekening Dana Nasabah) mencukupi nilai order ditambah biaya transaksi.
● Periksa kembali ringkasan order, lalu konfirmasi transaksi.
● Cek status transaksi pada menu riwayat transaksi.
● Pahami profil risiko pribadi sebelum menempatkan dana pada saham individual seperti TLKM.
● Perhatikan diversifikasi portofolio dan hindari menempatkan seluruh dana pada satu saham.
● Pantau jadwal RUPS, pengumuman dividen, dan realisasi buyback karena ketiganya memengaruhi ekspektasi investor.
● Bandingkan kinerja segmen bisnis (B2C, B2B Infrastruktur, B2B ICT) setiap kuartal untuk memahami arah pertumbuhan perusahaan di bawah direksi baru.
● Lakukan riset mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berizin sebelum mengambil keputusan investasi.
Pemerintah Indonesia mengendalikan sekitar 52,09% saham TLKM: 51,57% melalui PT Danantara Asset Management dan 0,52% plus saham Seri A Dwiwarna melalui BP BUMN (IDN Times, 7 Januari 2026).
Nanang Hendarno, ditunjuk melalui RUPSLB pada 30 September 2026, menggantikan Dian Siswarini (sumber: CNBC Indonesia, 30 September 2026).
Dengan harga Rp2.270 per lembar pada 5 Oktober 2026, 1 lot saham TLKM (100 lembar) setara Rp227.000, atau sekitar Rp227.341 setelah biaya beli di Pluang.
Untuk tahun buku 2025, TLKM membagikan dividen Rp221 per lembar atau Rp22.100 per lot, dengan cum date pasar reguler 17 Juni 2026 dan pembayaran 10 Juli 2026 (CNBC Indonesia, 11 Juni 2026).
Buyback adalah program pembelian kembali saham TLKM senilai Rp4 triliun yang disetujui RUPST 8 Juni 2026 dan berjalan hingga 8 Juni 2027, ditujukan menjaga stabilitas harga saham dan nilai bagi pemegang saham (Bisnis.com, 8 Juni 2026).
Ya. Harga TLKM bergerak di rentang Rp2.350–Rp3.990 per lembar dalam 52 minggu hingga 15 September 2026 (Investing.com), dan pelanggan IndiHome turun dari 10,1 juta menjadi 9,5 juta pada semester I 2026.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Tanggal | Perubahan |
20 Juli 2026 | Artikel dipublikasikan. |
15 September 2026 | Kinerja semester I 2026, segmen bisnis, rencana dividen tahun buku 2026, dan harga saham diperbarui. |
23 September 2026 | Angka Kunci harga 1 lot, 2 H2 pertanyaan (siapa pemilik saham TLKM; berapa dividen saham TLKM per lot), tabel harga 1 lot dan biaya transaksi, FAQ 5 pertanyaan, serta pernyataan risiko produk berisiko tinggi ditambahkan. |
5 Oktober 2026 | Harga saham diperbarui ke Rp2.270 (5 Okt 2026). Ditambahkan sub-judul baru "Apa Itu Buyback Saham TLKM Rp4 Triliun" dan "Siapa Direktur Utama TLKM Saat Ini" (Nanang Hendarno, menggantikan Dian Siswarini per RUPSLB 30 September 2026), beserta FAQ terkait. Koreksi kepatuhan: kalimat lisensi Saham Indonesia disamakan verbatim dengan SSOT Annex A3 (sebelumnya berbunyi "difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati..."). |
Kinerja TLKM pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, dengan segmen B2B Infrastruktur dan ICT tumbuh lebih cepat dibanding segmen B2C. Dua perkembangan korporasi terbaru — program buyback saham Rp4 triliun yang berjalan hingga Juni 2027, dan pergantian Direktur Utama ke Nanang Hendarno per 30 September 2026 — menjadi konteks tambahan yang relevan bagi investor, di samping dividen tahun buku 2025 sebesar Rp221 per lembar dan rencana rasio pembagian 60–90% dari laba bersih tahun buku 2026. Investor tetap perlu memperhitungkan risiko penurunan pelanggan legacy, tekanan margin, ketidakpastian RUPS, dan masa transisi kepemimpinan. Sebelum membeli saham TLKM, pastikan kamu memahami profil risiko pribadi dan melakukan riset mandiri.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.


