ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Cara Beli Saham E-Commerce untuk Pemula 2026: Shopee, GOTO, dan BELI
shareIcon

Cara Beli Saham E-Commerce untuk Pemula 2026: Shopee, GOTO, dan BELI

24 Jun 2026, 1:40 PM
·
Waktu baca: 9 menit
shareIcon
shopee-tokopedia-blibli-saham-shopee
Saham Shopee adalah istilah yang merujuk pada cara berinvestasi di ekosistem Shopee — tetapi perlu dipahami dari awal: saham Shopee tidak terdaftar langsung di Bursa Efek Indonesia (BEI). Shopee adalah platform e-commerce milik Sea Limited, perusahaan teknologi asal Singapura yang sahamnya diperdagangkan di Bursa New York (NYSE) dengan kode ticker SE. Selain SE, investor Indonesia juga bisa mengakses ekosistem e-commerce domestik melalui GOTO (induk Tokopedia & Gojek) dan BELI (Blibli) yang keduanya terdaftar di BEI. Artikel ini memandu Anda memahami ketiga pilihan tersebut dan cara membelinya secara legal melalui platform berizin OJK.

Apa Itu Saham Shopee dan Kenapa Tidak Ada di BEI?

Banyak investor pemula mencari "saham Shopee" di aplikasi sekuritas Indonesia dan tidak menemukannya. Ini bukan karena Shopee tidak terdaftar secara resmi, melainkan karena Shopee bukan perusahaan yang berdiri sendiri sebagai emiten di bursa manapun.

Shopee adalah salah satu unit bisnis utama dari Sea Limited — konglomerat teknologi Asia Tenggara yang juga mengelola platform gaming Garena dan layanan keuangan digital Monee. Sea Limited memilih untuk melantai di NYSE (Amerika Serikat), bukan di BEI atau bursa Asia lainnya.

Artinya, jika Anda ingin "membeli saham Shopee", yang Anda beli secara teknis adalah saham Sea Limited (NYSE: SE) — yang memberikan Anda kepemilikan proporsional atas seluruh bisnis Sea Group, termasuk Shopee, Garena, dan Monee sekaligus.

Apa Itu Sea Limited (SE) — Induk Shopee yang Bisa Dibeli?

Sea Limited (NYSE: SE) adalah perusahaan teknologi publik asal Singapura yang didirikan pada 2009 oleh Forrest Li, dan merupakan induk langsung dari tiga bisnis besar: Shopee (e-commerce), Garena (gaming), dan Monee (layanan keuangan digital).

Berikut ringkasan profil Sea Limited yang relevan untuk investor Indonesia di 2026:

AspekDetail
TickerSE (NYSE — Bursa New York)
KategoriSaham AS (US Stock)
Pendiri & CEOForrest Li (memegang 59,1% hak suara per Maret 2025)
Segmen UtamaShopee (e-commerce), Garena (gaming), Monee (fintech)
Pendapatan 2025USD 22,9 miliar (+36,4% YoY; tumbuh dari USD 12,4 miliar di 2022)
Laba Bersih 2025USD 1,58 miliar (pertama kali positif secara tahunan)
Market Cap~USD 54–56 miliar (per Juni 2026, berfluktuasi)
Wilayah Operasi ShopeeIndonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan, Brasil

Dari sisi fundamental, Sea Limited membukukan pertumbuhan yang solid di 2025. Segmen e-commerce Shopee mencatat pertumbuhan pendapatan 33,9% secara tahunan menjadi USD 16,6 miliar, dengan gross merchandise value (GMV) menembus USD 127 miliar. Layanan keuangan digital Monee juga tumbuh pesat: pendapatannya naik 60,3% menjadi USD 3,8 miliar sepanjang 2025, menjadikan Sea bukan sekadar "perusahaan Shopee" tetapi konglomerat digital terdiversifikasi dengan market cap puluhan miliar dolar.

Sentimen analis Wall Street terhadap SE sangat positif: dari sekitar 29 analis yang aktif meliput per Juni 2026, konsensus adalah Strong Buy dengan rata-rata target harga ~USD 140 — potensi kenaikan lebih dari 50% dari level pertengahan 2026. Namun perlu diingat, harga saham bisa berfluktuasi signifikan dan target analis bukan jaminan.

Apa Itu GOTO — Saham Tokopedia dan Gojek di IDX?

GOTO (IDX: GOTO) adalah kode saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, perusahaan teknologi Indonesia yang lahir dari merger terbesar dalam sejarah startup Indonesia antara Gojek (ride-hailing & pengiriman) dan Tokopedia (e-commerce) pada 2021.

Berbeda dari SE yang harus dibeli sebagai saham AS, GOTO dapat dibeli langsung di Bursa Efek Indonesia — artinya tersedia di hampir semua aplikasi sekuritas domestik, termasuk Pluang. GoTo berkontribusi sekitar 2% dari PDB Indonesia dan merupakan salah satu super-app terbesar di Asia Tenggara.

AspekDetail
TickerGOTO (IDX — Bursa Efek Indonesia)
KategoriSaham IDX
Pendapatan 2025Rp 18,3 triliun (+24% YoY — sumber: laporan resmi GoTo)
Rugi Bersih 2025Menyempit signifikan vs. 2024; laba bersih pertama tercatat di Q1 2026 (Rp 171 miliar)
Konsensus Analis"Buy" — target harga rata-rata berkisar Rp 85–115 (berbagai sumber, Juni 2026)
Harga (per Juni 2026)~Rp 50 (52-week range: Rp 50–73)
Unit BisnisGojek, Tokopedia, GoTo Financial

GoTo mencapai tonggak sejarah penting: pada Q1 2026, perusahaan mencatat laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp 171 miliar — sebuah pembalikan dari kerugian Rp 367 miliar di Q1 2025. Adjusted EBITDA grup juga menembus rekor di 2025, dengan segmen fintech dan layanan on-demand keduanya mencatat perbaikan profitabilitas yang signifikan. Risiko utama tetap pada persaingan ketat di ekosistem digital dan tekanan margin dari investasi pertumbuhan.

Apa Itu BELI — Saham Blibli yang Terdaftar di IDX?

BELI (IDX: BELI) adalah kode saham PT Global Digital Niaga Tbk, perusahaan yang mengoperasikan platform e-commerce omnichannel Blibli.com — salah satu pionir belanja online di Indonesia yang berdiri sejak 2011.

Blibli berbeda dari Shopee dan Tokopedia karena mengedepankan model omnichannel: menggabungkan toko online dengan toko fisik, melayani segmen B2C ritel sekaligus B2B dan B2G (bisnis ke pemerintah). Blibli juga mengakuisisi tiket.com pada 2017, memperluas ekosistemnya ke perjalanan dan gaya hidup.

AspekDetail
TickerBELI (IDX — Bursa Efek Indonesia)
KategoriSaham IDX
Pendapatan 2025Rp 22,36 triliun (+33,77% YoY)
Target Harga AnalisRata-rata Rp 497,25 (range: Rp 459–546)
Model BisnisOmnichannel B2C, B2B, B2G; e-commerce + toko fisik
EkosistemBlibli.com, tiket.com, Ranch Market (grocery)

Pertumbuhan pendapatan BELI di 33,77% pada 2025 terbilang kuat untuk standar e-commerce domestik. Segmen Institution (B2B/B2G) menjadi kontributor terbesar pendapatan, memberikan karakteristik arus kas yang lebih stabil dibanding platform pure B2C.

Perbandingan: SE vs GOTO vs BELI, Mana yang Lebih Menarik?

Ketiga emiten ini mewakili tiga cara berbeda untuk mendapatkan eksposur ke ekosistem e-commerce Asia Tenggara. Berikut perbandingan komprehensifnya:

FaktorSE (Sea Limited)GOTOBELI (Blibli)
BursaNYSE (AS)IDX (Indonesia)IDX (Indonesia)
Mata UangUSDIDRIDR
Fokus BisnisE-commerce + gaming + fintech (regional)Super-app: ride, delivery, e-commerce, fintechOmnichannel B2C/B2B/B2G
ProfitabilitasLaba bersih positif USD 1,58 miliar (2025)Rugi 2025, tapi cetak laba pertama di Q1 2026Pendapatan tumbuh kuat, masih dalam fase investasi
Pertumbuhan Pendapatan+36,4% FY 2025+24% FY 2025+33,77% FY 2025
DiversifikasiTinggi (3 bisnis besar)Tinggi (mobility + fintech + e-commerce)Sedang (omnichannel)
Leverage PluangHingga 4× (Saham AS)Tidak ada leverageTidak ada leverage
Sentimen AnalisStrong Buy, avg TP ~USD 140Buy, TP berkisar Rp 85–115Target rata-rata ~Rp 497

Dari sisi analisa fundamental, SE menawarkan profitabilitas yang sudah terbukti dan diversifikasi bisnis paling luas. GOTO menawarkan eksposur ke pasar domestik Indonesia dengan narasi turnaround yang semakin konkret — ditandai oleh laba pertama di Q1 2026. BELI cocok untuk investor yang mencari pertumbuhan omnichannel yang lebih fokus dan terlindungi dari risiko mata uang asing.

⚠️ Catatan Penting: Perbandingan di atas bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Ketiga saham memiliki profil risiko berbeda-beda. Harga saham dapat naik maupun turun. Selalu sesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda masing-masing.

Risiko Investasi di Saham E-Commerce

Sebelum membeli, penting untuk memahami risiko spesifik yang melekat pada saham-saham e-commerce seperti SE, GOTO, dan BELI:

  1. Persaingan Sangat Ketat: E-commerce Asia Tenggara adalah arena persaingan sengit. Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop terus saling berebut pangsa pasar, yang menekan margin keuntungan semua pemain.
  2. Belum Semua Profitabel: GOTO baru mencatat laba pertama di Q1 2026, sementara BELI masih dalam fase investasi. Investor perlu menyiapkan horizon investasi jangka menengah–panjang.
  3. Risiko Mata Uang (untuk SE): Saham SE diperdagangkan dalam USD. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS bisa mempengaruhi nilai investasi Anda dalam IDR, bahkan jika harga saham SE dalam USD naik.
  4. Risiko Regulasi: Perubahan kebijakan e-commerce, perpajakan digital, atau regulasi fintech di negara-negara operasional dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan dan profitabilitas.
  5. Valuasi & Volatilitas Tinggi: Saham teknologi dan e-commerce umumnya memiliki valuasi tinggi dengan volatilitas harga yang besar. Capital gain potensial yang besar selalu datang berpasangan dengan risiko kerugian yang setara.
  6. Risiko Konsentrasi: Mengalokasikan terlalu banyak portofolio ke satu sektor (e-commerce) dapat memperbesar risiko. Pertimbangkan diversifikasi portofolio lintas sektor dan aset.
⚠️ Disclaimer Investasi: Investasi di pasar modal mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak merupakan saran atau rekomendasi investasi. Pluang, melalui PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati, beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti. Pastikan Anda memahami risiko sebelum berinvestasi.

Cara Beli Saham Shopee (SE) untuk Pemula di Pluang

Karena SE adalah saham Amerika Serikat (US Stock), Anda membutuhkan platform yang menyediakan akses ke pasar saham AS. Pluang — dengan lebih dari 13 juta pengguna — adalah salah satu platform investasi multi-aset yang memungkinkan pembelian saham AS termasuk SE langsung dari Indonesia, berizin dan diawasi Bappebti, OJK, dan Bank Indonesia.

Berikut langkah-langkah membeli saham SE di Pluang:

  1. Unduh dan Daftarkan Akun Pluang: Instal aplikasi Pluang, lalu selesaikan proses verifikasi identitas (KYC). Proses ini sepenuhnya digital dan bisa dilakukan dalam hitungan menit.
  2. Top Up Saldo: Lakukan deposit ke akun Pluang Anda. Tidak ada minimum deposit — Anda bisa mulai dengan nominal berapapun yang sesuai kemampuan.
  3. Pilih Menu Saham AS: Di beranda aplikasi, pilih kategori Saham AS atau US Stocks.
  4. Cari Ticker SE: Ketikkan "SE" atau "Sea Limited" di kolom pencarian. Pastikan Anda memilih Sea Limited (NYSE: SE), bukan ticker lain.
  5. Pilih Opsi Beli: Tekan tombol "Beli" atau "Buy". Anda bisa membeli berdasarkan nominal (misalnya Rp 500.000) karena Pluang mendukung pembelian fractional share — tidak perlu membeli 1 lot penuh.
  6. Pilih Tipe Order: Pilih Market Order untuk eksekusi segera, atau Limit Order jika ingin membeli di harga spesifik yang Anda tentukan.
  7. Konfirmasi Transaksi: Periksa detail pesanan (jumlah, harga, biaya transaksi), lalu konfirmasi. Saham SE akan masuk ke portofolio Anda setelah order tereksekusi.

Pluang mengenakan biaya transaksi 0,30% untuk pengguna reguler (0,20% untuk Pluang Plus) untuk saham AS. Selain itu, Pluang menawarkan fitur canggih seperti TradingView via Web Trading, Signal & Screener AI, dan Trade with Aura AI untuk membantu analisis fundamental dan teknikal secara real-time.

Cara Beli Saham GOTO dan BELI di Pluang

Berbeda dengan SE, saham GOTO dan BELI terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX), sehingga bisa dibeli langsung melalui rekening efek Indonesia. Pluang menyediakan akses ke 950+ saham IDX termasuk GOTO dan BELI dengan biaya trading 0%.

  1. Buka Aplikasi Pluang dan pastikan akun Anda sudah terverifikasi (KYC selesai).
  2. Isi Saldo RDN: Top up Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui BCA atau Bank Jago. Tidak ada minimum deposit.
  3. Pilih Menu Saham Indonesia: Navigasikan ke bagian saham IDX di aplikasi.
  4. Cari Saham yang Diinginkan: Ketik "GOTO" untuk GoTo Gojek Tokopedia, atau "BELI" untuk Global Digital Niaga (Blibli).
  5. Tentukan Jumlah Lot: Di BEI, minimum pembelian adalah 1 lot = 100 lembar saham. Harga GOTO yang berada di kisaran Rp 50/saham berarti 1 lot = sekitar Rp 5.000 — sangat terjangkau untuk pemula.
  6. Pilih Tipe Order dan Konfirmasi: Pilih antara Market Order atau Limit Order, periksa detail transaksi, dan konfirmasi pembelian.

Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek, difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, seluruhnya berizin dan diawasi OJK.

Pertanyaan Umum tentang Saham Shopee dan E-Commerce

Apakah ada saham Shopee di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Tidak. Shopee tidak terdaftar sebagai emiten independen di BEI maupun bursa manapun. Untuk berinvestasi di Shopee, Anda perlu membeli saham Sea Limited (NYSE: SE) yang tersedia sebagai saham AS di platform seperti Pluang.

Berapa harga saham SE saat ini?

Harga saham SE berfluktuasi setiap hari karena diperdagangkan di NYSE. Cek harga real-time terkini langsung di aplikasi Pluang atau situs resmi bursa. Sebagai referensi, per pertengahan 2026 SE diperdagangkan di kisaran USD 87–92, namun angka ini bisa berubah kapanpun.

Apa perbedaan membeli SE dibanding GOTO atau BELI?

SE adalah saham AS yang menggunakan USD, memberikan eksposur ke bisnis Shopee sekaligus Garena dan Monee di 7+ negara. GOTO dan BELI adalah saham IDX berdenominasi Rupiah yang fokus pada pasar Indonesia. Profil risiko, biaya transaksi, dan jam perdagangan ketiganya berbeda.

Apakah saham e-commerce cocok untuk pemula?

Saham e-commerce dan teknologi umumnya memiliki volatilitas lebih tinggi dibanding saham blue chip. Untuk pemula, disarankan memulai dengan posisi kecil, memahami profil risiko masing-masing emiten, dan tidak mengalokasikan seluruh modal di satu sektor. Diversifikasi portofolio sangat dianjurkan.

Apakah Lazada bisa dibeli sebagai saham?

Tidak. Lazada adalah anak perusahaan Alibaba Group (NYSE: BABA) yang tidak diperdagangkan secara independen di bursa manapun. Untuk mendapat eksposur ke Lazada, investor perlu membeli saham induknya, Alibaba Group (BABA), yang juga tersedia sebagai saham AS di Pluang.

Apakah Sea Limited (SE) membayar dividen?

Hingga 2026, Sea Limited belum membayarkan dividen kepada pemegang saham. Perusahaan memprioritaskan reinvestasi laba untuk mendanai pertumbuhan bisnis di pasar-pasar ekspansi. Investor SE umumnya berorientasi pada capital gain jangka panjang, bukan pendapatan dividen.

Apakah GOTO membayar dividen?

Belum. GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) baru saja mencatat laba bersih pertama di Q1 2026, sehingga pembayaran dividen belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Manajemen kemungkinan akan menggunakan laba untuk mendanai pertumbuhan dan memperkuat neraca terlebih dahulu.

Apa itu ticker saham dan bagaimana cara membacanya?

Ticker saham adalah kode unik yang mengidentifikasi sebuah emiten di bursa. Contoh: "SE" untuk Sea Limited di NYSE, "GOTO" untuk GoTo di IDX, "BELI" untuk Blibli di IDX. Cara membacanya cukup dengan memasukkan kode tersebut di aplikasi investasi Anda untuk melihat informasi lengkap emiten tersebut.

Kesimpulan

Mencari "saham Shopee" adalah langkah tepat — Anda hanya perlu sedikit menyesuaikan arah pencariannya. Shopee tidak terdaftar langsung di bursa, tetapi induknya Sea Limited (SE) tersedia sebagai saham AS yang bisa dibeli di Pluang. Sementara itu, GOTO dan BELI menawarkan eksposur ke ekosistem e-commerce dan teknologi Indonesia langsung dari BEI.

Ketiga emiten ini masing-masing memiliki kekuatan dan risiko tersendiri:

  • SE — konglomerat digital terdiversifikasi, sudah profitabel sejak 2025, tapi menggunakan USD dan memiliki risiko mata uang.
  • GOTO — super-app Indonesia yang baru saja mencetak laba pertama di Q1 2026, valuasi menarik, dengan potensi turnaround yang semakin nyata.
  • BELI — pertumbuhan pendapatan tertinggi di antara ketiganya (+33,77%), model omnichannel unik, cocok untuk investor yang percaya pada potensi B2B Indonesia.

Apapun pilihan Anda, pastikan investasi dilakukan melalui platform yang berizin dan diawasi OJK seperti Pluang — dengan lebih dari 13 juta pengguna, akses ke 2.000+ produk investasi, biaya trading 0% untuk saham IDX, dan tanpa minimum deposit. Mulailah dengan nominal yang sesuai kemampuan, pahami risiko, dan diversifikasikan portofolio Anda.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1