Berita & Analisis
Cara Beli Saham E-Commerce untuk Pemula 2026: Shopee, GOTO, dan BELI

Banyak investor pemula mencari "saham Shopee" di aplikasi sekuritas Indonesia dan tidak menemukannya. Ini bukan karena Shopee tidak terdaftar secara resmi, melainkan karena Shopee bukan perusahaan yang berdiri sendiri sebagai emiten di bursa manapun.
Shopee adalah salah satu unit bisnis utama dari Sea Limited — konglomerat teknologi Asia Tenggara yang juga mengelola platform gaming Garena dan layanan keuangan digital Monee. Sea Limited memilih untuk melantai di NYSE (Amerika Serikat), bukan di BEI atau bursa Asia lainnya.
Artinya, jika Anda ingin "membeli saham Shopee", yang Anda beli secara teknis adalah saham Sea Limited (NYSE: SE) — yang memberikan Anda kepemilikan proporsional atas seluruh bisnis Sea Group, termasuk Shopee, Garena, dan Monee sekaligus.
Sea Limited (NYSE: SE) adalah perusahaan teknologi publik asal Singapura yang didirikan pada 2009 oleh Forrest Li, dan merupakan induk langsung dari tiga bisnis besar: Shopee (e-commerce), Garena (gaming), dan Monee (layanan keuangan digital).
Berikut ringkasan profil Sea Limited yang relevan untuk investor Indonesia di 2026:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Ticker | SE (NYSE — Bursa New York) |
| Kategori | Saham AS (US Stock) |
| Pendiri & CEO | Forrest Li (memegang 59,1% hak suara per Maret 2025) |
| Segmen Utama | Shopee (e-commerce), Garena (gaming), Monee (fintech) |
| Pendapatan 2025 | USD 22,9 miliar (+36,4% YoY; tumbuh dari USD 12,4 miliar di 2022) |
| Laba Bersih 2025 | USD 1,58 miliar (pertama kali positif secara tahunan) |
| Market Cap | ~USD 54–56 miliar (per Juni 2026, berfluktuasi) |
| Wilayah Operasi Shopee | Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan, Brasil |
Dari sisi fundamental, Sea Limited membukukan pertumbuhan yang solid di 2025. Segmen e-commerce Shopee mencatat pertumbuhan pendapatan 33,9% secara tahunan menjadi USD 16,6 miliar, dengan gross merchandise value (GMV) menembus USD 127 miliar. Layanan keuangan digital Monee juga tumbuh pesat: pendapatannya naik 60,3% menjadi USD 3,8 miliar sepanjang 2025, menjadikan Sea bukan sekadar "perusahaan Shopee" tetapi konglomerat digital terdiversifikasi dengan market cap puluhan miliar dolar.
Sentimen analis Wall Street terhadap SE sangat positif: dari sekitar 29 analis yang aktif meliput per Juni 2026, konsensus adalah Strong Buy dengan rata-rata target harga ~USD 140 — potensi kenaikan lebih dari 50% dari level pertengahan 2026. Namun perlu diingat, harga saham bisa berfluktuasi signifikan dan target analis bukan jaminan.
GOTO (IDX: GOTO) adalah kode saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, perusahaan teknologi Indonesia yang lahir dari merger terbesar dalam sejarah startup Indonesia antara Gojek (ride-hailing & pengiriman) dan Tokopedia (e-commerce) pada 2021.
Berbeda dari SE yang harus dibeli sebagai saham AS, GOTO dapat dibeli langsung di Bursa Efek Indonesia — artinya tersedia di hampir semua aplikasi sekuritas domestik, termasuk Pluang. GoTo berkontribusi sekitar 2% dari PDB Indonesia dan merupakan salah satu super-app terbesar di Asia Tenggara.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Ticker | GOTO (IDX — Bursa Efek Indonesia) |
| Kategori | Saham IDX |
| Pendapatan 2025 | Rp 18,3 triliun (+24% YoY — sumber: laporan resmi GoTo) |
| Rugi Bersih 2025 | Menyempit signifikan vs. 2024; laba bersih pertama tercatat di Q1 2026 (Rp 171 miliar) |
| Konsensus Analis | "Buy" — target harga rata-rata berkisar Rp 85–115 (berbagai sumber, Juni 2026) |
| Harga (per Juni 2026) | ~Rp 50 (52-week range: Rp 50–73) |
| Unit Bisnis | Gojek, Tokopedia, GoTo Financial |
GoTo mencapai tonggak sejarah penting: pada Q1 2026, perusahaan mencatat laba bersih untuk pertama kalinya sebesar Rp 171 miliar — sebuah pembalikan dari kerugian Rp 367 miliar di Q1 2025. Adjusted EBITDA grup juga menembus rekor di 2025, dengan segmen fintech dan layanan on-demand keduanya mencatat perbaikan profitabilitas yang signifikan. Risiko utama tetap pada persaingan ketat di ekosistem digital dan tekanan margin dari investasi pertumbuhan.
BELI (IDX: BELI) adalah kode saham PT Global Digital Niaga Tbk, perusahaan yang mengoperasikan platform e-commerce omnichannel Blibli.com — salah satu pionir belanja online di Indonesia yang berdiri sejak 2011.
Blibli berbeda dari Shopee dan Tokopedia karena mengedepankan model omnichannel: menggabungkan toko online dengan toko fisik, melayani segmen B2C ritel sekaligus B2B dan B2G (bisnis ke pemerintah). Blibli juga mengakuisisi tiket.com pada 2017, memperluas ekosistemnya ke perjalanan dan gaya hidup.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Ticker | BELI (IDX — Bursa Efek Indonesia) |
| Kategori | Saham IDX |
| Pendapatan 2025 | Rp 22,36 triliun (+33,77% YoY) |
| Target Harga Analis | Rata-rata Rp 497,25 (range: Rp 459–546) |
| Model Bisnis | Omnichannel B2C, B2B, B2G; e-commerce + toko fisik |
| Ekosistem | Blibli.com, tiket.com, Ranch Market (grocery) |
Pertumbuhan pendapatan BELI di 33,77% pada 2025 terbilang kuat untuk standar e-commerce domestik. Segmen Institution (B2B/B2G) menjadi kontributor terbesar pendapatan, memberikan karakteristik arus kas yang lebih stabil dibanding platform pure B2C.
Ketiga emiten ini mewakili tiga cara berbeda untuk mendapatkan eksposur ke ekosistem e-commerce Asia Tenggara. Berikut perbandingan komprehensifnya:
| Faktor | SE (Sea Limited) | GOTO | BELI (Blibli) |
|---|---|---|---|
| Bursa | NYSE (AS) | IDX (Indonesia) | IDX (Indonesia) |
| Mata Uang | USD | IDR | IDR |
| Fokus Bisnis | E-commerce + gaming + fintech (regional) | Super-app: ride, delivery, e-commerce, fintech | Omnichannel B2C/B2B/B2G |
| Profitabilitas | Laba bersih positif USD 1,58 miliar (2025) | Rugi 2025, tapi cetak laba pertama di Q1 2026 | Pendapatan tumbuh kuat, masih dalam fase investasi |
| Pertumbuhan Pendapatan | +36,4% FY 2025 | +24% FY 2025 | +33,77% FY 2025 |
| Diversifikasi | Tinggi (3 bisnis besar) | Tinggi (mobility + fintech + e-commerce) | Sedang (omnichannel) |
| Leverage Pluang | Hingga 4× (Saham AS) | Tidak ada leverage | Tidak ada leverage |
| Sentimen Analis | Strong Buy, avg TP ~USD 140 | Buy, TP berkisar Rp 85–115 | Target rata-rata ~Rp 497 |
Dari sisi analisa fundamental, SE menawarkan profitabilitas yang sudah terbukti dan diversifikasi bisnis paling luas. GOTO menawarkan eksposur ke pasar domestik Indonesia dengan narasi turnaround yang semakin konkret — ditandai oleh laba pertama di Q1 2026. BELI cocok untuk investor yang mencari pertumbuhan omnichannel yang lebih fokus dan terlindungi dari risiko mata uang asing.
Sebelum membeli, penting untuk memahami risiko spesifik yang melekat pada saham-saham e-commerce seperti SE, GOTO, dan BELI:
Karena SE adalah saham Amerika Serikat (US Stock), Anda membutuhkan platform yang menyediakan akses ke pasar saham AS. Pluang — dengan lebih dari 13 juta pengguna — adalah salah satu platform investasi multi-aset yang memungkinkan pembelian saham AS termasuk SE langsung dari Indonesia, berizin dan diawasi Bappebti, OJK, dan Bank Indonesia.
Berikut langkah-langkah membeli saham SE di Pluang:
Pluang mengenakan biaya transaksi 0,30% untuk pengguna reguler (0,20% untuk Pluang Plus) untuk saham AS. Selain itu, Pluang menawarkan fitur canggih seperti TradingView via Web Trading, Signal & Screener AI, dan Trade with Aura AI untuk membantu analisis fundamental dan teknikal secara real-time.
Berbeda dengan SE, saham GOTO dan BELI terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX), sehingga bisa dibeli langsung melalui rekening efek Indonesia. Pluang menyediakan akses ke 950+ saham IDX termasuk GOTO dan BELI dengan biaya trading 0%.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek, difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, seluruhnya berizin dan diawasi OJK.
Tidak. Shopee tidak terdaftar sebagai emiten independen di BEI maupun bursa manapun. Untuk berinvestasi di Shopee, Anda perlu membeli saham Sea Limited (NYSE: SE) yang tersedia sebagai saham AS di platform seperti Pluang.
Harga saham SE berfluktuasi setiap hari karena diperdagangkan di NYSE. Cek harga real-time terkini langsung di aplikasi Pluang atau situs resmi bursa. Sebagai referensi, per pertengahan 2026 SE diperdagangkan di kisaran USD 87–92, namun angka ini bisa berubah kapanpun.
SE adalah saham AS yang menggunakan USD, memberikan eksposur ke bisnis Shopee sekaligus Garena dan Monee di 7+ negara. GOTO dan BELI adalah saham IDX berdenominasi Rupiah yang fokus pada pasar Indonesia. Profil risiko, biaya transaksi, dan jam perdagangan ketiganya berbeda.
Saham e-commerce dan teknologi umumnya memiliki volatilitas lebih tinggi dibanding saham blue chip. Untuk pemula, disarankan memulai dengan posisi kecil, memahami profil risiko masing-masing emiten, dan tidak mengalokasikan seluruh modal di satu sektor. Diversifikasi portofolio sangat dianjurkan.
Tidak. Lazada adalah anak perusahaan Alibaba Group (NYSE: BABA) yang tidak diperdagangkan secara independen di bursa manapun. Untuk mendapat eksposur ke Lazada, investor perlu membeli saham induknya, Alibaba Group (BABA), yang juga tersedia sebagai saham AS di Pluang.
Hingga 2026, Sea Limited belum membayarkan dividen kepada pemegang saham. Perusahaan memprioritaskan reinvestasi laba untuk mendanai pertumbuhan bisnis di pasar-pasar ekspansi. Investor SE umumnya berorientasi pada capital gain jangka panjang, bukan pendapatan dividen.
Belum. GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) baru saja mencatat laba bersih pertama di Q1 2026, sehingga pembayaran dividen belum menjadi prioritas dalam waktu dekat. Manajemen kemungkinan akan menggunakan laba untuk mendanai pertumbuhan dan memperkuat neraca terlebih dahulu.
Ticker saham adalah kode unik yang mengidentifikasi sebuah emiten di bursa. Contoh: "SE" untuk Sea Limited di NYSE, "GOTO" untuk GoTo di IDX, "BELI" untuk Blibli di IDX. Cara membacanya cukup dengan memasukkan kode tersebut di aplikasi investasi Anda untuk melihat informasi lengkap emiten tersebut.
Mencari "saham Shopee" adalah langkah tepat — Anda hanya perlu sedikit menyesuaikan arah pencariannya. Shopee tidak terdaftar langsung di bursa, tetapi induknya Sea Limited (SE) tersedia sebagai saham AS yang bisa dibeli di Pluang. Sementara itu, GOTO dan BELI menawarkan eksposur ke ekosistem e-commerce dan teknologi Indonesia langsung dari BEI.
Ketiga emiten ini masing-masing memiliki kekuatan dan risiko tersendiri:
Apapun pilihan Anda, pastikan investasi dilakukan melalui platform yang berizin dan diawasi OJK seperti Pluang — dengan lebih dari 13 juta pengguna, akses ke 2.000+ produk investasi, biaya trading 0% untuk saham IDX, dan tanpa minimum deposit. Mulailah dengan nominal yang sesuai kemampuan, pahami risiko, dan diversifikasikan portofolio Anda.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


