
Per 5 Oktober 2026, harga saham BRPT (PT Barito Pacific Tbk) berada di Rp1.485 per lembar dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp139,21 triliun (sumber: IDN Financials, 5 Oktober 2026). Saham BRPT adalah saham PT Barito Pacific Tbk — konglomerasi energi dan petrokimia yang mayoritas sahamnya dikuasai Prajogo Pangestu. Pada semester I 2026, pendapatan BRPT naik 76,1% secara tahunan menjadi US5.686juta,namunlababersihjustruturun70%menjadiUS518 juta akibat tekanan margin petrokimia (sumber: BCA Sekuritas, 3 Agustus 2026; Kabarbursa, 1 Agustus 2026). Artikel ini membedah profil bisnis, pemilik, kinerja, dividen, katalis, risiko, dan cara membeli saham BRPT.
BRPT adalah kode saham PT Barito Pacific Tbk, holding investasi energi dan petrokimia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp139,21 triliun per 5 Oktober 2026 (sumber: IDN Financials). Perusahaan berevolusi jauh dari akar bisnis kayunya di era 1980-an menjadi grup energi terintegrasi dengan portofolio di petrokimia, energi panas bumi, kilang, dan ritel bahan bakar minyak (BBM).
● Kode saham: BRPT, tercatat di BEI
● Nama resmi: PT Barito Pacific Tbk
● Sektor IDX-IC: Basic Materials — sub-sektor Chemicals (Kimia)
Saham BRPT bergerak di bidang holding energi dan petrokimia terintegrasi, dengan portofolio utama di empat lini bisnis:
● Petrokimia — melalui Chandra Asri (TPIA), salah satu produsen petrokimia berskala besar di Indonesia.
● Energi panas bumi — melalui Barito Renewables (BREN)/Star Energy, operator geothermal berskala global.
● Kilang & ritel BBM — kilang Aster yang kini terintegrasi penuh, plus jaringan ritel bahan bakar Esso hasil akuisisi dari ExxonMobil.
● Energi lainnya — pembangkit dan infrastruktur pendukung.
Sebagai holding, nilai BRPT sangat dipengaruhi kinerja dan valuasi anak-anak usahanya yang juga tercatat di bursa — karakteristik yang membuat sahamnya dikenal fluktuatif dan aktif diperdagangkan.
Saham BRPT mayoritas dikuasai Prajogo Pangestu, dengan kepemilikan 71,36% atau 66.898.030.165 lembar saham per 31 Desember 2025 (sumber: Barito Pacific, laporan struktur pemegang saham resmi). Sisanya, sekitar 28,64% atau 26.849.187.879 lembar saham, dipegang masyarakat/publik dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5%. Prajogo Pangestu tercatat terus melakukan akumulasi saham tambahan sepanjang awal 2026, meski porsinya belum bergeser signifikan dari 71,36% (sumber: Kabarbursa, 19 Januari 2026).
Pemegang Saham | Persentase | Jumlah Saham |
Prajogo Pangestu | 71,36% | 66.898.030.165 |
Masyarakat (kepemilikan di bawah 5%) | 28,64% | 26.849.187.879 |
Sumber: PT Barito Pacific Tbk, laporan struktur pemegang saham per 31 Desember 2025. Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
BRPT adalah salah satu dari enam emiten yang tercatat di BEI dengan kepemilikan Prajogo Pangestu atau keluarganya, baik langsung maupun melalui rantai perusahaan induk — selengkapnya soal struktur kepemilikan lintas grup ini bisa dibaca di Saham Prajogo Pangestu: 6 Emiten dan Rincian Kepemilikannya.
Indikator | Nilai | Per tanggal |
Harga saham | Rp1.485 | 5 Okt 2026 |
Kapitalisasi pasar | ~Rp139,21 triliun | 5 Okt 2026 |
Pendapatan Semester I 2026 | US$5.686 juta (+76,1% YoY) | Laporan Semester I 2026 |
Laba bersih Semester I 2026 | US$518 juta (−70% YoY) | Laporan Semester I 2026 |
Margin EBITDA Semester I 2026 | 19,06% (turun dari 61,13%) | Laporan Semester I 2026 |
Pendapatan BRPT melonjak pada semester I 2026, namun laba bersih justru turun 70% secara tahunan — EBITDA terkompresi 45,1% menjadi US$1,084 miliar seiring tekanan margin di segmen petrokimia, yang masih menyumbang 94% pendapatan grup. Manajemen menyebut fasilitas kimia yang beroperasi standalone di Indonesia masih menantang akibat kelebihan kapasitas produksi baru, terutama dari Tiongkok (sumber: Kabarbursa, 1 Agustus 2026).
Sumber: IDN Financials, 5 Oktober 2026 (harga & kapitalisasi pasar); BCA Sekuritas, 3 Agustus 2026; Kabarbursa, 1 Agustus 2026 (pendapatan & laba bersih semester I 2026).
Per 5 Oktober 2026, harga saham BRPT adalah Rp1.485 per lembar, sehingga 1 lot (100 lembar) saham BRPT setara sekitar Rp148.500 (sumber: IDN Financials, 5 Oktober 2026).
Komponen | Nilai | Per tanggal |
Harga per lembar | Rp1.485 | 5 Okt 2026 |
Harga 1 lot (100 lembar) | ~Rp148.500 | 5 Okt 2026 |
Minimum transaksi Saham Indonesia di Pluang | 1 lot (100 lembar) | 5 Okt 2026 |
Komisi broker | Bervariasi per sekuritas (ilustratif, cek skedul biaya Pluang) | 5 Okt 2026 |
Levy IDX (bursa + KPEI + KSEI) | Diatur regulator, dibebankan per transaksi | 5 Okt 2026 |
PPh Final atas nilai jual | 0,1% (sesuai ketentuan perpajakan pasar modal) | 5 Okt 2026 |
PPh Final sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas — komisi broker bervariasi antar sekuritas dan levy IDX bersifat regulated, bukan biaya seragam di seluruh sekuritas berizin.
Sebagai perbandingan pada kategori aset lain di Pluang: minimum pembelian aset crypto adalah Rp10.000 dan minimum penjualan Rp5.000, sementara untuk saham AS & ETF minimum transaksi adalah USD 1,00 (Market Order) atau USD 1,50 (Limit/Stop/Stop-Limit Order). Angka-angka ini berbeda dari minimum saham Indonesia karena masing-masing berada di bawah entitas penyedia dan kerangka regulasi yang berbeda (lihat disclaimer produk di bagian bawah artikel).
Ya, meski bukan daya tarik utamanya. BRPT membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp1,63 per saham, setara Rp163 per lot (100 lembar), dengan total nilai US$8,5 juta — hanya sekitar 1,7% dari laba bersih 2025, karena manajemen menahan 98,1% laba untuk operasional dan ekspansi (sumber: Bisnis.com, 25 Juni 2026).
Keterangan | Nilai / Tanggal |
Persetujuan RUPST | 25 Juni 2026 |
Dividen per saham | Rp1,63 |
Dividen per lot (100 lembar) | Rp163 |
Total nilai dividen | US$8,5 juta (~1,7% dari laba bersih 2025) |
Cum Date — Pasar Reguler & Negosiasi | 3 Juli 2026 |
Ex Date — Pasar Reguler & Negosiasi | 6 Juli 2026 |
Recording Date | 7 Juli 2026 |
Payment Date | 29 Juli 2026 — sudah dibayarkan |
Sumber: Bisnis.com, 25 Juni 2026; BCA Sekuritas. Angka ini bukan cerminan performa mendatang — BRPT secara historis membagikan dividen dalam jumlah kecil dan tidak rutin (sempat tidak membagikan dividen pada 2019 dan 2020); daya tarik investasinya lebih pada potensi pertumbuhan bisnis grup, bukan yield dividen.
● Kilang Aster beroperasi penuh. Kontributor utama lonjakan pendapatan; peningkatan utilisasi lanjutan menjadi katalis yang dipantau investor.
● Bisnis ritel Esso. Akuisisi dari ExxonMobil menghadirkan pendapatan berulang bermargin stabil — penyeimbang bisnis petrokimia yang bergejolak.
● Diversifikasi bisnis. Kombinasi geothermal (kontrak jangka panjang), kilang, ritel BBM, dan petrokimia menghaluskan siklus laba grup.
● Eksposur dolar AS. Mayoritas pendapatan berbasis dolar AS, sehingga pergerakan kurs turut memengaruhi laba yang dibukukan dalam rupiah.
Menurut data konsensus analis yang dipantau Investing.com (polling tiga bulan terakhir, per 23 September 2026), target harga rata-rata BRPT berada di Rp1.764 dengan rentang estimasi Rp870–Rp2.657 — rentang yang lebar ini mencerminkan tingkat ketidakpastian yang tinggi di antara analis. Target harga analis bersifat proyeksi pihak ketiga, dapat berubah sewaktu-waktu, dan bukan jaminan arah harga saham ke depan — Pluang tidak menerbitkan target harga dari riset internal untuk saham BRPT maupun saham lainnya.
● Oversupply petrokimia. Banjir pasokan dari Tiongkok menekan spread produk Chandra Asri, tercermin dari penurunan laba bersih 70% pada semester I 2026 meski pendapatan naik.
● Normalisasi margin kilang. Margin pengilangan yang tinggi berpotensi menyusut saat harga minyak dan spread produk ternormalisasi.
● Leverage tinggi. Utang grup yang besar membuat biaya pendanaan sensitif terhadap suku bunga.
● Volatilitas khas saham grup. Saham-saham grup Barito dikenal bergerak tajam dua arah; drawdown besar adalah bagian dari riwayat pergerakan harganya.
● Struktur holding. Diskon holding dan ketergantungan pada valuasi anak usaha (TPIA, BREN) menambah lapisan kompleksitas analisis.
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi. Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini. Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Saham BRPT dapat dibeli melalui aplikasi sekuritas yang menyediakan akses ke Saham Indonesia, seperti Pluang, dengan minimum transaksi 1 lot (100 lembar). Berikut langkah praktisnya:
● Unduh dan daftar akun Pluang. Lengkapi proses KYC dan registrasi.
● Cari ticker "BRPT" di menu Saham Indonesia untuk melihat harga real-time dan grafiknya.
● Analisis strukturnya. Pahami kontribusi tiap anak usaha; pantau juga pergerakan TPIA dan BREN karena valuasi BRPT terkait erat dengan keduanya.
● Tentukan jumlah lot. Beli minimal 1 lot (100 lembar) — di harga ±Rp1.485, sekitar Rp148.500 per lot.
● Konfirmasi dan eksekusi order, lalu pelajari status lisensi serta entitas penyedia layanan di halaman Keamanan Pluang. Untuk saham dengan volatilitas tinggi seperti ini, tentukan batas kerugian dan ukuran posisi sejak awal.
Investor sering bingung membedakan tiga saham grup Barito yang sama-sama tercatat di BEI:
Saham | Entitas | Bisnis | Relasi ke BRPT |
BRPT | Barito Pacific | Holding induk | Memiliki porsi besar TPIA & BREN |
TPIA | Chandra Asri Pacific | Petrokimia & infrastruktur | Anak usaha — kontributor pendapatan utama |
BREN | Barito Renewables | Panas bumi (Star Energy) | Anak usaha — kontributor nilai pasar terbesar |
Implikasi praktisnya: membeli BRPT berarti membeli eksposur ke seluruh grup dengan diskon holding (harga pasar holding secara historis cenderung lebih rendah dibanding nilai gabungan anak usahanya), sedangkan membeli TPIA atau BREN adalah eksposur langsung ke satu lini bisnis. Pergerakan harga ketiganya cenderung berkorelasi erat. Untuk detail struktur kepemilikan lengkap keenam emiten Grup Prajogo, lihat Saham Prajogo Pangestu: 6 Emiten dan Rincian Kepemilikannya.
● Tentukan ukuran posisi sebelum membeli. Dengan rentang target analis yang lebar (Rp870–Rp2.657), porsi kecil (satelit) adalah bagian dari manajemen risiko yang wajar dipertimbangkan.
● Pakai rencana dua arah. Menetapkan sejak awal level ambil untung dan batas rugi adalah praktik manajemen risiko umum untuk saham bervolatilitas tinggi.
● Pantau spread petrokimia dan utilisasi Aster, serta arah suku bunga acuan — dengan leverage tinggi, keduanya berdampak langsung pada margin dan beban bunga grup.
● Hindari keputusan berbasis pergerakan harian semata. Saham grup ini historisnya bergerak dengan lonjakan dan koreksi tajam.
BRPT adalah saham dengan profil pertumbuhan dan volatilitas tinggi, cocok untuk investor yang memahami sektor energi-petrokimia dan siap menghadapi ayunan harga tajam — rentang target analis yang lebar (Rp870–Rp2.657) mencerminkan ketidakpastian arah harga ke depan. Investor pemburu dividen stabil lebih sesuai dengan saham blue chip dividen, mengingat dividen BRPT historisnya kecil dan tidak rutin; investor dengan toleransi risiko lebih tinggi yang memahami cerita transformasi bisnis Barito dapat mempertimbangkan BRPT sebagai posisi pelengkap portofolio, bukan posisi inti.
Disclaimer Produk (Saham Indonesia): Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas dan PT Sarana Santosa Sejati (Mitra PPE Level II) berizin dan diawasi OJK.
Saham BRPT tengah menjalani transformasi bisnis dari holding petrokimia yang siklikal menjadi grup energi terdiversifikasi dengan kilang dan ritel BBM. Namun semester I 2026 menunjukkan sisi lain dari volatilitas ini: pendapatan naik 76,1% tetapi laba bersih turun 70% akibat tekanan margin petrokimia. BRPT juga membagikan dividen kecil (Rp163/lot, sudah dibayarkan 29 Juli 2026) yang bukan daya tarik utama sahamnya. Seperti saham grup besar dengan leverage tinggi pada umumnya, potensi imbal hasilnya sebanding dengan risikonya. Kenali profil risiko Anda, jaga ukuran posisi, dan pantau saham BRPT secara real-time di aplikasi Pluang sebelum mengambil keputusan investasi.
Per 5 Oktober 2026, harga saham BRPT adalah Rp1.485 per lembar atau sekitar Rp148.500 per lot (sumber: IDN Financials).
BRPT adalah holding energi terintegrasi: petrokimia (Chandra Asri), panas bumi (Barito Renewables/Star Energy), kilang Aster, dan ritel BBM Esso.
Saham BRPT mayoritas dikuasai Prajogo Pangestu dengan kepemilikan 71,36% per 31 Desember 2025 (sumber: Barito Pacific).
Ya. BRPT membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp1,63/saham (Rp163/lot), sudah dibayarkan 29 Juli 2026 — namun nilainya kecil (hanya ~1,7% laba bersih 2025), sehingga bukan daya tarik utama sahamnya dibanding potensi pertumbuhan bisnis (sumber: Bisnis.com, 25 Juni 2026).
Margin petrokimia tertekan oversupply dari Tiongkok dan tantangan fasilitas kimia standalone di Indonesia — pendapatan naik 76,1% YoY tetapi laba bersih turun 70% YoY dan margin EBITDA turun dari 61,13% menjadi 19,06% (sumber: Kabarbursa, 1 Agustus 2026).
Minimum transaksi saham BRPT di Pluang adalah 1 lot (100 lembar), sekitar Rp148.500 di harga Rp1.485 per lembar (5 Okt 2026).
Saham-saham grup Barito secara historis masuk indeks utama BEI berkat kapitalisasi dan likuiditasnya, namun komposisi indeks ditinjau berkala oleh BEI — cek daftar terkini di situs BEI.
Tergantung tesis investasi: BRPT memberi eksposur ke seluruh grup dengan diskon holding, TPIA eksposur langsung ke petrokimia, BREN eksposur langsung ke energi terbarukan.
Oversupply petrokimia dari Tiongkok (tercermin dari laba semester I 2026 yang turun 70%), leverage tinggi, dan volatilitas khas saham grup Barito.
Empat hal: utilisasi dan margin kilang Aster, spread produk petrokimia Chandra Asri, kontribusi ritel Esso, dan beban utang seiring arah suku bunga.
Tanggal | Perubahan |
20 Juli 2026 | Artikel pertama kali dipublikasikan, memuat profil emiten, kinerja Q1 2026, katalis, risiko, dan FAQ. |
23 September 2026 | Menambahkan Angka Kunci di 100 kata pertama; 3 H2 baru (BRPT saham apa, bergerak di bidang apa, siapa pemilik) dengan tautan ke hub Saham Prajogo Pangestu; tabel struktur pemegang saham; tabel harga & minimum transaksi 1 lot; disclaimer produk diperbarui ke bentuk verbatim SSOT; data harga, kapitalisasi pasar, dan target harga analis diperbarui per 22–23 September 2026. |
5 Oktober 2026 | Ditambahkan sub-judul baru "Apakah BRPT Membagikan Dividen?" dengan tabel jadwal dividen tahun buku 2025 (Rp1,63/saham, sudah dibayarkan 29 Juli 2026). Data kinerja diperbarui dari Q1 ke semester I 2026 (laba bersih turun 70% YoY meski pendapatan naik 76,1%). Harga saham diperbarui ke Rp1.485 (5 Okt 2026, IDN Financials). FAQ dipindah ke bawah Kesimpulan. Koreksi kepatuhan: dihapus satu versi paraphrase dari kalimat lisensi Saham Indonesia di bagian "Cara Beli" yang berbeda redaksi dari blok verbatim SSOT, agar tidak ada dua versi berbeda pada halaman yang sama. |
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.


