Berita & Analisis
AI Dongkrak Saham Oracle Melesat 9%










Oracle baru saja membalikkan sentimen negatif pasar. Setelah sahamnya sempat merosot lebih dari 50% dari titik tertingginya pada September lalu, perusahaan besutan Larry Ellison ini memberikan kejutan pada laporan kuartal ketiga tahun fiskal (berakhir 28 Februari 2026).
Beli Call Option ORCL di Sini!
Indikator | Hasil Q3 FY2026 | Estimasi Analis (LSEG) | Status |
Pendapatan (Revenue) | $17,19 Miliar | $16,91 Miliar | š¢ Beat |
EPS (Adjusted) | $1,79 | $1,70 | š¢ Beat |
Cloud Revenue (Total) | $8,9 Miliar | $8,85 Miliar | š¢ Beat |
Pertumbuhan OCI | 84% (YoY) | - | š¢ Strong |
Dividen / Saham | $0,40 | - | Tetap |
Oracle mencatatkan pendapatan sebesar $17,19 miliar, lebih tinggi dari ekspektasi analis LSEG sebesar $16,91 miliar. Keuntungan per saham (EPS) yang disesuaikan juga mencapai $1,79, mengalahkan prediksi di angka $1,70.
Pertumbuhan pendapatan total secara tahunan (YoY) mencapai 22%, didorong kuat oleh unit bisnis cloud yang tumbuh agresif.
Salah satu kejutan terbesar datang dari pendapatan Cloud Infrastructure (OCI) yang mencapai $4,9 miliar, melonjak 84%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya (68%).
Layanan cloud Oracle kini menjadi pilihan bagi nama-nama besar seperti Air France-KLM, Lockheed Martin, hingga anak usaha Microsoft, Activision Blizzard. Keberhasilan ini mempertegas posisi Oracle sebagai pesaing serius bagi dominasi Amazon (AWS) dan Microsoft (Azure).
Perusahaan | Pertumbuhan Cloud Terbaru | Fokus Utama |
Oracle (OCI) | 84% | AI Model Training, Database, Enterprise SaaS |
Microsoft (Azure) | ~30% - 35% | Integrasi Copilot, AI Services, Office 365 |
Amazon (AWS) | ~17% - 19% | Skalabilitas Umum, E-commerce, Machine Learning |
Pendiri Oracle, Larry Ellison, menanggapi kekhawatiran pasar mengenai efisiensi tenaga kerja dengan optimisme tinggi. Oracle mengakui adanya restrukturisasi tim pengembangan produk menjadi kelompok yang lebih kecil berkat bantuan AI untuk pengodean (AI code generation).
"Teknologi AI ini memungkinkan kami membangun lebih banyak software dalam waktu lebih singkat dengan lebih sedikit orang," ungkap manajemen Oracle.
Hal ini sekaligus menjawab isu mengenai PHK yang sempat beredar, dengan menegaskan bahwa Oracle sedang bertransformasi menjadi lebih efisien dan kompetitif.
Oracle tidak main-main dalam mendukung permintaan AI yang meledak. Perusahaan berencana mengumpulkan dana sekitar $45 miliar hingga $50 miliar tahun ini untuk memperluas kapasitas infrastruktur cloud.
Salah satu proyek ambisinya adalah pusat data Stargate di Abilene, Texas, yang dikembangkan bersama Crusoe untuk kebutuhan OpenAI. Oracle menargetkan daya komputasi hingga 10 gigawatt akan aktif dalam tiga tahun ke depan.
Indikator masa depan Oracle terlihat sangat solid lewat Remaining Performance Obligations (RPO) atau kontrak tertunda yang belum diakui sebagai pendapatan. Angka RPO Oracle melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi $553 miliar dibandingkan tahun lalu.
Meskipun Oracle memiliki cadangan kas yang lebih sedikit dibandingkan raksasa teknologi lainnya, manajemen menyatakan bahwa sebagian besar kontrak AI skala besar didanai di muka oleh pelanggan atau melalui penyediaan GPU langsung dari pelanggan, sehingga Oracle tidak perlu menambah beban utang baru untuk mendukung kontrak tersebut.
Lonjakan 9% ini menjadi angin segar bagi pemegang saham ORCL setelah tahun 2026 yang cukup berat (turun 23% year-to-date hingga penutupan Selasa). Keberhasilan Oracle meningkatkan panduan pendapatan (revenue guidance) tahun fiskal 2027 menjadi $90 miliar menunjukkan kepercayaan diri manajemen bahwa permintaan terhadap infrastruktur AI bukan sekadar tren sesaat.
Bagi investor Pluang, Oracle kini bukan lagi sekadar perusahaan database konvensional, melainkan pemain kunci dalam rantai pasok infrastruktur AI global.


