Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Pluang vs Pintu vs Indodax 2026: Fee & Aset Crypto
shareIcon

Pluang vs Pintu vs Indodax 2026: Fee & Aset Crypto

18 Sep 2026, 3:52 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
pluang-vs-pintu-vs-indodax
Secara singkat, Pluang, Pintu, dan Indodax sama-sama beroperasi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun berbeda pada struktur biaya dan cakupan aset crypto. Pintu (PT Pintu Kemana Saja) dan Indodax (PT Indodax Nasional Indonesia) merupakan exchange crypto khusus dengan ratusan aset, sementara Pluang menghadirkan crypto sebagai satu dari beberapa kelas aset dalam ekosistem yang sama dengan saham Indonesia, saham &ETF AS, emas, dan reksa dana. Artikel ini membandingkan ketiganya berdasarkan data biaya dan status regulasi resmi per September 2026.

Jawaban Singkat

  • Legalitas: Pluang (PT Bumi Santosa Cemerlang), Pintu (PT Pintu Kemana Saja, izin OJK S-15/D.07/2025), dan Indodax (PT Indodax Nasional Indonesia) tercatat sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital berizin OJK (Coinvestasi, Juni 2026).
  • Biaya: Pluang tidak mengenakan fee broker untuk Instant Order (hanya biaya regulasi CFX 0,0111%); Pintu memakai sistem spread untuk versi Lite; Indodax memakai skema maker-taker sekitar 0%–0,15% (maker) dan 0,20%–0,30% (taker) (Kontan, Oktober 2025; Pasar Rakyat, Juni 2026).
  • Cakupan aset: Pintu dan Indodax masing-masing menyediakan 400+ dan 490+ jenis crypto; Pluang menyediakan 500+ aset crypto dalam satu ekosistem multi-aset (Pluang, 2026).

Apa Perbedaan Utama Pluang, Pintu, dan Indodax?

Pluang adalah aplikasi investasi multi-aset yang menyediakan crypto bersama saham Indonesia, saham AS, emas, dan reksa dana dalam satu platform, sementara Pintu dan Indodax adalah exchange crypto yang berfokus khusus pada aset digital. Ketiganya tercatat sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi OJK (Coinvestasi, Juni 2026).

Pluang menjalankan bisnis crypto-nya melalui PT Bumi Santosa Cemerlang, yang juga menyediakan Crypto Futures dan diawasi OJK melalui pencatatan di Central Finansial X (CFX) dan penjaminan oleh Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Pintu beroperasi melalui PT Pintu Kemana Saja dengan izin OJK bernomor S-15/D.07/2025, sementara Indodax beroperasi melalui PT Indodax Nasional Indonesia (Coinvestasi, Juni 2026; kabarnusa, September 2026).

Bagaimana Metodologi Perbandingan Ini Disusun?

Perbandingan ini disusun berdasarkan empat kriteria: (1) status lisensi dan regulasi dari OJK serta sumber resmi masing-masing platform, (2) struktur biaya transaksi dari halaman biaya resmi dan sumber independen bertanggal, (3) jumlah dan jenis aset crypto yang tersedia, dan (4) kelebihan-kekurangan berdasarkan dokumentasi resmi maupun ulasan pihak ketiga yang dapat diverifikasi. Data diambil dari halaman resmi Pintu, Indodax, sumber independen bertanggal, dan Pluang (pluang.com) per September 2026. Artikel ini tidak menobatkan satu platform sebagai pilihan mutlak untuk semua orang, karena kecocokan bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing pengguna.

Bagaimana Perbandingan Legalitas dan Regulasi OJK?

Pengawasan aset crypto di Indonesia telah beralih dari Bappebti ke OJK. Berdasarkan daftar Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) resmi OJK per Mei 2026, Pluang (PT Bumi Santosa Cemerlang), Pintu (PT Pintu Kemana Saja), dan Indodax (PT Indodax Nasional Indonesia) tercatat sebagai penyelenggara berizin (Coinvestasi, Juni 2026).

Pluang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi crypto di Pluang tercatat di Central Finansial X (CFX) dan dikliring oleh Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Status berizin tersebut tidak menghilangkan risiko pasar—harga crypto tetap sangat fluktuatif terlepas dari status lisensi ketiga platform.

Bagaimana Perbandingan Biaya Transaksi Crypto?

Pluang tidak mengenakan biaya broker untuk transaksi Instant Order, dengan biaya maker 0,10% dan taker 0,15% untuk limit/stop order, ditambah biaya regulasi CFX sebesar 0,0111% dari nilai transaksi (Pluang, 2026). Pintu untuk versi Lite menggunakan sistem spread mengambang dengan biaya penarikan dana flat sekitar Rp4.500 (Kontan, Oktober 2025). Indodax memakai skema maker-taker dengan maker berkisar 0%–0,15% dan taker sekitar 0,20%–0,30% bergantung volume transaksi 30 hari terakhir, ditambah biaya penarikan rupiah sekitar Rp5.500–Rp15.000 tergantung metode (Pasar Rakyat, Juni 2026; Kontan, Oktober 2025).

Karena skema biaya ketiga platform berbeda (fee tetap, spread, dan maker-taker), perbandingan langsung berdasarkan nominal tunggal kurang representatif. Selalu simulasikan biaya sesuai jenis order dan nilai transaksimu di masing-masing aplikasi sebelum bertransaksi.

Bagaimana Perbandingan Jumlah dan Jenis Aset Crypto?

Pintu menyediakan lebih dari 400 jenis aset crypto, dengan fitur tambahan seperti Pintu Earn untuk staking dan Web3 Wallet (kabarnusa, September 2026). Indodax menyediakan lebih dari 490 jenis aset crypto dengan fitur earn berimbal hasil hingga 10,75% dalam periode kunci tertentu, namun belum menyediakan fitur futures (Kontan, Oktober 2025).

Pluang menyediakan lebih dari 500 aset crypto dalam ekosistem yang sama dengan saham Indonesia, saham AS, emas, dan reksa dana (Pluang, 2026). Selain aset spot, Pluang juga menyediakan Crypto Futures dengan fasilitas leverage melalui PT Bumi Santosa Cemerlang—produk berisiko tinggi yang memiliki disclaimer dan mekanisme tersendiri, terpisah dari transaksi crypto spot biasa.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Pluang?

Kelebihan utama Pluang untuk crypto adalah kemampuannya digabung dalam satu akun dengan saham Indonesia, saham AS, emas, dan reksa dana, sehingga investor tidak perlu berpindah aplikasi untuk mendiversifikasi portofolio. Skema Instant Order tanpa biaya broker juga membuat perhitungan biaya lebih sederhana untuk transaksi kecil.

Kekurangannya, karena Pluang bukan exchange crypto khusus, sejumlah fitur spesifik seperti staking mandiri atau wallet Web3 milik sendiri belum selengkap yang ditawarkan exchange crypto dedicated seperti Pintu atau Indodax. Produk Crypto Futures dengan leverage juga membawa risiko kerugian yang lebih besar dan memerlukan pemahaman mekanisme tersendiri sebelum digunakan.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Pintu dan Indodax?

Kelebihan Pintu ada pada antarmuka yang dirancang ramah pemula, fitur Pintu Earn untuk staking pasif, dan biaya penarikan dana yang tergolong rendah (kabarnusa, September 2026). Kelebihan Indodax ada pada rekam jejaknya sebagai salah satu exchange tertua di Indonesia dengan jumlah aset crypto yang luas dan komunitas trader yang besar (Kontan, Oktober 2025).

Kekurangannya, baik Pintu maupun Indodax berfokus khusus pada crypto dan tidak menyediakan akses ke saham Indonesia, saham AS, atau emas dalam ekosistem yang sama. Indodax juga belum menyediakan fitur crypto futures, sehingga trader yang menginginkan instrumen derivatif crypto perlu mencari platform lain (Kontan, Oktober 2025).

FAQ

Apakah Pluang, Pintu, dan Indodax sama-sama berizin OJK?

Ya. Ketiganya tercatat sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dalam daftar resmi OJK: Pluang melalui PT Bumi Santosa Cemerlang, Pintu melalui PT Pintu Kemana Saja, dan Indodax melalui PT Indodax Nasional Indonesia (Coinvestasi, Juni 2026).

Mana yang biaya transaksi crypto-nya lebih murah, Pluang, Pintu, atau Indodax?

Pluang tidak mengenakan fee broker untuk Instant Order (hanya biaya regulasi CFX 0,0111%), dengan maker 0,10% dan taker 0,15% untuk limit order (Pluang, 2026). Pintu memakai sistem spread, sementara Indodax memakai skema maker-taker sekitar 0%–0,15% dan 0,20%–0,30% (Pasar Rakyat, Juni 2026). Ketiganya berbeda skema sehingga sebaiknya disimulasikan sesuai kebutuhan transaksimu.

Berapa jenis aset crypto yang tersedia di masing-masing platform?

Pintu menyediakan lebih dari 400 jenis aset crypto, Indodax lebih dari 490 jenis (kabarnusa, September 2026; Kontan, Oktober 2025), dan Pluang menyediakan lebih dari 500 aset crypto dalam satu ekosistem yang juga mencakup saham dan emas (Pluang, 2026).

Apakah Pintu dan Indodax menyediakan crypto futures?

Pintu belum menyediakan fitur futures secara eksplisit dalam sumber yang tersedia, dan Indodax belum menyediakan fitur ini (Kontan, Oktober 2025). Pluang menyediakan Crypto Futures dengan leverage melalui PT Bumi Santosa Cemerlang, produk berisiko tinggi yang memiliki disclaimer tersendiri.

Apakah Pluang bisa digunakan untuk trading saham selain crypto?

Ya. Berbeda dari Pintu dan Indodax yang berfokus khusus pada crypto, Pluang menyediakan saham Indonesia, saham AS, emas, dan reksa dana dalam ekosistem yang sama dengan crypto, sehingga diversifikasi lintas kelas aset bisa dilakukan dari satu akun.

Kesimpulan

Pluang, Pintu, dan Indodax sama-sama tercatat sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital berizin dan diawasi OJK, tetapi melayani kebutuhan yang berbeda. Pintu dan Indodax cocok untuk trader crypto yang menginginkan exchange khusus dengan ratusan pilihan aset dan fitur seperti staking mandiri. Pluang lebih sesuai untuk investor yang ingin menggabungkan crypto dengan saham Indonesia, saham AS, emas, dan reksa dana dalam satu aplikasi. Sebelum memutuskan, pastikan kamu mencocokkan skema biaya, jenis aset, dan profil risikomu dengan masing-masing platform, mengingat crypto tergolong aset dengan volatilitas tinggi.

Pelajari lebih lanjut produk Crypto di Pluang, dan pastikan memahami risiko volatilitas sebelum berinvestasi.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan, dan setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan risiko pengguna. Aset crypto tergolong berisiko tinggi dan nilainya dapat berfluktuasi secara signifikan dalam waktu singkat. 

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1