Berita & Analisis
Saham Adalah: Pengertian, Jenis, Cara Investasi, dan Cara Beli 2026

Saham adalah instrumen keuangan yang merepresentasikan kepemilikan (ekuitas) seseorang di dalam sebuah perusahaan. Dalam istilah keuangan internasional, saham juga dikenal sebagai stock atau equity. Stock adalah unit kepemilikan yang dipecah-pecah dari total nilai sebuah perusahaan, sehingga siapa pun bisa memiliki sebagian dari perusahaan besar sekalipun hanya dengan modal kecil.
Contohnya: Misalnya PT Astra International Tbk (ASII) memiliki total 40 miliar lembar saham yang beredar. Jika kamu membeli 1.000 lembar saham ASII, kamu memiliki 0,0000025% kepemilikan di perusahaan tersebut. Kecil memang, tapi kamu berhak mendapatkan dividen dan merasakan kenaikan nilai saham jika perusahaan berkembang.
Perusahaan menerbitkan dan menjual saham kepada publik melalui mekanisme yang disebut IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah itu, saham diperdagangkan setiap hari di pasar reguler bursa sehingga harganya bisa naik turun sesuai permintaan dan penawaran dari jutaan investor.
Perusahaan menjual saham kepada publik untuk mengumpulkan modal tanpa harus berutang kepada bank. Dana yang terkumpul bisa digunakan untuk ekspansi bisnis, riset dan pengembangan, atau membayar utang yang sudah ada. Sebagai imbalannya, investor yang membeli saham mendapatkan hak kepemilikan dan berpotensi mendapat keuntungan dari pertumbuhan nilai perusahaan.
Secara umum, saham dibagi menjadi dua kategori utama yang diperdagangkan di bursa:
Saham biasa adalah jenis saham yang paling banyak diperdagangkan. Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan berhak mendapatkan dividen jika perusahaan membagikannya. Namun, dalam hal likuidasi perusahaan, pemegang saham biasa mendapat prioritas terakhir setelah kreditur dan pemegang saham preferen.
Contohnya: Saham BBCA (BCA), TLKM (Telkom), BBRI (BRI) adalah contoh saham biasa yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Saham preferen memberikan hak prioritas kepada pemegangnya untuk mendapatkan dividen sebelum pemegang saham biasa, dengan nilai dividen yang biasanya sudah ditetapkan di awal. Pemegang saham preferen umumnya tidak memiliki hak suara dalam RUPS, tetapi posisinya lebih aman karena memiliki klaim lebih awal atas aset perusahaan.
Berdasarkan kapitalisasi pasar, saham juga sering dibagi menjadi:
Saham Blue Chip: Saham perusahaan besar dengan reputasi kuat, fundamental solid, dan likuiditas tinggi. Contohnya saham-saham dalam indeks LQ45 dan IDX30.
Saham Mid Cap: Saham perusahaan menengah dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi namun risiko lebih besar dibanding blue chip.
Saham Small Cap: Saham perusahaan kecil dengan potensi keuntungan tinggi namun volatilitas dan risiko yang lebih besar.
Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang sahamnya, biasanya dalam bentuk uang tunai (cash dividend) atau saham tambahan (stock dividend). Dividen dibayarkan secara periodik — umumnya setiap kuartal atau setiap tahun — berdasarkan keputusan direksi dan persetujuan RUPS.
Cara kerja dividen dengan contohnya:
Misalnya kamu memiliki 10.000 lembar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Jika perusahaan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp50 per lembar saham, maka kamu akan menerima:
10.000 lembar × Rp50 = Rp500.000 dividen tunai
Dividen ditransfer langsung ke rekening sekuritas atau rekening bank kamu, tanpa perlu menjual saham.
Hal penting tentang dividen:
Tidak semua perusahaan membayar dividen. Perusahaan yang masih dalam fase pertumbuhan agresif sering memilih untuk menginvestasikan kembali laba ke dalam bisnis.
Besaran dividen ditentukan tiap tahun dan bisa berubah-ubah.
Ada tanggal-tanggal kunci yang perlu diperhatikan: cum dividend date (batas kepemilikan saham untuk berhak dividen) dan ex dividend date (sehari setelah cum date, saham sudah tidak berhak dividen).
Dividen dikenakan pajak final sebesar 10% di Indonesia.
Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual saham. Ini adalah sumber keuntungan kedua dari investasi saham — selain dividen.
Contohnya:
Kamu membeli 1.000 lembar saham GOTO seharga Rp100 per lembar → total modal = Rp100.000
Setahun kemudian, harga saham naik menjadi Rp150 per lembar
Kamu menjual seluruh saham → total hasil = Rp150.000
Capital gain yang kamu dapatkan = Rp150.000 − Rp100.000 = Rp50.000
Sebaliknya, jika harga saham turun dan kamu menjualnya lebih rendah dari harga beli, kerugian ini disebut capital loss.
Capital Gain | Dividen | |
|---|---|---|
Sumber keuntungan | Selisih harga jual – beli | Pembagian laba perusahaan |
Kapan diterima | Saat saham dijual | Terjadwal (kuartalan/tahunan) |
Pajak (Indonesia) | 0,1% dari nilai transaksi jual | 10% final |
Risiko | Tergantung pergerakan harga | Perusahaan bisa tidak membagi dividen |
Strategi ideal adalah memiliki saham yang memberikan keduanya: dividend secara rutin plus potensi capital gain jangka panjang dari pertumbuhan bisnis.
Free float saham adalah persentase saham sebuah perusahaan yang beredar bebas dan tersedia untuk diperdagangkan oleh publik di pasar bursa. Saham yang tidak termasuk free float adalah saham yang dikuasai oleh pemegang saham strategis seperti pendiri perusahaan, pemerintah, atau investor institusi jangka panjang yang tidak aktif memperdagangkan sahamnya.
Contohnya:
PT XYZ Tbk memiliki total 1 miliar lembar saham. Dari jumlah tersebut:
600 juta lembar dipegang oleh pendiri dan keluarga (tidak diperdagangkan)
400 juta lembar beredar bebas di pasar
Maka free float saham PT XYZ = 400 juta / 1 miliar = 40%
Likuiditas: Saham dengan free float tinggi lebih mudah dibeli dan dijual tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
Volatilitas: Saham dengan free float rendah cenderung lebih volatil karena sedikit saham yang bisa berpindah tangan, sehingga transaksi dalam jumlah kecil pun bisa menggerakkan harga secara drastis.
Masuk indeks: Banyak indeks saham besar — termasuk indeks di Bursa Efek Indonesia — menggunakan free float sebagai salah satu kriteria inklusi. Saham dengan free float terlalu rendah tidak bisa masuk indeks bergengsi.
Kepercayaan investor: Free float yang wajar (umumnya di atas 20–30%) menunjukkan bahwa saham memiliki pasar yang aktif dan tidak mudah dimanipulasi oleh segelintir pihak.
Investasi saham adalah salah satu cara paling efektif untuk menumbuhkan kekayaan dalam jangka panjang. Berikut manfaat utamanya:
Potensi imbal hasil tinggi: Secara historis, pasar saham memberikan imbal hasil rata-rata lebih tinggi dibanding deposito atau obligasi dalam jangka panjang.
Proteksi terhadap inflasi: Nilai investasi saham cenderung tumbuh lebih cepat dari laju inflasi, menjaga daya beli kekayaan kamu.
Penghasilan pasif dari dividen: Saham-saham perusahaan besar yang stabil sering membagikan dividen secara rutin, menghasilkan arus kas pasif tanpa perlu menjual saham.
Akses mudah dan modal kecil: Di Indonesia, kamu bisa memulai investasi saham hanya dengan membeli 1 lot (100 lembar). Untuk saham seharga Rp500, modal awalnya hanya Rp50.000.
Kepemilikan nyata di perusahaan: Berbeda dengan deposito, berinvestasi saham berarti kamu benar-benar memiliki bagian dari bisnis nyata yang menghasilkan produk dan layanan.
Likuiditas tinggi: Saham bisa dijual kapan saja selama jam perdagangan bursa, berbeda dengan properti atau deposito berjangka yang lebih sulit dicairkan.
Sebelum memulai investasi saham, penting untuk memahami risikonya secara jujur:
Risiko pasar (market risk): Harga saham bisa turun akibat kondisi ekonomi makro, sentimen global, atau krisis keuangan yang tidak bisa diprediksi.
Risiko perusahaan (company risk): Kinerja bisnis yang buruk, skandal manajemen, atau perubahan regulasi bisa menekan harga saham secara signifikan.
Risiko likuiditas: Saham dengan volume perdagangan rendah (free float kecil) mungkin sulit dijual dengan cepat tanpa menggerakkan harga.
Risiko emosional: Volatilitas harga jangka pendek sering membuat investor panik dan mengambil keputusan irasional seperti menjual saham saat pasar sedang turun.
Risiko kehilangan modal: Tidak ada jaminan bahwa harga saham akan naik. Dalam skenario terburuk, perusahaan bisa mengalami kebangkrutan dan nilai sahamnya menjadi nol.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi atau saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri (due diligence) dan pertimbangkan profil risiko pribadimu sebelum mengambil keputusan investasi. Pluang adalah platform investasi yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berikut adalah panduan praktis cara beli saham pertama kali di Indonesia:
Pastikan platform yang kamu gunakan sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK serta Bursa Efek Indonesia. Pluang adalah salah satu platform investasi saham Indonesia yang berizin OJK dan menyediakan akses ke ribuan saham di Bursa Efek Indonesia dengan antarmuka yang mudah digunakan pemula.
Unduh aplikasi Pluang, daftarkan dirimu, dan lengkapi proses verifikasi identitas (KYC). Proses ini memerlukan foto KTP dan selfie, serta biasanya selesai dalam 1×24 jam. Setelah disetujui, kamu akan mendapatkan rekening efek yang terhubung langsung ke sistem Bursa Efek Indonesia.
Transfer dana dari rekening bank kamu ke rekening investasi Pluang. Tidak ada minimum deposit yang besar — kamu bisa mulai dari nominal yang sesuai dengan kemampuanmu.
Gunakan fitur pencarian di aplikasi untuk menemukan saham yang ingin kamu beli. Baca ringkasan fundamental perusahaan, perhatikan tren harga, dan pastikan kamu memahami bisnis yang kamu investasikan. Perhatikan juga data free float saham untuk memastikan saham yang kamu pilih cukup likuid.
Tentukan jumlah lot yang ingin dibeli (minimum 1 lot = 100 lembar saham), pilih jenis order (harga pasar atau harga limit), lalu konfirmasi transaksi. Order akan dieksekusi selama jam perdagangan bursa berlangsung (Senin–Jumat, 09:00–16:00 WIB).
Setelah saham masuk ke portofoliomu, pantau perkembangannya secara berkala. Investasi saham idealnya dilakukan dengan perspektif jangka panjang — setidaknya 3–5 tahun — untuk memaksimalkan potensi capital gain dan dividen.
Saham adalah surat bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, investor menjadi pemegang ekuitas perusahaan dan berhak atas sebagian laba (dividen) serta kenaikan nilai perusahaan (capital gain). Saham termasuk dalam kategori instrumen investasi pasar modal yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Saham memberikan kepemilikan di perusahaan dengan potensi imbal hasil lebih tinggi namun risiko lebih besar. Obligasi adalah surat utang perusahaan atau pemerintah yang memberikan bunga tetap dengan risiko lebih rendah. Investor saham adalah pemilik perusahaan, sedangkan investor obligasi adalah kreditur (pemberi pinjaman).
Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibayarkan setahun sekali (tahunan) atau per kuartal, setelah mendapat persetujuan dalam RUPS. Tidak semua saham membayar dividen — perusahaan growth stage sering menahan laba untuk reinvestasi bisnis.
Modal minimal investasi saham di Indonesia adalah 1 lot (100 lembar saham) dikalikan harga per lembar saham tersebut. Untuk saham dengan harga Rp500 per lembar, modal minimalnya hanya Rp50.000. Beberapa saham blue chip memiliki harga per lembar lebih tinggi, sehingga modal awal yang dibutuhkan lebih besar.
Capital gain adalah keuntungan dari selisih harga jual minus harga beli saham. Di Indonesia, capital gain dari penjualan saham di bursa tidak dikenakan pajak penghasilan terpisah, namun terdapat pajak transaksi jual sebesar 0,1% dari nilai transaksi yang sudah otomatis dipotong oleh perusahaan sekuritas.
Free float saham adalah persentase saham yang beredar bebas di pasar dan bisa diperdagangkan oleh publik. Free float yang tinggi (di atas 30%) mengindikasikan saham lebih likuid dan tidak mudah dimanipulasi. Sebagai investor, pilih saham dengan free float yang cukup tinggi agar kamu bisa keluar dari posisi dengan mudah saat dibutuhkan.
Investasi saham mengandung risiko, namun risikonya bisa dikelola dengan cara: mulai dari modal kecil, diversifikasi ke beberapa saham dari berbagai sektor, fokus pada saham perusahaan yang fundamentalnya kuat, dan investasi dengan perspektif jangka panjang. Pastikan juga berinvestasi melalui platform yang telah berizin dan diawasi OJK seperti Pluang.
Saham adalah instrumen investasi yang memberikan kepemilikan nyata di sebuah perusahaan, dengan dua sumber keuntungan utama: dividen dari pembagian laba perusahaan, dan capital gain dari kenaikan harga saham. Memahami konsep dasar seperti jenis saham, cara kerja dividen, capital gain, dan free float saham adalah fondasi penting sebelum kamu memulai perjalanan investasi saham.
Investasi saham memang memiliki risiko, namun dengan pemahaman yang baik, strategi yang tepat, dan platform yang terpercaya, saham bisa menjadi alat yang powerful untuk menumbuhkan kekayaan jangka panjang. Mulai investasi sahammu hari ini melalui Pluang — platform investasi saham Indonesia yang telah berizin OJK — dan raih kebebasan finansialmu secara bertahap.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi investasi. Pluang diawasi dan berizin dari OJK. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.


