Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Apa Itu XRP? Pengertian, Cara Kerja, Harga, dan Risikonya (2026)
shareIcon

Apa Itu XRP? Pengertian, Cara Kerja, Harga, dan Risikonya (2026)

22 Jul 2026, 10:01 AM
·
Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Apa Itu XRP? Pengertian, Cara Kerja, Harga, dan Risikonya (2026)
XRP adalah aset kripto asli dari jaringan XRP Ledger yang dirancang untuk mempercepat dan menekan biaya transfer uang lintas negara.

Berbeda dari Bitcoin yang ditambang, seluruh 100 miliar XRP sudah diciptakan sejak awal pada 2012. Per 17 Juli 2026, XRP diperdagangkan di sekitar US$1,10 atauRp19.800  per koin (kursRp17.970/US). Artikel ini membahas pengertian XRP, cara kerjanya, bedanya dengan Ripple, sejarah harganya, hingga risiko yang perlu kamu pahami sebelum membeli.

Apa Itu XRP?

XRP adalah mata uang kripto yang berjalan di XRP Ledger (XRPL) — blockchain publik yang diluncurkan pada 2012 oleh Arthur Britto, David Schwartz, dan Jed McCaleb. Fungsi utamanya adalah menjadi “jembatan” likuiditas: mengubah mata uang A menjadi XRP, mengirimnya lintas negara dalam hitungan detik, lalu mengubahnya menjadi mata uang B — tanpa perlu rekening perantara di banyak negara seperti sistem transfer bank tradisional.

Tiga karakteristik yang membedakan XRP:

  • Cepat: penyelesaian transaksi 3–5 detik.

  • Murah: biaya transaksi umumnya di bawah Rp100.

  • Pasokan tetap: 100 miliar XRP diciptakan sekaligus di awal; tidak ada penambangan (mining).

Apa Bedanya XRP dan Ripple?

Keduanya sering tertukar, padahal berbeda:

Aspek

XRP

Ripple

Jenis

Aset kripto

Perusahaan teknologi pembayaran (Ripple Labs, AS)

Fungsi

Token di jaringan XRP Ledger

Membangun solusi pembayaran yang sebagian memakai XRP

Kepemilikan

Diperdagangkan publik

Perusahaan swasta yang memegang sebagian besar pasokan XRP

Singkatnya: Ripple adalah perusahaan, XRP adalah asetnya. XRP Ledger sendiri bersifat open-source dan bisa berjalan tanpa Ripple.

Bagaimana Cara Kerja XRP?

XRP Ledger tidak memakai mining seperti Bitcoin. Transaksi divalidasi lewat konsensus federasi: jaringan validator independen (bank, universitas, exchange, individu) menyepakati urutan transaksi setiap 3–5 detik. Konsekuensinya:

  1. Hemat energi — tanpa kompetisi komputasi ala proof-of-work.

  2. Kapasitas tinggi — ribuan transaksi per detik secara teoritis.

  3. Kritik desentralisasi — sebagian komunitas kripto menilai jaringan validator XRPL lebih terpusat dibanding Bitcoin/Ethereum, dan Ripple masih memegang porsi besar pasokan XRP dalam escrow yang dilepas bertahap.

Berapa Harga XRP Sekarang dan Bagaimana Sejarahnya?

Per 17 Juli 2026, XRP di kisaran US$1,10 (±Rp19.800) — naik dari sekitar US$1,05 di awal Juli (sumber: Yahoo Finance). Titik-titik penting sejarah harganya:

  • 2017–2018: reli euforia ke rekor sekitar US$3,84, lalu jatuh >90% saat bear market.

  • 2020–2023: tertekan gugatan SEC terhadap Ripple soal status sekuritas XRP; pengadilan AS pada 2023 memutus penjualan XRP di exchange publik bukan penawaran sekuritas — katalis pemulihan besar.

  • 2024–2025: reli pasca kejelasan regulasi dan ekspektasi adopsi institusional.

  • 2026: terkonsolidasi di kisaran US$1–1,3; prediksi pasar untuk akhir Juli 2026 berkisar US$1,15–1,25 (proyeksi CoinCodex/Changelly — proyeksi pihak ketiga, bukan kepastian).

Apa Kegunaan XRP?

  1. Pembayaran lintas negara: kegunaan inti — jembatan likuiditas untuk remitansi dan settlement antarlembaga keuangan.

  2. Trading dan investasi: diperdagangkan di hampir semua exchange besar, termasuk platform berizin di Indonesia.

  3. Ekosistem XRPL: tokenisasi aset, DEX bawaan, dan fitur escrow di jaringan XRP Ledger.

Apa Risiko Membeli XRP?

  • Volatilitas tinggi: riwayat penurunan >90% dari puncak pernah terjadi; fluktuasi dua digit persen dalam sehari adalah normal untuk aset kripto.

  • Konsentrasi pasokan: pelepasan XRP dari escrow Ripple secara berkala bisa menambah tekanan jual.

  • Ketergantungan adopsi: tesis nilai jangka panjang XRP bergantung pada adopsi nyata oleh institusi keuangan — yang realisasinya bertahap dan tidak dijamin.

  • Regulasi: meski kasus SEC di AS telah menemukan titik terang, arah regulasi kripto global masih bisa berubah.

Kesalahan umum pemula: membeli XRP hanya karena harganya “terlihat murah” dibanding BTC. Harga per koin rendah bukan berarti valuasinya murah — kapitalisasi pasar XRP tetap salah satu yang terbesar karena pasokannya 100 miliar koin.

FAQ

XRP itu koin apa?

XRP adalah aset kripto asli jaringan XRP Ledger, dirancang untuk pembayaran lintas negara yang cepat dan murah. Sering diasosiasikan dengan perusahaan Ripple, tetapi keduanya berbeda.

Berapa harga XRP hari ini dalam rupiah?

Per 17 Juli 2026, sekitar Rp19.800 per XRP (US$1,10 × kurs Rp17.970). Cek harga real-time di aplikasi Pluang karena harga kripto berubah setiap detik.

Apakah XRP halal atau legal di Indonesia?

XRP legal diperdagangkan di Indonesia melalui platform berizin OJK dengan eksekusi di bursa kripto CFX. Soal kehalalan, fatwa terkait aset kripto berbeda-beda antar lembaga — konsultasikan dengan otoritas keagamaan yang kamu ikuti.

Apakah XRP bisa mencapai US$10?

Tidak ada yang bisa memastikan. Dengan pasokan beredar puluhan miliar koin, US$10 berarti kapitalisasi pasar ratusan miliar dolar — bukan mustahil, tetapi membutuhkan adopsi masif. Waspadai prediksi harga bombastis tanpa dasar.

Apa bedanya XRP dan Bitcoin?

Bitcoin: pasokan maksimal 21 juta, ditambang, diposisikan sebagai penyimpan nilai. XRP: 100 miliar pra-diciptakan, konsensus validator, diposisikan untuk pembayaran. Profil risikonya juga berbeda.

Bagaimana cara beli XRP di Indonesia?

Daftar di platform kripto berizin seperti Pluang (perdagangan difasilitasi PT Bumi Santosa Cemerlang, berizin OJK), verifikasi identitas, setor rupiah, lalu beli XRP mulai dari nominal kecil.

Kesimpulan

XRP adalah aset kripto untuk pembayaran lintas negara — cepat, murah, dengan pasokan tetap 100 miliar koin — yang per Juli 2026 diperdagangkan di kisaran US$1,10 setelah melewati satu dekade siklus naik-turun ekstrem dan drama regulasi. Potensinya bergantung pada adopsi institusional nyata; risikonya tetap khas kripto: volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi. Alokasikan hanya dana yang siap menanggung fluktuasi besar.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1