ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Outlook Saham China 2026: Peluang 'Undervalued' di NYSE & Cara Belinya
shareIcon

Outlook Saham China 2026: Peluang 'Undervalued' di NYSE & Cara Belinya

9 Feb 2026, 1:11 AM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Outlook Saham China 2026: Peluang 'Undervalued' di NYSE & Cara Belinya
Pasar saham China diproyeksikan mengalami momentum bullish pada tahun 2026, dengan analis Goldman Sachs memprediksi potensi kenaikan (upside) hingga 20%. Optimisme ini didorong oleh valuasi harga saham yang berada di level terendah historis (undervalued), stimulus pemerintah pada sektor "New Productive Forces" (AI & EV), serta ekspansi global perusahaan teknologi China. Investor Indonesia dapat mengakses peluang ini melalui saham ADR yang terdaftar di bursa AS (NYSE/NASDAQ) menggunakan aplikasi multi-aset seperti Pluang.

Key Takeaways

  • Proyeksi Pertumbuhan: Potensi kenaikan indeks saham China hingga 20% di 2026 menurut konsensus analis global.
  • Sektor Unggulan: Fokus pada AI, Kendaraan Listrik (EV), dan E-commerce yang ekspansif.
  • Diskon Valuasi: Saham teknologi China (seperti Alibaba & JD.com) diperdagangkan dengan diskon signifikan dibanding saham teknologi AS (Amazon/Google).
  • Akses Mudah: Investor dapat membeli saham China (ADR) di Pluang mulai dari 0,1 unit saham.

Ringkasan Pasar: China vs AS (2026 Outlook)

Metrik

Saham Teknologi AS

Saham Teknologi China (ADR)

Status Valuasi

Premium / Tinggi

Undervalued / Diskon

Pemicu Utama

Stabilitas & Dominasi Pasar

Stimulus Pemerintah & Pemulihan

Rasio P/E Rata-rata

Tinggi (>25x)

Rendah (<12x)

Risiko Utama

Valuasi Jenuh

Regulasi & Geopolitik

Pandangan Ahli

"Momentum tahun 2026 membuka peluang langka bagi investor untuk mengakumulasi saham teknologi China yang fundamentalnya kuat namun valuasinya masih sangat terdiskon, terutama di sektor 'New Productive Forces' seperti AI dan kendaraan listrik yang kini menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di sana."

Jason Gozali, Head of Research Pluang

Mengapa Investasi di Saham China Sekarang? 

Tahun 2026 menandai titik balik bagi pasar saham China. Setelah volatilitas pasca-pandemi, "Smart Money" global mulai kembali melirik aset China karena dua alasan fundamental:

  1. Diskon Valuasi Ekstrem

Pasar saham China saat ini diperdagangkan pada rasio Price-to-Earnings (P/E) yang jauh di bawah rata-rata historisnya. Sebagai analogi, membeli saham Alibaba (BABA) atau JD.com (JD) saat ini ibarat membeli Amazon di tahun 2015 dengan diskon 50%. Fundamental arus kas mereka kuat, namun harga sahamnya tertekan sentimen masa lalu.

  1. Kebijakan "New Productive Forces"

Pemerintah China mengalihkan fokus stimulus ekonomi dari properti ke "New Productive Forces". Istilah ini merujuk pada inovasi teknologi tinggi seperti Kecerdasan Buatan (AI), chip semikonduktor, dan bioteknologi. Ini memberikan angin segar bagi emiten teknologi yang terdaftar di NYSE.

Tips Pro: Gunakan fitur Smart Screeners di aplikasi Pluang dan pilih preset "Undervalued Opportunities" untuk menemukan saham-saham ini secara otomatis.

Saham China Pilihan di NYSE/NASDAQ (Top Picks 2026)

Berikut adalah daftar pantauan (watchlist) saham China yang tersedia di menu US Stocks Pluang:

  1. E-Commerce & Cloud (The Giants)
  • Alibaba Group (BABA): Raksasa Cloud Computing terbesar di Asia. Fokus baru pada efisiensi dan AI serta program buyback saham yang agresif meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
  • JD.com (JD): Memiliki infrastruktur logistik sendiri (seperti Amazon), membuatnya lebih tahan banting terhadap gangguan rantai pasok dibanding kompetitor. Valuasi P/S (Price-to-Sales) saat ini sangat rendah.
  1. Artificial Intelligence (AI)
  • Baidu (BIDU): Dikenal sebagai "Google-nya China". Baidu memimpin dalam pengembangan AI generatif (ERNIE Bot) dan teknologi pengemudian otonom (autonomous driving).
    • 🚨 Update Pasar (bullish signal): Baidu baru saja mengumumkan peluncuran program pembelian kembali saham (share buyback) baru senilai $5 Miliar serta pembagian dividen tunai untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan. Langkah agresif ini menunjukkan keyakinan kuat manajemen bahwa harga saham saat ini sangat murah (undervalued) dibandingkan potensi arus kas masa depan mereka. Bagi investor, kombinasi ini sangat positif: buyback secara matematis meningkatkan Laba Per Saham (EPS), sementara dividen perdana menandai transformasi Baidu menjadi perusahaan matang yang berkomitmen memberikan return tunai langsung kepada pemegang saham.
  1. Electric Vehicles (EV)
  • NIO Inc. (NIO): Produsen EV premium dengan teknologi unik pertukaran baterai (battery swap). Saham ini memiliki volatilitas tinggi (High Beta), cocok untuk trader agresif.
  • Li Auto (LI): Fokus pada mobil hibrida (EREV) untuk mengatasi kecemasan jangkauan jarak tempuh. Salah satu dari sedikit produsen EV yang sudah mencetak profit.
  1. Travel & Leisure
  • Trip.com (TCOM): Platform travel terbesar di China. Diuntungkan dari ledakan pariwisata pasca berakhirnya pembatasan pandemi sepenuhnya.

Cara Memaksimalkan Profit dengan Fitur Pluang

Untuk investor profesional, Pluang menyediakan alat bantu untuk analisis dan manajemen risiko:

  1. Screening Saham Otomatis

Jangan menebak-nebak. Masuk ke menu Smart Screeners > US Stocks di aplikasi Pluang.

  • Gunakan preset "Undervalued Opportunities" untuk mencari saham seperti BABA atau JD.
  • Gunakan preset "Momentum Stocks" untuk mencari saham yang sedang tren seperti TCOM atau LI.
  1. Validasi dengan Aura AI

Sebelum membeli, cek skor kesehatan saham menggunakan Aura AI. Klik ikon Aura AI di halaman aset untuk melihat:

  • Analyst Insight: Apakah institusi besar sedang mengakumulasi (beli) atau mendistribusikan (jual)?
  • Fundamental Insight: Apakah pertumbuhan laba bersihnya positif?
  1. Manajemen Kas dengan USD Yield

Pasar China bisa volatil. Jika Anda ragu untuk all-in, simpan dana cadangan Anda dalam Dolar AS menggunakan fitur USD Yield. Pengguna Pluang Plus bisa mendapatkan imbal hasil sekitar 3.38% p.a. dari saldo USD yang menganggur sambil menunggu momen buy on dip.

Risiko dan Pertimbangan (Penting)

Investasi pada saham China memiliki risiko spesifik yang perlu dipahami:

  • Risiko Regulasi: Perubahan kebijakan pemerintah China dapat berdampak mendadak pada sektor tertentu.
  • Risiko Geopolitik: Hubungan dagang AS-China dapat mempengaruhi sentimen terhadap saham ADR.
  • Volatilitas: Saham China cenderung bergerak lebih fluktuatif dibandingkan saham blue-chip AS.
  • Saran: Lakukan diversifikasi. Gunakan prinsip Core-Satellite (60% Indeks AS, 20-30% Saham China, 10% Kas/USD Yield).

Ringkasan Riset & Wawasan Pasar (Market Insights)

Berikut adalah poin-poin kunci dari analisis pasar China 2026 untuk referensi cepat strategi investasi Anda:

  • Proyeksi Pertumbuhan: Goldman Sachs memperkirakan pasar saham China memiliki potensi kenaikan (upside) hingga 20% pada tahun 2026, didorong oleh pemulihan ekonomi dan valuasi murah.
  • Fokus Kebijakan: Strategi ekonomi China beralih ke "New Productive Forces", memprioritaskan stimulus pada sektor teknologi tinggi seperti AI, semikonduktor, dan bioteknologi.
  • Peluang Valuasi: Saham raksasa teknologi seperti Alibaba (BABA) dan JD.com (JD) saat ini dianggap undervalued karena diperdagangkan dengan rasio P/E yang jauh di bawah rata-rata historisnya.
  • Akses Global: Investor Indonesia dapat membeli saham perusahaan China ini melalui Saham ADR (American Depositary Receipt) yang tersedia di bursa AS lewat aplikasi Pluang.
  • Sektor Kendaraan Listrik: Produsen seperti NIO Inc. (NIO) dan Li Auto (LI) menonjol berkat inovasi teknologi battery swap dan pencapaian profitabilitas di segmen mobil hibrida (EREV).
  • Sektor Pariwisata: Trip.com (TCOM) diproyeksikan mencetak keuntungan signifikan seiring pulihnya kapasitas penuh sektor pariwisata China pasca-pandemi.
  • Fitur Analisis: Fitur Aura AI di Pluang menyediakan Institutional Insight untuk melacak aliran dana besar ("Smart Money") yang masuk ke saham-saham China ini.
  • Manajemen Kas: Sambil menunggu momentum masuk, investor dapat memanfaatkan fitur USD Yield di Pluang yang memberikan imbal hasil sekitar 3.38% p.a. (untuk pengguna Plus) pada saldo USD yang belum terinvestasi.

Glosarium Investasi & Istilah Penting

  • New Productive Forces: Istilah kebijakan ekonomi terbaru China (2026) yang menggeser fokus pertumbuhan dari sektor properti menuju inovasi teknologi canggih seperti AI, EV, dan chip mikro.
  • Saham ADR (American Depositary Receipt): Sertifikat yang diterbitkan oleh bank AS yang mewakili kepemilikan saham perusahaan asing (seperti China), memungkinkan investor global memperdagangkannya di bursa saham AS (NYSE/NASDAQ) dengan mudah.
  • USD Yield: Fitur manajemen kas di aplikasi Pluang yang memberikan bunga/imbal hasil harian pada saldo Dolar AS pengguna yang menganggur (idle cash).
  • Aura AI: Fitur analisis cerdas di Pluang yang menyajikan ringkasan data sentimen pasar, sinyal teknikal, dan kesehatan fundamental saham dalam format kartu informasi instan.
  • Smart Screeners: Alat penyaring saham otomatis di Pluang yang menggunakan kriteria khusus (seperti Undervalued atau Momentum) untuk membantu investor menemukan peluang pasar dengan cepat.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

 

FAQ

Mengapa saham China diprediksi naik tahun 2026?
Kenaikan diprediksi terjadi karena kombinasi dari valuasi harga saham yang saat ini sangat murah (undervalued), adanya stimulus pemerintah besar-besaran pada sektor teknologi, serta ledakan inovasi di bidang Kecerdasan Buatan (AI).

Apa saham China terbaik untuk sektor AI saat ini?
Baidu (BIDU) dan Alibaba (BABA) adalah pilihan utama investor institusional karena kepemilikan infrastruktur cloud yang masif dan pengembangan model bahasa besar (LLM) mandiri yang kompetitif.

Bagaimana cara membeli saham Alibaba di Indonesia dengan aman?
Investor Indonesia dapat membeli saham Alibaba (BABA) secara legal dan aman melalui aplikasi multi-aset yang teregulasi seperti Pluang, yang menyediakan akses langsung ke bursa AS (NYSE) tempat saham ADR Alibaba diperdagangkan.

Apa risiko utama yang perlu diperhatikan saat investasi saham China?
Risiko utamanya meliputi ketidakpastian perubahan regulasi domestik di China, potensi ketegangan geopolitik dengan AS, serta volatilitas harga harian yang cenderung lebih tinggi dibandingkan saham blue-chip AS.

Apakah Pluang aman untuk investasi saham luar negeri?
Ya, Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk produk-produk tertentu, memberikan lapisan perlindungan dan keamanan regulasi bagi investor Indonesia.

Apakah aman membeli saham China (ADR)?
ADR (American Depositary Receipt) adalah instrumen resmi yang diawasi ketat oleh SEC (otoritas bursa AS), sehingga aman secara struktur hukum. Namun, investor tetap harus mewaspadai risiko volatilitas pasar yang melekat pada aset dasar saham tersebut.

Apakah ada dividen dari saham China?
Ya, beberapa perusahaan teknologi dan blue-chip China seperti NetEase (NTES) atau Tencent Music (TME) rutin membagikan dividen. Anda dapat menggunakan fitur Smart Screeners di Pluang dengan preset "Consistent Dividend Payers" untuk menemukan saham-saham ini dengan mudah.

Berapa modal minimal investasi saham di Pluang?
Anda bisa mulai berinvestasi pada saham AS dan saham China (ADR) di aplikasi Pluang dengan modal yang sangat terjangkau, mulai dari kisaran $1 atau sekitar Rp16.800 (tergantung kurs), berkat fitur investasi fraksional.

Kesimpulan & Rekomendasi Aset

Sebagai penutup, pasar saham China di tahun 2026 menawarkan peluang rebound yang menarik bagi investor yang jeli melihat data. Berikut adalah rangkuman peluang dan aset pilihan untuk dipertimbangkan dalam watchlist Anda:

Prospek Pasar China 2026

Pasar saham China diproyeksikan mengalami tren bullish pada tahun 2026 dengan potensi kenaikan hingga 20% menurut analisis Goldman Sachs. Faktor pendorong utamanya adalah valuasi harga saham yang berada di level terendah historis (undervalued) dan stimulus kebijakan pemerintah yang beralih ke "New Productive Forces" seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan Kendaraan Listrik.

Daftar Saham China Pilihan (Top Picks)

Berikut adalah saham China pilihan di bursa AS (NYSE/NASDAQ) yang memiliki fundamental kuat untuk tahun 2026:

  • E-Commerce: Alibaba (BABA) dan JD.com (JD), valuasi murah dengan arus kas operasional yang sangat kuat.
  • AI & Tech: Baidu (BIDU), pemimpin pasar dalam teknologi AI generatif dan search engine di China.
  • Kendaraan Listrik: Li Auto (LI) dan NIO Inc. (NIO), unggul dalam inovasi baterai, model hibrida, dan ekspansi pasar global.
  • Travel: Trip.com (TCOM), penerima manfaat utama dari pemulihan total sektor pariwisata.

Beli Call Options $BABA di Sini!

Beli Saham JD Di Sini!

Beli Saham BIDU di Sini!!!

Beli Call Option BIDU di Sini!

Transaksi NIO di Sini!

Perbandingan Cepat: Saham Tech China vs AS

Kategori

Saham Tech China (ADR)

Saham Tech AS

Status Valuasi (P/E)

Rendah / Diskon

Tinggi / Premium

Potensi Pertumbuhan

Tinggi (Rebound)

Stabil

Contoh Saham

BABA, JD, NIO

AMZN, TSLA, GOOGL

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan saran investasi. Investasi saham mengandung risiko pasar. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan. Lakukan riset mandiri (DYOR).

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1