
MSTR adalah kode saham dari Strategy, perusahaan software asal Amerika Serikat yang tercatat di bursa Nasdaq dan berganti nama dari MicroStrategy pada Februari 2025 untuk mencerminkan identitasnya sebagai "perusahaan teknologi berbasis Bitcoin" (bitcointreasuries.net). Sejak 2020, perusahaan ini mengubah sebagian besar strategi permodalannya untuk mengakumulasi Bitcoin sebagai aset cadangan utama, menjadikannya salah satu pemegang Bitcoin publik dengan jumlah kepemilikan terbanyak di dunia, yaitu 845.050 BTC per 6 September 2026 (SatsIntel). Karena itu, pergerakan saham MSTR di Nasdaq kerap dipantau investor sebagai salah satu cara mendapat eksposur ke harga Bitcoin tanpa membeli aset crypto secara langsung.
Strategy membiayai pembelian Bitcoin-nya lewat kombinasi penerbitan saham baru, obligasi konversi, dan saham preferen — bukan dari laba operasional bisnis software-nya. Total biaya perolehan seluruh Bitcoin yang dipegang perusahaan tercatat sekitar US$63,73 miliar, dengan rata-rata harga perolehan sekitar US$75.651 per BTC (TradingKey, mengutip pengumuman perusahaan 3 Juli 2026, saat kepemilikan tercatat 847.363 BTC). Dibandingkan dengan nilai pasar Bitcoin yang dipegang saat ini senilai sekitar US$67,4 miliar (SatsIntel, 6 September 2026), Strategy membukukan unrealized gain sekitar US$3,47 miliar per 31 Agustus 2026 (bitcointreasuries.net). Perlu dicatat, jumlah kepemilikan sempat turun dari 847.363 BTC (3 Juli 2026) menjadi 845.050 BTC (6 September 2026) — sinyal bahwa perusahaan mulai memanfaatkan opsi menjual sebagian kecil Bitcoin-nya, sesuatu yang dulu tidak pernah dilakukan Strategy.
mNAV (market Net Asset Value) adalah rasio yang membandingkan valuasi pasar saham Strategy dengan nilai total Bitcoin yang dipegangnya. Ketika mNAV di atas 1x, artinya pasar menghargai saham MSTR lebih mahal dari nilai Bitcoin-nya — premium ini dulu sempat mencapai 2x–3x, memberi ruang bagi manajemen menerbitkan saham baru untuk membeli lebih banyak Bitcoin tanpa merugikan pemegang saham lama. Namun pada 27 Juni 2026, mNAV perusahaan sempat turun di bawah 1x ketika saham MSTR diperdagangkan sekitar US$82 dan Bitcoin berada di kisaran US$60.000 (CoinDesk, 27 Juni 2026) — artinya pasar menilai perusahaan lebih rendah dari nilai Bitcoin yang dipegangnya sendiri. Data terbaru per 31 Agustus 2026 mencatat mNAV berbasis enterprise value di 1,09x, sementara mNAV berbasis saham dasar/terdilusi berada di 0,82x (bitcointreasuries.net) — dua metrik yang bisa memberi sinyal berbeda tergantung metode perhitungannya. Kompresi premium inilah yang mendorong dewan direksi Strategy pada 29 Juni 2026 menyetujui program "Bitcoin Monetization" senilai hingga US$1,25 miliar atau setara sekitar 20.800 BTC (±2,5% dari total kepemilikan) — dijelaskan perusahaan sebagai opsi fleksibilitas, bukan kepastian menjual, bersamaan dengan program buyback saham senilai US$2 miliar dan kenaikan dividen saham preferen ke 12% (TradingKey, 3 Juli 2026).
| Aspek | Saham MSTR | Bitcoin (BTC) Langsung |
|---|---|---|
| Yang dimiliki | Kepemilikan saham (ekuitas) di perusahaan yang memegang Bitcoin plus bisnis software | Kepemilikan langsung atas aset digital |
| Penggerak harga | Harga Bitcoin, rasio mNAV, utang dan saham preferen perusahaan, sentimen pasar saham | Permintaan dan penawaran di pasar crypto global |
| Lapisan risiko | Risiko Bitcoin ditambah risiko perusahaan (utang, dilusi saham, kebijakan permodalan) | Hanya risiko yang melekat pada Bitcoin itu sendiri |
| Potensi leverage | Bisa memperbesar untung maupun rugi dibanding pergerakan BTC murni, tergantung level mNAV | Bergerak sesuai harga BTC apa adanya, tanpa faktor pengganda dari struktur permodalan |
| Cara transaksi | Dibeli lewat akun Saham AS, mengikuti jam bursa Nasdaq (bisa extend dengan 24-hour trading saham AS di Pluang) | Dibeli lewat akun Crypto, bisa transaksi 24/7 |
Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 4 September 2025–6 September 2026. *Data per 6 September 2026.
Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Pluang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tidak sama. Membeli MSTR memberi eksposur tidak langsung ke Bitcoin lewat kepemilikan saham perusahaan, yang nilainya juga dipengaruhi rasio mNAV, utang, dan kebijakan permodalan Strategy — bukan murni mengikuti harga Bitcoin seperti saat membeli BTC secara langsung.
mNAV adalah rasio valuasi saham Strategy dibanding nilai total Bitcoin yang dipegangnya. mNAV bisa turun di bawah 1x ketika pasar menilai saham perusahaan lebih rendah dari nilai Bitcoin di neracanya, seperti yang tercatat pada 27 Juni 2026 (CoinDesk) — kondisi ini membuat penerbitan saham baru untuk membeli Bitcoin berisiko mendilusi nilai bagi pemegang saham lama, karena ekuitas baru dijual di bawah nilai aset Bitcoin yang mendasarinya.
Berdasarkan program "Bitcoin Monetization" yang disetujui dewan direksi pada 29 Juni 2026, Strategy kini memiliki opsi menjual hingga sekitar 2,5% dari kepemilikan Bitcoin-nya untuk memperkuat neraca, alih-alih hanya mengakumulasi seperti sebelumnya (TradingKey, 3 Juli 2026). Data kepemilikan yang turun dari 847.363 BTC menjadi 845.050 BTC antara Juli dan September 2026 mengindikasikan opsi ini mulai digunakan dalam skala kecil.
Saham MSTR memberi eksposur ke bisnis dan neraca Strategy secara keseluruhan (termasuk aset Bitcoin, utang, dan saham preferen), sedangkan Crypto Futures adalah kontrak derivatif yang memberi eksposur harga terhadap aset crypto tertentu tanpa kepemilikan atas perusahaan apa pun. Keduanya punya mekanisme dan profil risiko yang berbeda.
Nominal minimum pembelian untuk saham AS dan aset crypto di Pluang mengikuti ketentuan yang berlaku di aplikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Kamu bisa mengecek nominal minimum terkini langsung di menu Saham AS dan Crypto sebelum bertransaksi.
MSTR adalah salah satu cara mendapat eksposur ke Bitcoin lewat pasar saham Nasdaq, tapi bukan pengganti sempurna dari memegang BTC secara langsung. Rasio mNAV, struktur utang, dan kebijakan permodalan Strategy menambah lapisan risiko dan potensi hasil yang tidak dialami investor yang membeli Bitcoin langsung. Pilihan antara keduanya kembali ke profil risiko, horizon investasi, dan tujuan keuanganmu sendiri. Pelajari lebih lanjut tentang Saham AS dan Crypto di aplikasi Pluang sebelum membuat keputusan.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca setelah mempertimbangkan tujuan keuangan, profil risiko, dan riset mandiri. Kinerja masa lalu suatu aset atau saham tidak mencerminkan atau menjamin kinerja di masa mendatang.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


