ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Trading banner 1
Trading banner 2
Trading banner 3
Trading banner 4
Trading banner 5
Trading banner 6
Trading banner 7
Trading banner 8
Trading banner 9
Berita & Analisis
Kesempatan Emas Saat Bitcoin Sedang Harga Diskon
shareIcon

Kesempatan Emas Saat Bitcoin Sedang Harga Diskon

9 hours ago
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Kesempatan Emas Saat Bitcoin Sedang Harga Diskon
Pasar crypto sedang berada di persimpangan jalan. Jika Anda membuka aplikasi trading hari ini, Anda mungkin melihat grafik Bitcoin (BTC) yang tampak "lelah" dan terjebak dalam fase konsolidasi. Per 20 Februari 2026, BTC diperdagangkan di kisaran Rp1,13 Miliar ($66.980), jauh dari euforia rekor tertinggi sebelumnya.

Bagi daily trader, ini mungkin terlihat membosankan atau bahkan menakutkan. Namun, bagi Anda yang memiliki visi sepuluh tahun ke depan, situasi ini adalah sebuah fenomena yang familiar: Fase akumulasi sebelum lonjakan besar.

Key Takeaways

  • Fase Akumulasi Jangka Panjang: Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi yang mirip dengan akhir 2022, menawarkan zona masuk strategis bagi Long-term Holders.
  • Struktur Institusi yang Kokoh: Strategi MicroStrategy (MSTR) menunjukkan bahwa dengan struktur utang jangka panjang (2027-2032) dan bunga rendah (0%-2,25%), Bitcoin tetap menjadi aset aman meski harga turun drastis.
  • Pembersihan Spekulan: Penurunan volume perdagangan dan arus keluar ETF menandakan bahwa spekulan jangka pendek sedang keluar, meninggalkan pasar yang lebih sehat bagi investor fundamental.
  • Bitcoin sebagai Digital Gold: Fundamental Bitcoin tetap tak tergoyahkan sebagai alat transfer kekayaan lintas generasi berkat kelangkaan mutlak (21 juta unit).

Quick Facts Table

Data Poin

Detail Per 23 Februari 2026

Harga BTC Saat Ini

~Rp1.131.091.260 ($66.980)

Zona Resitensi Kunci

Rp1,21 Miliar - Rp1,28 Miliar (Area Breakeven Institusi)

Estimasi Bottom
Menurut Analis K33

Rentang $60.000 - $75.000 (Konsolidasi Panjang)

Struktur Utang MSTR

Tanpa jaminan (unsecured), bunga 0% - 2,25%

Sentimen Pasar

Extreme Fear (Indeks di bawah 10)

Analisis Sherlock: Menembus "Tembok Modal" Rp1,2 Miliar

Analis ternama, Sherlock, baru-baru ini memberikan peringatan keras melalui platform X mengenai zona harga Rp1,21 Miliar hingga Rp1,28 Miliar ($72.000 - $76.000). Area ini disebut sebagai "killing zone" atau zona jebakan (bull trap) Bitcoin. Mengapa?

  • Titik Impas Institusi: Data menunjukkan bahwa Strategy, memegang sekitar 714.644 BTC (sekitar 3,4% dari total suplai dunia) dengan harga rata-rata $76.052. Saat harga menyentuh level tersebut, posisi mereka yang saat ini merugi sekitar $5,7 miliar akan kembali ke titik impas (breakeven).
  • Tekanan Jual Psikologis: Secara psikologis, investor besar cenderung mengurangi risiko saat harga kembali ke modal awal. Inilah yang menyebabkan harga tertahan di level Rp1,2 Miliar. Namun, bagi investor jangka panjang, ini adalah hambatan psikologis yang akan ditembus seiring meningkatnya adopsi.

Insight untuk Anda: Sebagai investor ritel di Pluang, Anda tidak perlu takut pada "tembok" ini. Justru, konsolidasi di bawah level ini memberi Anda waktu lebih lama untuk menambah muatan di harga yang lebih murah daripada harga rata-rata institusi raksasa tersebut.

Bitcoin Jatuh, Mengapa MicroStrategy (MSTR) Tetap Bullish?

Banyak ritel panik saat harga turun, namun MicroStrategy (MSTR)—pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia—justru menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Mengapa kerajaan Michael Saylor tetap aman bahkan jika skenario terburuk (misalnya BTC jatuh ke $8.000) terjadi? Jawabannya ada pada Struktur Utang Jangka Panjang.

Rahasia Ketangguhan MSTR:

  1. Convertible Senior Notes (2027–2032): MSTR membiayai Bitcoin mereka dengan utang yang jatuh temponya masih sangat lama (5-8 tahun ke depan). Tidak ada tekanan untuk melunasi pokok dalam waktu dekat.
  2. Bunga Sangat Rendah (0% - 2,25%): MSTR meminjam uang dengan biaya modal jauh di bawah rata-rata pertumbuhan historis Bitcoin. Ini adalah strategi arbitrase finansial: meminjam uang murah untuk membeli aset langka.
  3. Tanpa Jaminan (Unsecured): Mayoritas utang mereka tidak menggunakan Bitcoin sebagai jaminan. Artinya, tidak ada margin call otomatis jika harga BTC anjlok. Bitcoin mereka tetap aman di dalam brankas digital.
  4. Arus Kas dari Bisnis Utama: Bisnis perangkat lunak mereka menghasilkan pendapatan tahunan sekitar $400M - $500M, yang lebih dari cukup untuk membayar bunga utang tanpa harus menjual satu keping BTC pun.

Kesimpulan dari MSTR:
Jika institusi dengan kepemilikan miliaran dolar saja merasa aman dan terus mengakumulasi, mengapa Anda harus panik dengan fluktuasi harian?

Potensi Reli Besar Bitcoin

Data dari akhir 2025 menunjukkan bahwa Spot Bitcoin ETF mengalami arus keluar (outflow) lebih dari $6 miliar. Sekitar 63% kekayaan yang masuk ke Bitcoin saat ini memiliki basis modal di atas $88.000 (Rp1,51 Miliar).

Menurut analis K33, Vetle Lunde, kondisi pasar saat ini sangat mirip dengan akhir tahun 2022—periode dasar pasar bearish (bottom) sebelum reli besar dimulai.

"Kondisi saat ini menyerupai November 2022, di mana terjadi pembersihan total terhadap ekses spekulatif," ujar Lunde.

Saat ini, Fear and Greed Index berada di level ekstrem takut (di bawah 10). Dalam dunia investasi, ada pepatah bijak: "Be greedy when others are fearful." Ketika spekulan keluar karena panik, itulah saatnya holder Bitcoin jangka panjang masuk.

Bitcoin Sebagai Alat Transfer Kekayaan (The New Gold)

Mengapa kita tetap harus percaya pada fundamental BTC? Mari kita lihat perbandingannya dengan emas.

Dahulu, emas digunakan untuk mentransfer kekayaan antar generasi karena kelangkaannya. Bitcoin melakukan hal yang sama, namun dengan keunggulan digital: tidak bisa dipalsukan, mudah dibawa lintas negara, dan jumlahnya terbatas hanya 21 juta unit.

Perbandingan Fundamental: Emas vs Bitcoin

Fitur

Emas

Bitcoin (BTC)

Kelangkaan

Tergantung penambangan fisik

Terbatas secara algoritma (21 Juta)

Portabilitas

Sulit (Berat & Perlu Pengamanan)

Sangat Mudah (Hanya perlu Private Key)

Verifikasi

Perlu uji laboratorium

Instan via Blockchain

Divisibilitas

Sulit dibagi kecil

Bisa dibagi hingga 8 desimal (Satoshi)

Bitcoin bukan lagi sekadar aset spekulasi; ia adalah infrastruktur keuangan masa depan. Membeli BTC di harga konsolidasi saat ini adalah upaya mengamankan daya beli masa depan Anda dari inflasi mata uang fiat.

Strategi "Serok" Bitcoin untuk Jangka Panjang

Analis James Check dari Checkonchain menekankan bahwa Bitcoin sering kali "tidak melakukan apa-apa" dalam waktu lama, lalu tiba-tiba melonjak 100% dalam satu kuartal.

  • Jika Anda mencoba melakukan market timing (menunggu harga paling dasar), Anda kemungkinan besar akan melewatkan lonjakan eksplosif tersebut.
  • Harga diperkirakan akan bergerak menyamping (sideways) antara $60.000 hingga $75.000 untuk waktu yang cukup lama.

Step-by-Step: Cara Beli Bitcoin di Pluang

Jika Anda ingin memanfaatkan momentum ini, berikut adalah langkah strategisnya:

  1. Analisis Budget: Tentukan dana dingin yang tidak akan digunakan dalam 3-5 tahun.
  2. Metode DCA (Dollar Cost Averaging): Gunakan metode DCA (Dollar Cost Averaging) di Pluang. Dengan menyisihkan dana secara rutin saat harga berada di area akumulasi (Rp1,1 Miliar), Anda membangun posisi yang kuat untuk masa depan tanpa harus pusing memikirkan timing pasar yang sempurna
  3. Abaikan Noise: Hindari memantau grafik setiap jam. Fokuslah pada fundamental jangka panjang.
  4. Set Target Jangka Panjang: Ingatlah bahwa Bitcoin sering kali bergerak diam selama berbulan-bulan sebelum melonjak ratusan persen dalam waktu singkat.

Risks & Considerations 

  • Volatilitas Ekstrem: Bitcoin tetap merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Penurunan 20-30% dalam waktu singkat adalah hal yang bisa saja terjadi.
  • Risiko Regulasi: Perubahan kebijakan pemerintah terhadap aset kripto dapat mempengaruhi harga pasar secara mendadak.
  • Risiko Teknologi: Meskipun jaringan Bitcoin aman, keamanan aset tetap bergantung pada cara Anda menjaga akses akun (selalu aktifkan 2FA).
  • Risiko Likuiditas Jangka Pendek: Jika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, menjual saat pasar sedang turun akan merealisasikan kerugian.

FAQ

  1. Apakah Bitcoin akan jatuh ke $20.000 lagi?
    Secara teknis mungkin, namun dukungan Golden Cross di area $66.000 saat ini sangat kuat. Analis melihat probabilitas konsolidasi lebih tinggi daripada kejatuhan ekstrem.
  2. Mengapa saham MicroStrategy (MSTR) tetap naik saat BTC turun?
    Investor menghargai struktur utang mereka yang aman dan kemampuan bisnis software mereka dalam menghasilkan kas untuk membayar bunga utang.
  3. Apa itu "BTC Yield"?
    Metrik yang digunakan MSTR untuk mengukur pertumbuhan jumlah Bitcoin yang dimiliki per saham beredar.
  4. Kapan waktu terbaik untuk membeli?
    Secara historis, saat indeks Fear and Greed menunjukkan "Extreme Fear" (seperti sekarang), itu adalah waktu beli terbaik.
  5. Apakah saya harus menunggu BTC di bawah $60.000?
    Mencoba menebak harga terendah (timing the bottom) sangat sulit. Strategi DCA lebih disarankan agar tidak tertinggal saat harga tiba-tiba melonjak.
  6. Apakah Bitcoin benar-benar seperti emas?
    Iya, dalam hal kelangkaan. Namun, Bitcoin lebih unggul dalam hal kemudahan pengiriman dan verifikasi keaslian.

Kesimpulan: Jangan Lewatkan "Diskon" Bitcoin

Bitcoin saat ini sedang menguji kesabaran para investor. Tekanan dari pemegang ETF dan tembok modal Rp1,2 Miliar memang benar, namun fundamental Bitcoin sebagai aset langka tidak pernah berubah.

Sejarah mencatat bahwa mereka yang berani membeli saat pasar "bosan" dan "takut" adalah mereka yang diuntungkan saat siklus bull run berikutnya tiba. 

Sources 

Ditulis oleh
channel logo
Davion ArsinioRight baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1