Berita & Analisis
IPO JELI 2026: Valuasi dan Prospek Saham INACO

IPO JELI mendatang di 7 Juli 2026 menawarkan cerita yang jarang ditemukan: revenue dua tahun berturut-turut turun, namun laba bersih meroket +235% di 2025 — sinyal efisiensi margin, bukan sekadar pertumbuhan penjualan. PT Niramas Utama Tbk adalah market leader kategori dessert dengan ~49,6% pangsa pasar, merek INACO yang sudah dikenal luas, dan rencana ekspansi kapasitas gummy candy pasca-IPO. Bagi investor yang mempertimbangkan investasi saham, JELI perlu dicermati dari dua sisi: momentum profitabilitas yang nyata, dan valuasi yang jauh di atas rata-rata sektor F&B.
PT Niramas Utama Tbk adalah perusahaan makanan penutup (dessert) yang memproduksi dan mendistribusikan nata de coco, jeli mini, puding, gummy candy, jelly drink, dan minuman kelapa melalui merek unggulan INACO dan I'm Coco. Dengan pangsa pasar ~49,6% di kategori dessert, Niramas Utama adalah pemimpin pasar domestik sekaligus eksportir ke 7 negara.
Field | Detail |
|---|---|
Ticker | JELI |
Nama Perusahaan | PT Niramas Utama Tbk |
Merek Utama | INACO, I'm Coco |
Industri | Makanan penutup (dessert) — nata de coco, jeli, gummy candy |
Berdiri | 22 November 1990 (dahulu PT Nata Sari Raya) |
Market Cap Pasca-IPO | Rp1,215T – Rp1,512T (tergantung harga final) |
Perusahaan mengoperasikan pabrik di Bekasi (induk), Pasuruan melalui anak usaha NPS, dan Sukabumi melalui SNU yang diakuisisi 2025 untuk integrasi vertikal bahan baku kelapa. Distribusi domestik mencakup >250 titik; ekspor ke Jepang, India, Tiongkok, Thailand, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat, dengan rencana ekspansi ke Afrika dan Eropa pada 2026.
Parameter | Detail |
|---|---|
Harga Penawaran | Rp900 – Rp1.120 per saham |
Nilai Nominal | Rp100 per saham |
Saham Ditawarkan | Maks 350.000.000 lembar baru (25,93% dari total pasca-IPO) |
Total Saham Pasca-IPO | 1.350.000.000 lembar |
Target Dana IPO | Maks Rp392 miliar |
Masa Penawaran | 1-3 Juli 2026 |
Listing BEI | 7 Juli 2026 |
Underwriter | PT Sucor Sekuritas |
Komposisi pemegang saham pasca-IPO:
Niramas Utama International: ~73,92%
Publik (free float): ~25,93%
Catatan: Float ~26% tergolong tipis. Kombinasi float kecil dan permintaan institusi bisa menciptakan volatilitas harga yang lebih tinggi di pasar sekunder, baik ke atas maupun ke bawah.
Alokasi | Persentase | Estimasi Dana |
|---|---|---|
Penyertaan modal ke NPS (ekspansi gummy candy & jelly) | 51,04% | ~Rp200 miliar |
Capex mesin produksi & logistik Perseroan | 18,36% | ~Rp72 miliar |
Modal kerja (bahan baku, operasional, pemasaran) | 19,97% | ~Rp78 miliar |
Pelunasan sebagian KMK ke Bank Mandiri | 10,63% | ~Rp42 miliar |
Catatan: Lebih dari 69% dana IPO dialokasikan untuk capex produktif — ekspansi kapasitas produksi dan infrastruktur logistik. Ini menunjukkan orientasi pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar restrukturisasi utang. Fokus utama pada ekspansi gummy candy melalui anak usaha NPS mencerminkan strategi diversifikasi lini produk bernilai tambah tinggi.
Skenario Harga | EPS Diluted (post-IPO) | PER |
|---|---|---|
Rp900 (batas bawah) | ~Rp28,9 | ~31,2x |
Rp1.120 (batas atas) | ~Rp28,9 | ~38,8x |
Perbandingan dengan emiten F&B peers:
Emiten | PER Estimasi |
|---|---|
MYOR (Mayora) | ~16x |
GOOD (Garudafood) | ~18x |
ULTJ (Ultra Jaya) | ~12x |
JELI | ~31–39x |
JELI ditawarkan pada valuasi yang signifikan lebih premium dibanding rata-rata sektor F&B Indonesia. Premium ini bisa dijustifikasi jika ekspansi kapasitas gummy candy berhasil mendorong pertumbuhan revenue yang selama dua tahun terakhir justru tertekan — itulah taruhannya. Investor perlu mempertimbangkan apakah trajectory perbaikan margin dan rencana ekspansi cukup kuat untuk mendukung PER 31–39x dalam jangka menengah.
Metrik | 2023 | 2024 | 2025 |
|---|---|---|---|
Revenue | Rp795,5 miliar | ~Rp655 miliar | ~Rp640 miliar |
Laba Bersih | Rp1,68 miliar | ~Rp11,6 miliar | Rp39,03 miliar |
Pertumbuhan Laba | — | +592,5% | +235,5% |
Gross Margin | 29,35% | — | 38,61% |
DER | 3,82x | — | 2,79x |
Current Ratio | <1x | <1x | >1x |
ICR | 1,28x | — | 4,30x |
Paradoks JELI: Revenue turun dua tahun berturut-turut, namun laba bersih melonjak hampir 14x dalam dua tahun. Ini bukan anomali — ini efisiensi struktural yang disengaja: manajemen memangkas lini produk tidak menguntungkan, menaikkan harga jual, dan menekan COGS secara agresif. Hasilnya, gross margin meningkat dari 29,35% (2023) menjadi 38,61% (2025) — perbaikan margin hampir 10 poin persentase.
Satu catatan penting: arus kas operasional turun ~83% di 2025 karena piutang melonjak dari Rp104,21 miliar ke Rp174,13 miliar akibat penjualan kredit akhir tahun. Ini perlu dipantau — laba akuntansi yang kuat tidak selalu sejalan dengan kas masuk yang actual.
PT Sucor Sekuritas berdiri sejak 1989 dan merupakan salah satu sekuritas berpengalaman di Indonesia. Untuk IPO JELI, Sucor bertindak sebagai lead underwriter.
IPO | Peran Sucor | Performa |
|---|---|---|
SUPA (Superbank, Des 2025) | Co-underwriter | +24% hari pertama; oversubscribed 318x; +78% dalam 1 bulan |
PRDL (2026) | Lead underwriter | Dalam batch IPO bersamaan dengan JELI |
JELI | Lead underwriter | — |
Rekam jejak SUPA menunjukkan kemampuan Sucor dalam mengelola IPO dengan permintaan tinggi. Namun perlu dicatat bahwa setiap IPO memiliki dinamika pasar yang berbeda — performa historis satu emiten tidak menjamin hasil serupa untuk JELI. Kualitas underwriter hanyalah satu faktor dalam ekuasi keberhasilan IPO.
Sebelum memutuskan berpartisipasi di IPO JELI, pertimbangkan risiko-risiko berikut secara seksama:
Valuasi premium tanpa buffer: PER 31–39x jauh di atas peers F&B (12–18x). Jika ekspansi gummy candy tidak menghasilkan pertumbuhan revenue yang diharapkan, repricing ke bawah bisa signifikan.
Revenue masih belum pulih: Dua tahun berturut-turut revenue turun. Perbaikan laba didorong efisiensi, bukan volume — model ini memiliki batas atas yang lebih terbatas dibanding pertumbuhan organik.
Leverage masih tinggi dan arus kas tertekan: DER 2,79x masih relatif tinggi; arus kas operasional turun ~83% di 2025 akibat lonjakan piutang. Ketergantungan pada penjualan kredit meningkatkan risiko gagal bayar dari distributor.
Float tipis dan belum pernah bagi dividen: Float ~26% berarti harga lebih mudah digerakkan oleh volume kecil. Perusahaan juga belum pernah membagikan dividen sejak berdiri 1990 — meski ada rencana dividen pasca-IPO maks 30% laba, ini belum terbukti.
IPO JELI menghadirkan narasi yang menarik namun memerlukan kehati-hatian ekstra. Di satu sisi, Niramas Utama adalah market leader nyata dengan pangsa ~49,6%, perbaikan profitabilitas yang dramatis (+235% laba bersih FY25), rencana capex produktif yang jelas, dan merek INACO yang sudah mapan di pasar domestik maupun ekspor. Float tipis ~26% juga berpotensi menciptakan tekanan permintaan yang mendukung harga di pasar perdana.
Di sisi lain, valuasi PER 31–39x memproyeksikan ekspektasi pertumbuhan yang belum terbukti dalam angka revenue — revenue justru masih menyusut. Investor yang mempertimbangkan JELI sebaiknya memiliki horizon investasi jangka menengah-panjang dan mentoleransi risiko bahwa multiple akan terkompresi jika ekspansi kapasitas tidak segera tercermin dalam pertumbuhan penjualan. JELI bukan saham "beli dan lupakan" — ini saham yang membutuhkan pemantauan aktif terhadap update kinerja kuartalan pasca-listing.
Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, expected return, dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan ilustrasi.
Apa itu saham JELI?
JELI adalah kode saham PT Niramas Utama Tbk di Bursa Efek Indonesia — produsen dessert merek INACO yang akan melantai di BEI pada Juli 2026.
Berapa harga IPO saham JELI?
Harga penawaran berada di kisaran Rp900–Rp1.120 per saham dengan nilai nominal Rp100.
Kapan JELI listing di BEI?
JELI dijadwalkan listing di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.
Apa merek produk PT Niramas Utama?
Produk utama dijual di bawah merek INACO dan I'm Coco — mencakup nata de coco, jeli mini, puding, gummy candy, dan jelly drink.
Kenapa laba JELI naik tapi revenue turun?
Manajemen melakukan efisiensi struktural: memangkas lini produk tidak menguntungkan, menaikkan harga jual, dan menekan biaya produksi. Hasilnya, gross margin naik dari 29,35% (2023) menjadi 38,61% (2025) — perbaikan margin, bukan pertumbuhan volume.
Apakah JELI akan membagikan dividen?
Perusahaan berencana membagikan dividen maks 30% dari laba bersih setelah IPO. Namun perlu dicatat bahwa Niramas Utama belum pernah membagikan dividen sejak berdiri pada 1990.
Bagaimana cara beli saham IPO JELI?
Investor dapat membeli saham JELI melalui Pluang pada tanggal 7 Juli 2026 setelah listing. Panduan lengkap tersedia di artikel cara beli saham Indonesia untuk memahami alur pembukaan akun, syarat RDN, dan proses pembelian saham Indonesia di Pluang.


