Berita & Analisis
Harga Reksadana Hari Ini: Cara Cek NAB & Simulasi

Harga reksadana adalah Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP) — total nilai aset reksadana dikurangi kewajiban, dibagi jumlah unit yang beredar. NAB/UP diperbarui satu kali setiap hari bursa berdasarkan harga penutupan aset di dalam portofolio. Artikel ini menjelaskan cara membaca harga reksadana, faktor yang menggerakkannya, cara mengeceknya secara real-time di halaman daftar harga reksa dana Pluang, dan simulasi perhitungan keuntungannya.
NAB/UP (atau NAV per unit) adalah patokan harga jual-beli reksadana. Saat kamu membeli reksadana, uangmu dikonversi menjadi unit penyertaan berdasarkan NAB/UP hari transaksi; saat menjual, unitmu dikonversi kembali ke rupiah dengan NAB/UP terbaru.
Rumusnya sederhana:
NAB/UP = (Total Aset − Total Kewajiban) ÷ Jumlah Unit Beredar
Sebagian besar reksadana di Indonesia diluncurkan dengan NAB/UP awal Rp1.000. NAB/UP yang tinggi bukan berarti reksadana “mahal” — itu justru menunjukkan produk sudah lama beroperasi dan tumbuh. Yang menentukan untung-rugimu adalah persentase perubahan NAB, bukan nominalnya.
Berbeda dengan saham yang harganya bergerak setiap detik selama jam bursa, harga reksadana hanya dihitung sekali sehari oleh Bank Kustodian setelah pasar tutup. Konsekuensinya:
Order beli/jual sebelum batas waktu (cut-off, umumnya pukul 13.00 WIB) diproses dengan NAB/UP hari itu.
Order setelah cut-off diproses dengan NAB/UP hari bursa berikutnya.
Kamu tidak bisa “menebak” harga eksekusi persis — inilah alasan strategi rutin lebih cocok untuk reksadana dibanding trading harian.
Faktor | Dampak ke NAB |
Harga aset dasar (saham/obligasi) | Paling dominan — NAB reksadana saham mengikuti pergerakan IHSG dan saham dalam portofolio |
Suku bunga acuan BI | Kenaikan suku bunga menekan harga obligasi → NAB reksadana pendapatan tetap turun, dan sebaliknya |
Kondisi ekonomi & inflasi | Mempengaruhi kinerja emiten dan imbal hasil instrumen pasar uang |
Nilai tukar rupiah | Relevan untuk reksadana dengan aset berdenominasi valas |
Aksi Manajer Investasi | Perubahan alokasi portofolio mengubah eksposur risiko |
Biaya-biaya produk | Expense ratio dipotong dari aset, mengurangi NAB secara berkala |
Buka aplikasi atau situs Pluang. Masuk ke menu Explore → Reksa Dana untuk melihat daftar produk beserta NAB/UP terkini dan grafik historisnya.
Cek fund fact sheet bulanan. Diterbitkan Manajer Investasi, memuat NAB, kinerja, dan alokasi portofolio terbaru.
Verifikasi di kanal resmi. Data produk dan legalitas reksadana dapat dicek melalui situs resmi OJK atau portal edukasi Sikapi Uangmu.
Bandingkan kinerja antar-produk. Gunakan periode yang sama (YTD, 1 tahun, 3 tahun) agar perbandingan apple-to-apple sebelum memilih dari list reksadana terbaik.
Misalnya kamu membeli reksadana saham dengan NAB/UP Rp1.500 senilai Rp3.000.000:
Unit yang kamu terima = Rp3.000.000 ÷ Rp1.500 = 2.000 unit
Enam bulan kemudian NAB/UP naik ke Rp1.650 (+10%)
Nilai investasimu = 2.000 × Rp1.650 = Rp3.300.000
Keuntungan (belum termasuk biaya jual, jika ada) = Rp300.000 atau 10%
Perhitungan yang sama berlaku saat NAB turun — jika NAB/UP melemah ke Rp1.350, nilai investasi menjadi Rp2.700.000 (rugi 10%). Karena itu pahami dulu jenis dan profil risiko produk di Reksa Dana 101.
NAB bergerak karena nilai pasar aset di dalam portofolio berubah setiap hari. Reksadana pasar uang paling stabil karena asetnya jatuh tempo pendek; reksadana pendapatan tetap berfluktuasi mengikuti suku bunga; reksadana saham paling volatil karena mengikuti pasar ekuitas. Fluktuasi harian adalah hal normal — yang penting adalah tren jangka panjang sesuai horizon investasimu.
Meski sama-sama instrumen pasar modal, mekanisme harganya sangat berbeda dan sering membingungkan investor baru:
Aspek | Harga Reksadana (NAB/UP) | Harga Saham |
Frekuensi update | Sekali per hari bursa | Real-time setiap detik saat jam bursa |
Penentu harga | Perhitungan Bank Kustodian atas nilai portofolio | Mekanisme permintaan-penawaran di bursa |
Eksekusi transaksi | Harga baru diketahui setelah dihitung (forward pricing) | Harga diketahui saat order dieksekusi |
Satuan | Unit penyertaan (bisa pecahan) | Lot (100 lembar) |
Volatilitas intraday | Tidak ada | Tinggi |
Karena forward pricing inilah reksadana tidak bisa “di-trading-kan” harian seperti saham — dan justru itu kelebihannya bagi investor jangka panjang: kamu terlindung dari godaan membeli-menjual impulsif akibat fluktuasi menit ke menit.
Karakter pergerakan NAB berbeda tajam antarjenis reksadana:
Jenis Reksadana | Volatilitas NAB | Pola Pergerakan Umum |
Pasar Uang | Sangat rendah | Cenderung naik konsisten sedikit demi sedikit setiap hari |
Pendapatan Tetap | Rendah–menengah | Bergerak mengikuti arah suku bunga dan harga obligasi |
Campuran | Menengah | Kombinasi — tergantung porsi saham dalam portofolio |
Saham | Tinggi | Berfluktuasi harian mengikuti IHSG, potensi naik-turun tajam |
Implikasinya untuk pemilihan produk: jika kamu tidak nyaman melihat nilai investasi turun 10–20% dalam setahun, hindari porsi besar di reksadana saham. Sebaliknya, jika horizonmu di atas lima tahun, fluktuasi harian reksadana saham adalah harga yang wajar untuk potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih tinggi.
Saat mengecek harga reksadana di aplikasi, jangan berhenti di angka NAB hari ini. Perhatikan empat hal berikut:
Tren NAB 1–3–5 tahun. Grafik jangka panjang menunjukkan konsistensi kinerja MI melewati berbagai siklus pasar — lebih bermakna daripada kinerja satu bulan terakhir.
Kinerja vs tolok ukur (benchmark). Fund fact sheet mencantumkan pembanding seperti IHSG atau indeks obligasi. Reksadana yang baik mampu mengimbangi atau mengungguli benchmark-nya secara konsisten.
Drawdown historis. Lihat seberapa dalam NAB pernah turun dari puncaknya. Ini gambaran realistis risiko yang harus siap kamu tanggung.
Alokasi portofolio terbaru. Fund fact sheet bulanan memuat 10 kepemilikan terbesar — pastikan isi portofolio sesuai ekspektasimu terhadap jenis produk tersebut.
Fluktuasi NAB harian adalah fitur, bukan kecacatan, dari investasi pasar modal. Tiga prinsip untuk menyikapinya: pertama, jangan cek harga setiap hari jika tujuanmu jangka panjang — pergerakan harian hanya menimbulkan kecemasan yang mendorong keputusan emosional. Kedua, manfaatkan penurunan sebagai peluang akumulasi — dengan strategi pembelian rutin (dollar cost averaging), NAB yang sedang turun justru membuatmu mendapat lebih banyak unit dengan nominal yang sama. Ketiga, jual berdasarkan tujuan, bukan ketakutan — cairkan reksadana saat tujuan finansialmu tercapai atau saat produk konsisten underperform terhadap benchmark selama lebih dari setahun, bukan karena panik saat pasar koreksi.
Risiko pasar — NAB dapat turun signifikan saat koreksi pasar, terutama reksadana saham.
Risiko suku bunga — kenaikan suku bunga agresif menekan NAB reksadana obligasi.
Risiko likuiditas — redemption massal bisa memaksa MI menjual aset di harga kurang optimal.
Risiko nilai tukar — untuk produk dengan aset valas.
Disclaimer: Konten ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan. NAB/UP dapat naik maupun turun. Sesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing. Pluang terdaftar dan diawasi oleh OJK serta Bappebti.
Berapa harga reksadana hari ini? Setiap produk berbeda — NAB/UP masing-masing reksadana diperbarui setiap hari bursa dan bisa dicek gratis di aplikasi Pluang pada menu Reksa Dana.
Apakah NAB tinggi berarti reksadana mahal? Tidak. NAB tinggi menandakan produk sudah lama tumbuh. Potensi keuntunganmu ditentukan persentase kenaikan NAB, bukan nominal awalnya.
Jam berapa harga reksadana diperbarui? NAB dihitung Bank Kustodian setelah penutupan pasar dan umumnya terlihat di aplikasi pada malam hari atau H+1 pagi.
Kenapa harga beli reksadana saya berbeda dari yang tertera di aplikasi? Karena transaksi diproses dengan NAB hari eksekusi (setelah cut-off time), bukan NAB terakhir yang tampil saat kamu memesan.
Apakah harga reksadana bisa turun sampai nol? Praktis tidak — portofolionya terdiversifikasi di banyak efek. Namun NAB tetap bisa turun signifikan mengikuti pasar.
Apa bedanya NAB dan AUM? AUM (asset under management) adalah total dana kelolaan produk; NAB/UP adalah harga per unitnya. AUM besar menandakan skala, NAB/UP menandakan harga transaksi.
Harga reksadana ditentukan oleh NAB/UP yang dihitung sekali setiap hari bursa dan bergerak mengikuti nilai aset dalam portofolio, suku bunga, serta kondisi pasar. Fokus pada persentase pertumbuhan jangka panjang, bukan nominal NAB. Cek harga reksadana hari ini dan mulai investasi dari Rp10.000 di aplikasi Pluang.


