ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Cara Mendapatkan Bitcoin untuk Pemula: Aman dan Terpercaya 2026
shareIcon

Cara Mendapatkan Bitcoin untuk Pemula: Aman dan Terpercaya 2026

7 Jul 2026, 3:33 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
tampilan-pluang-btc-cara-mendapatkan-bitcoin-pemula
Bitcoin bisa didapatkan melalui empat cara utama: membeli langsung di exchange yang terdaftar OJK, trading jual-beli harian, menambang (mining), atau menerima Bitcoin sebagai pembayaran maupun airdrop. Bagi pemula di Indonesia, cara paling aman dan paling mudah adalah membeli Bitcoin di platform yang sudah berizin resmi. Artikel ini membahas empat cara tersebut secara lengkap, modal minimum yang dibutuhkan, risiko yang perlu diwaspadai, langkah konkret membeli Bitcoin lewat aplikasi, hingga perbandingannya dengan aset crypto lain agar Anda bisa mengambil keputusan yang lebih matang sebelum mulai berinvestasi.

Apa Itu Bitcoin dan Kenapa Banyak Dicari?

Bitcoin adalah mata uang crypto pertama di dunia yang beroperasi di atas jaringan blockchain terdesentralisasi, tanpa perantara bank maupun pemerintah. Diciptakan pada 2009, jumlah Bitcoin dibatasi hanya 21 juta koin, sehingga sifatnya cenderung langka (scarce) seperti emas digital.

Bitcoin banyak dicari karena tiga alasan utama: pertama, sebagai penyimpan nilai (store of value) di tengah inflasi mata uang fiat; kedua, sebagai instrumen diversifikasi portofolio yang tidak berkorelasi penuh dengan pasar saham; dan ketiga, karena adopsi institusional yang terus meningkat, mulai dari perusahaan publik hingga produk investasi berbasis Bitcoin di berbagai negara.

Sejak diciptakan, Bitcoin telah melalui beberapa peristiwa halving — pengurangan reward penambang setiap sekitar empat tahun sekali — yang membuat laju pasokan Bitcoin baru semakin melambat seiring waktu. Mekanisme ini sering dibandingkan dengan sifat emas yang juga terbatas jumlahnya di alam, sehingga sebagian investor menyebut Bitcoin sebagai "emas digital". Meski analogi ini populer, penting diingat bahwa karakteristik risiko Bitcoin jauh berbeda dari emas fisik, terutama dari sisi volatilitas harga jangka pendek.

Selain sebagai instrumen investasi, Bitcoin juga banyak dipelajari karena menjadi fondasi teknologi bagi ribuan aset crypto lain yang muncul setelahnya. Memahami cara kerja dan cara mendapatkan Bitcoin sering menjadi langkah pertama sebelum seseorang mempelajari aset crypto lain yang lebih kompleks.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?

Memahami cara kerja Bitcoin akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih matang sebelum memutuskan metode mana yang paling sesuai untuk mendapatkannya.

Setiap transaksi Bitcoin dicatat di buku besar digital bernama blockchain, yang divalidasi oleh ribuan komputer (node) di seluruh dunia melalui mekanisme proof-of-work. Setiap pengguna memiliki dompet digital (wallet) dengan alamat unik serta private key sebagai kunci akses. Karena sifatnya yang terdesentralisasi, tidak ada satu pun pihak tunggal yang bisa mengubah data transaksi Bitcoin yang sudah tercatat.

Proses validasi transaksi dilakukan oleh penambang (miner) yang berlomba menyelesaikan perhitungan matematis kompleks menggunakan perangkat keras khusus. Miner yang berhasil memvalidasi blok transaksi akan mendapatkan reward berupa Bitcoin baru, sekaligus biaya transaksi (transaction fee) dari pengguna yang bertransaksi pada blok tersebut. Semakin padat jaringan, semakin tinggi pula biaya transaksi yang perlu dibayarkan agar transaksi diproses lebih cepat.

Karena seluruh riwayat transaksi tersimpan permanen dan bisa diverifikasi siapa saja, Bitcoin sering disebut memiliki sifat transparan meski identitas pemilik wallet tetap bersifat pseudonim (tidak menampilkan nama asli secara langsung).

AspekBitcoinUang Fiat (Rupiah)
PenerbitTidak ada otoritas pusat (terdesentralisasi)Bank sentral (Bank Indonesia)
Jumlah PasokanTerbatas, maksimum 21 juta koinBisa dicetak sesuai kebijakan moneter
Pencatatan TransaksiBlockchain publik, transparanSistem perbankan tertutup
Volatilitas HargaTinggi dalam jangka pendekRelatif stabil

4 Cara Mendapatkan Bitcoin di Indonesia

Berikut empat metode paling umum untuk mendapatkan Bitcoin, dari yang paling direkomendasikan untuk pemula hingga yang membutuhkan keahlian teknis lebih tinggi.

1. Membeli Langsung di Exchange Berizin Bappebti

Cara paling sederhana dan paling aman: membeli Bitcoin lewat platform pedagang aset crypto yang sudah terdaftar dan diawasi OJK. Pengguna cukup membuat akun, verifikasi identitas (KYC), top up saldo, lalu membeli Bitcoin sesuai nominal yang diinginkan. Metode ini paling direkomendasikan untuk pemula karena prosesnya sederhana, transparan, dan dana pengguna tercatat jelas di sistem yang diawasi regulator.

2. Trading Bitcoin untuk Jual-Beli Harian

Trader aktif memanfaatkan pergerakan harga Bitcoin harian untuk mengambil selisih harga (capital gain). Cara ini membutuhkan pemahaman analisa teknikal dan manajemen risiko yang matang karena volatilitas harga Bitcoin cenderung tinggi dalam jangka pendek. Trader biasanya memantau indikator seperti tren harga, volume transaksi, dan sentimen pasar sebelum membuka maupun menutup posisi.

3. Mining (Menambang) Bitcoin

Mining adalah proses memvalidasi transaksi Bitcoin menggunakan perangkat keras khusus untuk mendapatkan reward Bitcoin baru. Di Indonesia, mining mandiri kurang praktis untuk pemula karena membutuhkan investasi perangkat keras yang besar, biaya listrik tinggi, dan tingkat kompetisi global yang sangat ketat. Sebagian orang memilih bergabung dengan mining pool untuk berbagi daya komputasi dan hasil reward, meski keuntungan bersihnya tetap tergantung pada biaya listrik dan harga Bitcoin saat itu.

4. Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran atau Airdrop

Sejumlah freelancer maupun bisnis menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran atas jasa lintas negara. Selain itu, sebagian proyek crypto membagikan token secara gratis melalui program airdrop, meski jenis Bitcoin sendiri sudah jarang membagikan airdrop karena jaringannya sudah matang. Jika memilih metode ini, pastikan pihak yang membayar maupun proyek yang membagikan airdrop memiliki reputasi jelas untuk menghindari risiko penipuan.

Dari keempat cara di atas, membeli langsung di exchange berizin tetap menjadi pilihan paling praktis dan minim risiko teknis bagi pemula yang baru mengenal Bitcoin, dibandingkan mining yang membutuhkan keahlian dan modal perangkat keras khusus.

Berapa Modal Minimum untuk Membeli Bitcoin?

Salah satu kelebihan membeli Bitcoin dibandingkan aset lain adalah sifatnya yang bisa dibeli secara pecahan (fractional). Pengguna tidak perlu membeli 1 Bitcoin utuh yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah — cukup mulai dari nominal kecil, misalnya Rp50.000, sesuai kemampuan dan profil risiko masing-masing.

Sebagai gambaran, jika harga 1 Bitcoin adalah Rp1 miliar, maka pembelian senilai Rp100.000 akan memberikan kepemilikan sebesar 0,0001 BTC. Sistem fractional ini membuat Bitcoin tetap bisa diakses oleh investor pemula dengan modal terbatas, tanpa harus menunggu memiliki dana besar terlebih dahulu.

Apa Risiko Membeli Bitcoin bagi Pemula?

Meski potensinya menarik, calon pembeli Bitcoin wajib memahami risiko berikut sebelum mulai berinvestasi:

  • Volatilitas harga tinggi — harga Bitcoin bisa naik atau turun signifikan dalam hitungan jam, sehingga nilai portofolio bisa berubah drastis dalam waktu singkat.
  • Risiko platform ilegal — membeli di exchange yang tidak terdaftar Bappebti berisiko dana hilang tanpa perlindungan hukum yang jelas.
  • Risiko keamanan digital — kehilangan akses wallet atau menjadi korban phishing dapat menyebabkan kerugian permanen tanpa kemungkinan pemulihan dana.
  • Risiko FOMO — membeli saat harga sedang euforia tanpa strategi jelas sering berujung kerugian ketika harga terkoreksi.
  • Tidak ada jaminan capital — berbeda dari tabungan bank, nilai Bitcoin tidak dijamin pemerintah maupun lembaga penjamin simpanan.
  • Risiko regulasi — kebijakan terkait aset crypto masih terus berkembang, sehingga aturan main bisa berubah seiring waktu.

Karena risiko-risiko di atas, penting bagi pemula untuk hanya menggunakan dana yang siap diinvestasikan (bukan dana kebutuhan pokok) serta memahami profil risiko diri sendiri sebelum mulai membeli Bitcoin.

Cara Membeli Bitcoin di Pluang: Panduan Singkat

Bagi pemula yang ingin mendapatkan Bitcoin dengan cara paling praktis dan aman, berikut langkah membelinya lewat Pluang:

  1. Buka Aplikasi Pluang: pastikan akun sudah terverifikasi (KYC) dan saldo tersedia.
  2. Cari Bitcoin (BTC): gunakan fitur pencarian pada menu crypto.
  3. Masukkan Nominal Pembelian: tentukan jumlah rupiah yang ingin dikonversi ke Bitcoin, mulai dari nominal kecil.
  4. Konfirmasi Transaksi: periksa detail order lalu konfirmasi pembelian. Bitcoin akan langsung masuk ke portofolio.

Pluang telah digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna dan menyediakan akses ke 2.000+ produk investasi dalam satu aplikasi, mulai dari crypto, saham Indonesia, saham Amerika, emas digital, hingga reksa dana. Untuk pengguna yang ingin analisis lebih mendalam sebelum membeli, Pluang juga menyediakan fitur Screeners dan Web Trading yang mengintegrasikan data pasar secara real-time, sehingga keputusan membeli Bitcoin bisa didasarkan pada data, bukan sekadar ikut-ikutan tren.

Selain Bitcoin, ekosistem crypto di Pluang juga mencakup berbagai aset crypto populer lain serta produk turunan seperti crypto perpetual futures dengan leverage hingga 25x bagi pengguna yang sudah memahami risikonya secara menyeluruh. Namun, bagi pemula yang baru memulai, membeli Bitcoin secara langsung tanpa leverage tetap menjadi pendekatan yang paling sesuai untuk membangun pemahaman dasar terlebih dahulu.

Bitcoin vs Aset Crypto Lain: Kenapa Sering Jadi Pilihan Pertama Pemula?

Di antara ribuan aset crypto yang ada saat ini, Bitcoin tetap menjadi pilihan pertama bagi kebanyakan pemula karena beberapa alasan. Pertama, Bitcoin memiliki likuiditas paling tinggi dibanding aset crypto lain, sehingga lebih mudah dibeli maupun dijual kapan saja. Kedua, Bitcoin memiliki rekam jejak (track record) paling panjang di antara aset crypto, sehingga data historisnya lebih banyak dipelajari. Ketiga, Bitcoin cenderung dijadikan acuan (benchmark) pergerakan pasar crypto secara keseluruhan — ketika harga Bitcoin bergerak signifikan, sebagian besar aset crypto lain turut terpengaruh.

Meski begitu, memilih Bitcoin sebagai aset pertama bukan berarti bebas risiko. Volatilitas tetap tinggi, dan performanya di masa lalu tidak menjamin hasil yang sama di masa depan. Karena itu, tetap penting mempelajari fundamental sebelum memutuskan untuk membeli.

Tips Aman Membeli dan Menyimpan Bitcoin

  • Pilih platform yang berizin dan diawasi OJK — jangan tergiur platform tanpa legalitas jelas.
  • Gunakan strategi Dollar Cost Averaging agar tidak membeli dalam satu waktu saat harga sedang tinggi.
  • Alokasikan Bitcoin sebagai bagian dari diversifikasi portofolio, bukan seluruh dana investasi.
  • Hindari keputusan berdasarkan FOMO atau ajakan "cuan cepat" di media sosial.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk menjaga keamanan akun.
  • Pelajari fundamental Bitcoin secara berkala, termasuk berita regulasi dan perkembangan adopsi institusional yang bisa memengaruhi sentimen pasar.
  • Catat setiap transaksi pembelian sebagai bagian dari pencatatan keuangan pribadi, termasuk untuk keperluan pelaporan pajak jika diperlukan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah Bitcoin legal di Indonesia?

Ya, Bitcoin legal diperdagangkan sebagai komoditas aset crypto di Indonesia dan diawasi oleh Bappebti, selama dibeli melalui platform yang resmi terdaftar.

Berapa modal minimum untuk membeli Bitcoin di Pluang?

Pengguna bisa mulai membeli Bitcoin di Pluang dengan nominal kecil, karena pembelian bisa dilakukan secara pecahan (fractional), bukan harus 1 BTC utuh.

Apakah mining Bitcoin bisa dilakukan di rumah?

Secara teknis bisa, namun mining mandiri di rumah umumnya tidak lagi menguntungkan bagi pemula karena tingginya biaya listrik dan kompetisi perangkat keras skala industri.

Apa beda membeli Bitcoin dan trading Bitcoin?

Membeli Bitcoin umumnya untuk investasi jangka panjang (hold), sedangkan trading bertujuan memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek untuk mengambil selisih keuntungan.

Apakah Bitcoin bisa hilang nilainya sampai nol?

Secara teori bisa terjadi, meski probabilitasnya dianggap kecil mengingat adopsi Bitcoin yang sudah luas. Meski begitu, calon pembeli tetap harus menyiapkan diri terhadap risiko fluktuasi harga yang signifikan.

Bagaimana cara menyimpan Bitcoin dengan aman?

Bitcoin yang dibeli di platform resmi seperti Pluang tersimpan dalam sistem kustodian yang diawasi regulator, sehingga pengguna tidak perlu mengelola private key secara manual.

Apakah harga Bitcoin selalu naik setiap tahun?

Tidak. Harga Bitcoin bersifat volatil dan bisa mengalami koreksi tajam dalam periode tertentu, sehingga penting untuk berinvestasi sesuai profil risiko dan tidak menggunakan dana kebutuhan pokok.

Apa itu halving Bitcoin dan bagaimana pengaruhnya terhadap harga?

Halving adalah proses pengurangan reward penambang Bitcoin sekitar setiap empat tahun sekali, yang membuat laju pasokan Bitcoin baru melambat. Secara historis, peristiwa ini kerap dikaitkan dengan pergerakan harga, meski tidak ada jaminan pola yang sama akan selalu berulang di masa depan.

Apakah pemula sebaiknya langsung membeli Bitcoin dalam jumlah besar?

Tidak disarankan. Pemula sebaiknya memulai dengan nominal kecil terlebih dahulu untuk memahami pergerakan harga dan karakteristik risiko Bitcoin, sebelum menambah porsi investasi secara bertahap.

Apa perbedaan menyimpan Bitcoin di exchange dan di wallet pribadi?

Menyimpan Bitcoin di exchange yang berizin lebih praktis karena keamanan dan pengelolaan kunci dikelola oleh sistem platform, sedangkan menyimpan di wallet pribadi memberi kendali penuh kepada pengguna, namun juga menuntut tanggung jawab penuh dalam menjaga private key agar tidak hilang atau dicuri.

Kesimpulan

Cara mendapatkan Bitcoin paling aman bagi pemula adalah membelinya langsung di platform yang berizin dan diawasi Bappebti, bukan lewat mining atau jalur tidak resmi. Dengan modal kecil, strategi Dollar Cost Averaging, dan pemahaman risiko yang matang, Bitcoin bisa menjadi bagian dari diversifikasi portofolio investasi. Pluang menghadirkan akses pembelian Bitcoin yang praktis, aman, dan terintegrasi dengan 2.000+ produk investasi lain dalam satu aplikasi.

Sebelum memutuskan membeli Bitcoin, pastikan Anda sudah memahami profil risiko pribadi, menetapkan alokasi dana yang wajar, dan tidak tergoda oleh janji keuntungan instan. Dengan pendekatan yang disiplin dan platform yang tepat, Bitcoin bisa menjadi salah satu instrumen diversifikasi yang menarik dalam strategi investasi jangka panjang Anda.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1