
Free float adalah bagian dari saham beredar sebuah emiten yang dimiliki pemegang saham non-pengendali dan tersedia untuk diperdagangkan di pasar.
Yang dikeluarkan dari perhitungan free float:
Saham pemegang saham pengendali, yaitu pihak yang memiliki kemampuan menentukan pengelolaan atau kebijakan emiten.
Saham pemegang saham utama, umumnya pihak dengan kepemilikan di atas ambang persentase tertentu.
Saham afiliasi pengendali, termasuk entitas dalam satu grup usaha.
Saham hasil pembelian kembali yang disimpan emiten (treasury stock), karena tidak beredar di pasar.
Saham yang terikat masa penahanan setelah pencatatan perdana atau penambahan modal, selama periode penahanan berlaku.
Perbedaan mendasar dari kapitalisasi pasar: kapitalisasi pasar menghitung nilai seluruh saham beredar, sedangkan free float hanya menghitung bagian yang bisa berpindah tangan. Dua emiten dengan kapitalisasi pasar setara bisa memiliki free float yang sangat berbeda.
Rasio free float = (jumlah saham non-pengendali ÷ total saham beredar) × 100%
Contoh dengan angka ilustrasi:
Total saham beredar: 10.000.000.000 lembar
Kepemilikan pengendali dan afiliasinya: 8.200.000.000 lembar
Saham hasil pembelian kembali: 300.000.000 lembar
Sisa: 10.000.000.000 − 8.200.000.000 − 300.000.000 = 1.500.000.000 lembar
Rasio free float = (1.500.000.000 ÷ 10.000.000.000) × 100% = 15%
Nilai free float = rasio free float × kapitalisasi pasar. Angka ini lebih relevan daripada rasionya sendiri saat menilai kapasitas pasar untuk menyerap order berukuran besar.
Buka tabel komposisi pemegang saham pada laporan tahunan atau laporan keuangan terbaru emiten. Tabel ini mencantumkan nama pemegang saham di atas ambang tertentu beserta persentasenya, dan satu baris berlabel "masyarakat" atau "publik".
Periksa profil emiten di situs Bursa Efek Indonesia, yang mencantumkan komposisi kepemilikan dan jumlah saham beredar.
Kurangi saham hasil pembelian kembali bila emiten pernah melakukan buyback dan sahamnya masih disimpan.
Telusuri struktur grup pemegang saham. Beberapa nama pemegang saham berbeda bisa berada dalam satu kendali. Struktur kepemilikan diuraikan pada bagian informasi pemegang saham utama dan pengendali di laporan tahunan.
Bandingkan dengan periode sebelumnya. Perubahan rasio free float antar periode menunjukkan adanya penambahan modal, penjualan kepemilikan pengendali, atau pembelian kembali saham.
Satu catatan penting: baris "publik" pada tabel komposisi pemegang saham tidak selalu identik dengan definisi free float bursa. Pemegang saham afiliasi dengan kepemilikan di bawah ambang pengungkapan bisa masuk ke baris publik. Karena itu rasio yang dihitung sendiri sebaiknya diperlakukan sebagai perkiraan, dan angka resmi mengacu pada perhitungan bursa.
Bursa Efek Indonesia menetapkan batas minimum kepemilikan non-pengendali sebagai salah satu syarat pencatatan dan pemeliharaan pencatatan saham, bersama syarat jumlah minimum pemegang saham. Ketentuan ini ada agar saham yang tercatat memiliki dasar likuiditas yang memadai sejak awal.
Angka ambang minimum — baik jumlah lembar saham maupun persentase terhadap modal disetor — diatur dalam peraturan pencatatan Bursa Efek Indonesia dan pernah disesuaikan. Angkanya wajib dikutip langsung dari peraturan yang berlaku saat artikel diterbitkan, bukan dari sumber sekunder.
Free float juga dipakai dalam penyusunan indeks. Sejumlah indeks acuan menimbang konstituennya berdasarkan kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan free float, bukan kapitalisasi pasar penuh. Tujuannya agar bobot dalam indeks mencerminkan saham yang benar-benar dapat dibeli oleh pengelola dana.
Hubungan antara free float dan likuiditas bekerja melalui empat mekanisme.
Free float kecil berarti sedikit pemilik yang siap menjual pada tiap tingkat harga. Selisih antara harga permintaan dan harga penawaran melebar, dan biaya transaksi efektif ikut naik meski komisi tidak berubah.
Pada saham dengan free float kecil, order berukuran sedang bisa menghabiskan beberapa tingkat harga sekaligus. Harga eksekusi rata-rata menjadi lebih buruk dari harga yang terlihat di layar, dan efek ini lebih terasa saat menjual dalam kondisi pasar melemah.
Persediaan saham yang tipis membuat harga bereaksi lebih tajam terhadap perubahan permintaan. Amplitudo pergerakan harian pada saham free float kecil cenderung lebih lebar dibanding saham dengan free float besar pada kapitalisasi yang setara.
Saham dengan free float kecil dan volume tipis lebih mudah digerakkan oleh sekelompok pihak dengan modal terbatas. Bursa memakai notasi khusus dan penempatan papan pemantauan untuk menandai saham dengan karakter tertentu, dan mekanismenya diuraikan pada ulasan mengenai notasi khusus dan ciri saham berisiko.
Rasio free float adalah satu variabel, bukan penilaian kualitas emiten.
Free float kecil bisa mencerminkan komitmen pengendali yang tidak menjual kepemilikannya, dan tidak otomatis berarti tata kelola yang buruk.
Free float besar tidak menjamin likuiditas bila minat investor terhadap sahamnya rendah. Free float adalah pasokan; likuiditas membutuhkan permintaan juga.
Nilai free float lebih informatif daripada rasionya untuk menilai kapasitas pasar. Rasio 10% pada emiten berkapitalisasi sangat besar bisa bernilai lebih besar daripada rasio 60% pada emiten kecil.
Angkanya berubah. Penambahan modal, penjualan kepemilikan pengendali, berakhirnya masa penahanan, dan pembelian kembali saham semuanya menggeser rasio ini.
Perdagangan saham mengandung risiko kerugian sebagian atau seluruh modal. Risiko likuiditas — ketidakmampuan menjual pada harga dan waktu yang diinginkan — adalah risiko tersendiri yang tidak hilang meski analisis fundamental emiten positif. Kinerja masa lalu maupun rasio free float saat ini tidak mengindikasikan proyeksi kinerja masa depan.
Pada tabel komposisi pemegang saham di laporan tahunan atau laporan keuangan emiten, dan pada halaman profil emiten di situs Bursa Efek Indonesia. Sejumlah platform data pasar juga menampilkannya sebagai persentase kepemilikan publik.
Tidak. Saham beredar adalah seluruh saham yang telah diterbitkan dan belum ditarik. Free float hanya bagian dari saham beredar yang dimiliki pihak non-pengendali dan tersedia diperdagangkan.
Karena jumlah saham yang tersedia di pasar terbatas, sehingga perubahan permintaan dalam ukuran yang sama menghasilkan pergerakan harga yang lebih besar dibanding saham dengan pasokan lebih banyak.
Pada indeks yang menimbang konstituennya dengan kapitalisasi pasar yang disesuaikan free float, ya. Metode pembobotan tiap indeks diatur dalam panduan indeks yang diterbitkan bursa.
Free float dibaca sebagai rasio saham non-pengendali terhadap total saham beredar, dan angkanya diambil dari dokumen resmi emiten atau profil emiten di bursa, dengan catatan bahwa baris "publik" pada laporan tidak selalu setara definisi bursa. Dampaknya pada likuiditas berjalan lewat empat jalur: kedalaman order, dampak harga per order, volatilitas, dan kerentanan terhadap penggerakan harga. Untuk keperluan praktis, nilai free float dalam rupiah lebih berguna daripada rasionya semata, karena angka itulah yang menentukan seberapa besar posisi yang bisa dibangun dan dilepas tanpa menggerakkan harga sendiri.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


