ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Bursa Saham Amerika Namanya Apa? Ini Beda NYSE dan Nasdaq 2026
shareIcon

Bursa Saham Amerika Namanya Apa? Ini Beda NYSE dan Nasdaq 2026

29 Jun 2026, 12:04 PM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
Bursa Saham Amerika Namanya Apa? Ini Beda NYSE dan Nasdaq 2026
Bursa saham Amerika memiliki dua nama utama: NYSE (New York Stock Exchange) dan Nasdaq. NYSE adalah bursa tertua dan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, identik dengan perusahaan blue-chip berusia panjang. Nasdaq adalah bursa elektronik pertama di dunia, menjadi rumah bagi raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft, NVIDIA, dan Amazon.

Artikel ini membahas perbedaan lengkap NYSE dan Nasdaq, cara kerja keduanya, serta cara investor Indonesia membeli saham di kedua bursa tersebut.

1. Bursa Saham Amerika Namanya Apa? Jawaban Singkat

Bursa saham Amerika yang paling utama ada dua: NYSE (New York Stock Exchange) dan Nasdaq (National Association of Securities Dealers Automated Quotations). Kedua bursa ini berlokasi di New York dan bersama-sama menjadi pusat perdagangan saham terbesar di dunia, tempat ribuan perusahaan global mencatatkan sahamnya.

Selain NYSE dan Nasdaq, ada juga indeks-indeks acuan seperti Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 yang sering disebut bersamaan, namun keduanya bukan bursa melainkan indeks yang melacak kinerja sekumpulan saham yang sebagian besar tercatat di NYSE maupun Nasdaq.

2. Apa Itu NYSE (New York Stock Exchange)?

NYSE atau New York Stock Exchange adalah bursa saham tertua dan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan total nilai pasar gabungan emitennya mencapai sekitar US$44 triliun. NYSE berlokasi di Wall Street, New York, dan saat ini dikelola oleh Intercontinental Exchange (ICE).

Sekitar 2.400 perusahaan tercatat di NYSE, didominasi oleh perusahaan blue-chip dengan rekam jejak bisnis panjang dan kapitalisasi pasar besar, seperti Coca-Cola, JPMorgan Chase, Walmart, ExxonMobil, dan Berkshire Hathaway. NYSE masih memiliki lantai perdagangan fisik yang ikonik, meski mayoritas transaksinya kini sudah berjalan secara elektronik.

3. Apa Itu Nasdaq?

Nasdaq adalah bursa saham elektronik pertama di dunia, didirikan pada 1971 sebagai sistem perdagangan saham otomatis yang tidak memerlukan lantai perdagangan fisik. Nasdaq memiliki lebih dari 3.100 perusahaan tercatat, dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar US$24 triliun.

Nasdaq dikenal sebagai rumah bagi raksasa teknologi dunia, termasuk Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Tesla, Meta, dan Alphabet (Google). Karena identik dengan inovasi dan layar digital, Nasdaq sering menjadi simbol sektor teknologi dan perusahaan rintisan (startup) yang baru melantai di bursa lewat IPO.

4. Tabel Perbandingan NYSE vs Nasdaq

Berikut tabel ringkas perbandingan NYSE dan Nasdaq dari berbagai aspek penting yang perlu diketahui investor:

Aspek

NYSE

Nasdaq

Tahun Berdiri

1792 (Buttonwood Agreement)

1971

Kapitalisasi Pasar

± US$44 triliun

± US$24 triliun

Jumlah Perusahaan Tercatat

± 2.400 perusahaan

± 3.100 perusahaan

Sistem Perdagangan

Auction market dengan Designated Market Maker

Dealer market elektronik penuh

Karakteristik Emiten

Blue-chip, rekam jejak panjang, lintas sektor

Didominasi teknologi & perusahaan growth/startup

Contoh Perusahaan

Coca-Cola, JPMorgan, Walmart, ExxonMobil

Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Tesla

Lokasi/Pengelola

Wall Street, dikelola Intercontinental Exchange (ICE)

Sepenuhnya elektronik, dikelola Nasdaq Inc.

5. Sejarah Singkat NYSE dan Nasdaq

NYSE berawal dari Buttonwood Agreement tahun 1792, ketika 24 pedagang saham menyepakati aturan dasar perdagangan efek di bawah pohon buttonwood di Wall Street. Sejak itu, NYSE berkembang menjadi bursa saham fisik terbesar di dunia dengan lantai perdagangan yang menjadi ikon industri keuangan global, dan telah melewati berbagai siklus pasar besar termasuk Black Monday 1929, krisis finansial 2008, hingga gelombang volatilitas akibat pandemi pada 2020.

Nasdaq lahir hampir dua abad kemudian, pada 1971, sebagai jawaban atas kebutuhan sistem perdagangan yang lebih cepat dan efisien lewat teknologi komputer. Kelahiran Nasdaq menandai era baru perdagangan saham elektronik yang kemudian banyak diadopsi bursa-bursa lain di dunia, termasuk yang menginspirasi sistem perdagangan modern saat ini. Sejak dekade 1990-an, Nasdaq kian identik dengan gelombang IPO perusahaan teknologi, mulai dari era dot-com hingga raksasa teknologi yang mendominasi pasar saat ini.

Kedua bursa ini juga telah mengalami konsolidasi dan modernisasi besar dalam beberapa dekade terakhir. NYSE diakuisisi oleh Intercontinental Exchange (ICE) pada 2013, sementara Nasdaq terus memperluas layanan teknologinya ke berbagai bursa lain di dunia lewat lisensi sistem perdagangan elektroniknya.

6. Sistem Perdagangan: Auction Market vs Dealer Market

NYSE menggunakan sistem auction market, di mana harga saham ditentukan lewat mekanisme tawar-menawar yang difasilitasi oleh Designated Market Maker (DMM) untuk masing-masing saham, guna menjaga kelancaran transaksi dan stabilitas harga.

Nasdaq menggunakan sistem dealer market, di mana banyak market maker bersaing memberikan kuotasi harga beli dan jual secara elektronik untuk saham yang sama. Sistem ini membuat Nasdaq beroperasi tanpa lantai perdagangan fisik sejak awal berdirinya.

7. Jenis Perusahaan yang Terdaftar di NYSE vs Nasdaq

▸ Emiten NYSE: Umumnya perusahaan mapan lintas sektor seperti perbankan, energi, consumer goods, dan manufaktur dengan rekam jejak bisnis panjang.

▸ Emiten Nasdaq: Didominasi perusahaan teknologi, bioteknologi, dan perusahaan growth/startup yang baru melantai lewat IPO.

▸ Persyaratan Listing: NYSE umumnya mensyaratkan kapitalisasi pasar dan rekam jejak keuangan yang lebih besar dibanding sebagian kategori listing di Nasdaq.

8. Indeks Saham Terkait: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite

Selain NYSE dan Nasdaq sebagai bursa, ada beberapa indeks acuan yang sering disebut bersamaan namun perlu dibedakan. Dow Jones Industrial Average melacak kinerja 30 perusahaan besar AS lintas sektor, sebagian besar tercatat di NYSE.

S&P 500 melacak 500 perusahaan besar AS dari kedua bursa, baik NYSE maupun Nasdaq, sehingga dianggap representasi paling luas terhadap kinerja pasar saham Amerika secara keseluruhan. Sementara Nasdaq Composite dan Nasdaq-100 secara khusus melacak performa saham-saham yang tercatat di Nasdaq, dengan bobot besar pada sektor teknologi.

9. Jam Operasional Bursa Saham Amerika dalam WIB

Bursa saham Amerika, baik NYSE maupun Nasdaq, beroperasi pada hari Senin sampai Jumat (kecuali hari libur nasional AS) pukul 09:30 hingga 16:00 waktu setempat (Eastern Time). Jika dikonversi ke WIB, jam perdagangan berlangsung pukul 21:30-04:00 WIB pada periode waktu standar, dan 20:30-03:00 WIB saat Amerika menerapkan Daylight Saving Time.

📌 Catatan

Jam perdagangan saham AS berlangsung malam hingga dini hari WIB. Investor Indonesia yang ingin memantau pergerakan harga secara real-time perlu menyesuaikan waktu pemantauan sesuai jam operasional tersebut.

10. Cara Investor Indonesia Membeli Saham di NYSE dan Nasdaq

Investor Indonesia kini bisa membeli saham yang tercatat di NYSE maupun Nasdaq lewat platform investasi digital yang menyediakan akses saham global, tanpa perlu membuka rekening efek langsung di Amerika Serikat. Umumnya prosesnya melibatkan top-up saldo dalam USD, lalu memilih saham yang diinginkan dari daftar yang tersedia di platform.

Beberapa platform bahkan memungkinkan pembelian saham secara fraksional (pecahan lembar saham), sehingga investor tidak perlu membeli satu lembar penuh saham-saham mahal seperti yang banyak tercatat di NYSE maupun Nasdaq.

11. Risiko Investasi Saham Amerika yang Perlu Diketahui

▸ Risiko Kurs Mata Uang: Karena ditransaksikan dalam USD, nilai investasi bisa terpengaruh fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS.

▸ Risiko Volatilitas Pasar: Saham-saham di NYSE dan Nasdaq, terutama sektor teknologi, bisa mengalami volatilitas tinggi akibat sentimen pasar global.

▸ Perbedaan Zona Waktu: Jam perdagangan yang berlangsung malam hingga dini hari WIB membuat pemantauan real-time menjadi lebih menantang bagi investor Indonesia.

⚠️  Disclaimer

Investasi saham mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan modal. Pastikan memahami profil risiko pribadi sebelum berinvestasi di saham Amerika.

12. Cara Beli Saham Amerika di Pluang Step-by-Step

Pluang menjadi salah satu platform yang memudahkan investor Indonesia mengakses saham yang tercatat di NYSE maupun Nasdaq, dengan modal yang jauh lebih terjangkau dibanding membeli saham secara langsung dari bursa AS:

  • Unduh aplikasi Pluang, lalu daftar menggunakan nomor ponsel dan email.

  • Selesaikan verifikasi e-KYC dengan mengunggah foto KTP dan pemindaian wajah.

  • Top up saldo, lalu konversi ke saldo USD untuk transaksi saham Amerika.

  • Pilih saham yang diinginkan dari daftar saham NYSE atau Nasdaq yang tersedia di aplikasi.

  • Beli saham mulai dari Rp10,000, kamu bisa memiliki saham AS populer seperti NVDA, AAPL hingga MSFT.

  • Pantau portofolio saham Amerika Anda kapan saja lewat dashboard aplikasi Pluang.

📌 Catatan

Seluruh transaksi produk global di Pluang difasilitasi oleh pialang berjangka lokal resmi yang terdaftar dan diawasi oleh regulator di Indonesia, sehingga keamanan dana investor lebih terjamin secara hukum.

13. Pertanyaan Umum (FAQ)

❓ Bursa saham Amerika namanya apa?

Bursa saham Amerika yang paling utama ada dua, yaitu NYSE (New York Stock Exchange) dan Nasdaq, keduanya berlokasi di New York dan menjadi pusat perdagangan saham terbesar di dunia.

❓ Apa perbedaan utama NYSE dan Nasdaq?

NYSE adalah bursa tertua dengan kapitalisasi pasar terbesar dan sistem auction market, didominasi perusahaan blue-chip. Nasdaq adalah bursa elektronik penuh yang menjadi rumah bagi perusahaan teknologi besar.

❓ Mana yang lebih besar, NYSE atau Nasdaq?

Dari sisi kapitalisasi pasar, NYSE lebih besar dengan sekitar US$44 triliun dibanding Nasdaq sekitar US$24 triliun. Namun dari sisi jumlah perusahaan tercatat, Nasdaq lebih banyak dengan lebih dari 3.100 perusahaan.

❓ Apakah Apple dan Microsoft tercatat di NYSE atau Nasdaq?

Apple, Microsoft, NVIDIA, Amazon, Tesla, dan Alphabet (Google) seluruhnya tercatat di Nasdaq, bukan di NYSE.

❓ Bagaimana cara investor Indonesia membeli saham di NYSE dan Nasdaq?

Investor Indonesia bisa membeli saham NYSE dan Nasdaq lewat platform investasi digital seperti Pluang, dengan top-up saldo dalam USD dan membeli saham mulai dari nominal kecil.

❓ Kapan jam buka bursa saham Amerika dalam WIB?

Bursa saham Amerika buka Senin-Jumat pukul 21:30-04:00 WIB pada waktu standar, dan 20:30-03:00 WIB saat Amerika menerapkan Daylight Saving Time.

❓ Apakah Dow Jones dan S&P 500 termasuk bursa saham Amerika?

Tidak. Dow Jones dan S&P 500 adalah indeks yang melacak kinerja sekumpulan saham, bukan bursa. Saham-saham yang menjadi komponennya tercatat di NYSE maupun Nasdaq.

14. Kesimpulan

Bursa saham Amerika namanya ada dua, yaitu NYSE dan Nasdaq. NYSE identik dengan perusahaan blue-chip berkapitalisasi besar dan rekam jejak panjang, sementara Nasdaq menjadi rumah bagi raksasa teknologi dunia lewat sistem perdagangan elektronik penuh.

Memahami perbedaan NYSE dan Nasdaq membantu investor menentukan saham mana yang sesuai dengan tujuan investasinya, baik mengejar stabilitas blue-chip maupun pertumbuhan sektor teknologi. Investor Indonesia kini bisa mengakses kedua bursa ini dengan mudah lewat platform yang berizin dan diawasi regulator seperti Pluang.

⚠️  Disclaimer

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi investasi pada saham tertentu. Investasi saham Amerika mengandung risiko pasar dan risiko kurs mata uang.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1