Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
6 Aplikasi Reksadana Terbaik 2026: Fitur, Biaya, dan Keamanan OJK
shareIcon

6 Aplikasi Reksadana Terbaik 2026: Fitur, Biaya, dan Keamanan OJK

31 Jul 2026, 3:19 PM
·
Waktu baca: 8 menit
shareIcon
6 Aplikasi Reksadana Terbaik 2026: Fitur, Biaya, dan Keamanan OJK
Aplikasi reksadana terbaik adalah aplikasi yang menawarkan ragam produk reksa dana lengkap (pasar uang, pendapatan tetap, saham, campuran), biaya transparan, proses pembelian yang sepenuhnya digital, dan izin resmi sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Enam pilihan teratas 2026: Pluang, Bibit, Ajaib, Bareksa, IPOT, dan Mandiri Sekuritas (Growin’). Berikut perbandingan fitur, biaya, dan cara memilih aplikasi yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.

Apa Itu Aplikasi Reksadana?

Aplikasi reksadana adalah platform digital yang menghubungkan investor dengan produk Reksa Dana dari berbagai Manajer Investasi (MI), memungkinkan pembelian, penjualan, dan pemantauan Nilai Aktiva Bersih (NAB) langsung dari ponsel. Aplikasi ini bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang berizin dan diawasi OJK, sehingga transaksi tercatat resmi dan dana investor terpisah dari kas milik platform.

Di ekosistem Pluang, produk reksa dana dihadirkan melalui PT Sarana Santosa Sejati (Pluang Grow) selaku APERD berizin OJK, terintegrasi dalam satu aplikasi bersama saham Indonesia, crypto, dan emas.

Secara historis, membeli reksadana berarti datang ke kantor Manajer Investasi atau bank kustodian dan mengisi formulir manual. Kini seluruh proses — dari pembukaan akun, pemilihan produk, hingga pemantauan NAB harian — bisa dilakukan dari satu aplikasi tanpa dokumen fisik. Faktor inilah yang membuat jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertumbuh; per Juni 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat 28,9 juta, naik 42% dibanding akhir 2025.

6 Aplikasi Reksadana Terbaik 2026

Jawaban Singkat: untuk pemula dengan modal kecil dan ekosistem multi-aset, Pluang unggul karena minimum investasi Rp10.000 dan integrasi lintas aset (saham, crypto, emas) dalam satu akun. Untuk investor pemula berbasis tujuan finansial (goal-based investing), Bibit unggul lewat pendekatan robo-advisor yang mempermudah pemilihan produk. Untuk yang fokus khusus reksadana dengan ragam MI terbanyak, Bareksa dan Ajaib jadi alternatif. Untuk investor yang juga aktif di saham, IPOT dan Mandiri Sekuritas (Growin’) menawarkan reksadana sebagai pelengkap portofolio saham.

Aplikasi

Modal Minimum

Fokus Produk

Regulator

Pluang

Rp10.000

Reksadana + multi-aset (saham, crypto, emas)

OJK, Bappebti, BI

Bibit

Rp10.000

Reksadana berbasis tujuan finansial

OJK

Ajaib

Rp10.000

Reksadana + saham Indonesia

OJK

Bareksa

Rp10.000–Rp100.000 (tergantung MI)

Marketplace reksadana khusus

OJK

IPOT

Bervariasi per produk

Reksadana + saham + obligasi

OJK

Mandiri Sekuritas (Growin’)

Bervariasi per produk

Reksadana + saham, terintegrasi Livin’ by Mandiri

OJK

1. Pluang — Ekosistem Multi-Aset dengan Modal Rp10.000

  • Apa itu: aplikasi investasi multi-aset yang menghadirkan berbagai reksa dana (pasar uang, pendapatan tetap, dan saham) dalam satu akun bersama saham Indonesia, saham & ETF AS, crypto & crypto futures, dan emas digital.

  • Fitur utama: pembelian mulai Rp10.000, tanpa perlu berpindah aplikasi untuk diversifikasi ke kelas aset lain, fitur Auto Invest untuk investasi rutin otomatis, dan Screeners untuk membandingkan kinerja produk.

  • Biaya: tanpa biaya untuk pembelian, penjualan atau switching pada produk reksadana; biaya transfer antar bank mungkin berlaku untuk pembelian atau penjualan reksadana jika akun bank kamu berbeda dengan bank kustodian reksadana yang bersangkutan; struktur biaya lengkap tersedia di aplikasi sebelum transaksi.

  • Kecocokan: pemula yang ingin mulai kecil sekaligus punya opsi naik kelas ke saham, crypto, atau emas tanpa membuka akun baru.

  • Catatan risiko: meski berizin dan diawasi OJK, nilai reksa dana tetap dapat naik-turun mengikuti kinerja aset dasarnya — reksa dana saham dan campuran memiliki volatilitas lebih tinggi dibanding pasar uang.

2. Bibit — Reksadana Berbasis Tujuan Finansial untuk Pemula

  • Apa itu: aplikasi reksadana yang dikenal luas di Indonesia lewat pendekatan berbasis tujuan finansial, merekomendasikan kombinasi produk reksadana berdasarkan hasil kuisioner profil risiko dan tujuan finansial pengguna.

  • Fitur utama: alokasi portofolio otomatis (mis. kombinasi reksadana pasar uang, obligasi, dan saham) yang disesuaikan dengan tujuan seperti dana darurat, pendidikan, atau pensiun, tanpa mengharuskan pengguna memilih produk satu per satu.

  • Kecocokan: investor pemula yang ingin pendekatan "atur sekali, jalan otomatis" berbasis tujuan finansial, tanpa perlu riset mendalam per produk.

  • Catatan risiko: fokus produk pada reksadana, sehingga diversifikasi ke saham individual, crypto, atau emas memerlukan aplikasi terpisah.

3. Ajaib — Reksadana Terintegrasi dengan Saham

  • Apa itu: platform yang menggabungkan investasi reksa dana dan saham Indonesia dalam satu aplikasi.

  • Fitur utama: pilihan reksa dana dari berbagai MI.

  • Kecocokan: investor yang ingin transisi mudah dari reksadana ke saham dalam satu ekosistem yang sama.

  • Catatan risiko: tetap perlu memahami profil risiko masing-masing produk sebelum membeli; kinerja masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.

4. Bareksa — Marketplace Reksadana 

  • Apa itu: salah satu marketplace reksa dana tertua di Indonesia dengan jumlah produk dan MI mitra yang luas.

  • Fitur utama: perbandingan kinerja historis antar-produk, fitur simulasi tujuan finansial.

  • Kecocokan: investor yang ingin eksplorasi produk reksadana secara mendalam dari banyak MI sekaligus.

  • Catatan risiko: karena fokus khusus reksadana, diversifikasi ke kelas aset lain (saham, crypto, emas) memerlukan aplikasi terpisah.

5. IPOT — Reksadana untuk Investor Saham

  • Apa itu: platform dari PT Indo Premier Sekuritas yang menghadirkan reksadana, saham, dan obligasi dalam satu aplikasi.

  • Fitur utama: akses reksadana terkurasi berdampingan dengan perdagangan saham di BEI.

  • Kecocokan: investor aktif saham yang ingin mengalokasikan sebagian dana ke reksadana tanpa aplikasi tambahan.

  • Catatan risiko: antarmuka lebih berorientasi trader aktif, sehingga kurva belajar bagi pemula reksadana relatif lebih tinggi.

6. Mandiri Sekuritas (Growin’) — Reksadana Terintegrasi Perbankan

  • Apa itu: platform investasi dari Mandiri Sekuritas yang terintegrasi dengan Livin’ by Mandiri.

  • Fitur utama: pembelian reksadana langsung dari aplikasi perbankan, cocok bagi nasabah eksisting Bank Mandiri.

  • Kecocokan: nasabah yang menginginkan satu ekosistem dengan rekening bank utama mereka.

  • Catatan risiko: pilihan MI dan jenis reksadana relatif lebih terbatas dibanding marketplace khusus reksadana.

Cara Memilih Aplikasi Reksadana Terbaik

Tidak ada satu aplikasi yang otomatis “terbaik” untuk semua orang — pilihan idealmu bergantung pada tujuan finansial, horizon investasi, dan seberapa besar kamu ingin terlibat dalam riset produk. Lima kriteria berikut menentukan apakah sebuah aplikasi layak dipercaya untuk menyimpan dana investasimu:

  1. Legalitas APERD. Pastikan aplikasi terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana berizin OJK. Cek nomor izin di situs resmi OJK sebelum menyetor dana.

  2. Transparansi biaya. Periksa biaya pembelian, penjualan (redemption), dan biaya pengalihan (switching) sebelum bertransaksi rutin.

  3. Ragam produk dan Manajer Investasi. Semakin banyak pilihan MI, semakin mudah membandingkan kinerja historis dan expense ratio antar-produk.

  4. Modal minimum. Aplikasi dengan modal awal rendah (mulai Rp10.000) memudahkan investor pemula memulai tanpa tekanan finansial besar.

  5. Kemudahan diversifikasi. Jika ke depan kamu ingin merambah saham, emas, atau crypto, aplikasi multi-aset menghemat waktu dibanding berpindah-pindah platform.

Keuntungan Investasi Reksadana lewat Aplikasi

  • Modal terjangkau. Investasi bisa dimulai dari Rp10.000, jauh lebih rendah dibanding membeli saham langsung dalam satuan lot.

  • Dikelola profesional. Keputusan alokasi aset dilakukan oleh Manajer Investasi berizin OJK, sehingga cocok bagi investor yang belum punya waktu riset mendalam.

  • Diversifikasi Portofolio instan. Satu unit reksadana sudah mewakili keranjang berisi puluhan hingga ratusan efek.

  • Likuiditas tinggi. Sebagian besar reksadana bisa dicairkan dalam hitungan hari kerja tanpa penalti signifikan.

  • Efisiensi biaya dan pajak. Reksadana tidak dikenakan pajak berganda pada tingkat produk seperti sejumlah instrumen lain, sehingga hasil investasi yang diterima investor relatif lebih efisien dibanding mengelola portofolio saham individual dengan frekuensi transaksi tinggi.

Kombinasi modal kecil, pengelolaan profesional, dan likuiditas ini membuat reksadana sering direkomendasikan sebagai instrumen “pintu masuk” sebelum investor merambah instrumen yang lebih kompleks seperti saham individual, crypto, atau produk derivatif.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski dikelola profesional dan diawasi OJK, reksa dana bukan produk bebas risiko. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana saham dan campuran dapat turun mengikuti pelemahan IHSG atau pasar obligasi. Reksadana pasar uang relatif paling stabil namun tetap memiliki risiko kredit dari instrumen pasar uang di dalamnya. Selalu sesuaikan pilihan produk dengan horizon investasi dan toleransi risiko pribadi, bukan sekadar mengikuti performa masa lalu.

Kesalahan umum investor pemula adalah menilai reksadana hanya dari return jangka pendek. Padahal, expense ratio, konsistensi kinerja Manajer Investasi dalam beberapa siklus pasar, dan kesesuaian horizon investasi jauh lebih menentukan hasil jangka panjang dibanding performa satu-dua bulan terakhir.

Reksadana vs Saham Langsung: Mana yang Cocok untuk Pemula?

Reksadana cocok bagi investor yang belum punya waktu melakukan analisa fundamental sendiri, karena keputusan alokasi aset diserahkan ke Manajer Investasi profesional. Membeli saham langsung memberi kendali penuh atas pemilihan emiten, namun menuntut riset mandiri dan toleransi risiko yang lebih tinggi. Banyak investor memulai dari reksadana pasar uang untuk membangun kebiasaan investasi rutin, lalu bertahap menambah porsi saham individual seiring bertambahnya pemahaman pasar — sesuatu yang bisa dilakukan tanpa berpindah aplikasi jika menggunakan platform multi-aset seperti Pluang.

Cara Mulai Investasi Reksadana di Pluang

Proses pembukaan akun sepenuhnya digital dan biasanya selesai dalam hitungan menit, mengikuti ketentuan Know Your Customer (KYC) dari OJK. Berikut langkah lengkapnya:

  1. Unduh aplikasi Pluang dan buat akun menggunakan email atau nomor HP.

  2. Lengkapi verifikasi KYC dengan unggah KTP dan foto selfie sesuai ketentuan OJK.

  3. Pilih kategori Reksa Dana dan bandingkan kinerja historis, expense ratio, serta profil risiko tiap produk.

  4. Masukkan nominal investasi mulai dari Rp10.000 dan konfirmasi transaksi.

  5. Aktifkan Auto Invest jika ingin menerapkan strategi investasi rutin secara otomatis setiap bulan.

Contoh Perhitungan Biaya Reksadana

Misalkan kamu berinvestasi Rp1.000.000 di reksadana pasar uang dengan biaya pembelian 0%. Seluruh Rp1.000.000 langsung dikonversi menjadi unit penyertaan sesuai NAB per unit hari itu. Bandingkan dengan reksadana saham yang mengenakan biaya pembelian 1%: dari Rp1.000.000, hanya Rp990.000 yang benar-benar dikonversi menjadi unit, sementara Rp10.000 menjadi biaya di muka. Selisih ini terlihat kecil untuk sekali transaksi, tapi berdampak signifikan jika kamu melakukan pembelian rutin bulanan dalam jangka panjang — semakin rendah biaya, semakin besar porsi dana yang benar-benar bekerja untukmu di pasar.

Saat membandingkan aplikasi, jangan hanya melihat biaya pembelian. Perhatikan juga expense ratio tahunan yang dipotong otomatis dari NAB reksadana — biaya ini tidak terlihat langsung di layar transaksi, tapi tetap memengaruhi return bersih yang kamu terima setiap tahun.

FAQ Seputar Aplikasi Reksadana Terbaik

Apa aplikasi reksadana terbaik untuk pemula?

Aplikasi dengan modal minimum rendah, proses KYC digital penuh, dan izin APERD OJK paling cocok untuk pemula. Pluang menjadi salah satu pilihan karena modal mulai Rp10.000 dan integrasi dengan kelas aset lain dalam satu akun, serta biaya transaksi yang sangat rendah.

Berapa modal minimal investasi reksadana di aplikasi?

Sebagian besar aplikasi reksadana di Indonesia, termasuk Pluang, mengizinkan investasi mulai dari Rp10.000 per transaksi, tergantung ketentuan masing-masing Manajer Investasi.

Apakah aplikasi reksadana aman dan diawasi OJK?

Ya, selama aplikasi terdaftar sebagai APERD berizin OJK dan produk reksadananya sudah mendapat pernyataan efektif dari OJK. Selalu cek status izin di situs resmi OJK sebelum menyetor dana.

Apa bedanya aplikasi reksadana khusus dan aplikasi multi-aset?

Aplikasi reksadana khusus seperti Bareksa dan Bibit berfokus pada ragam produk reksadana — Pluang menggabungkan reksadana dengan saham, crypto, dan emas dalam satu akun, memudahkan diversifikasi lintas kelas aset tanpa berpindah platform.

Apakah investasi reksadana bisa rugi?

Bisa. NAB reksadana dapat turun mengikuti kinerja aset di dalam portofolionya, terutama pada reksadana saham dan campuran saat pasar melemah.

Berapa biaya transaksi reksadana di aplikasi?

Biaya bervariasi antar-platform dan antar-produk, mulai dari 0% untuk sejumlah reksadana pasar uang hingga biaya pembelian/penjualan tertentu untuk reksadana saham. Selalu cek rincian biaya di aplikasi sebelum bertransaksi.

Bagaimana cara mencairkan dana reksadana?

Ajukan penjualan (redemption) melalui aplikasi, dan dana biasanya masuk ke rekening bank terdaftar dalam beberapa hari kerja, tergantung jenis reksadana dan kebijakan Manajer Investasi.

Apakah aplikasi reksadana cocok untuk investasi jangka pendek?

Untuk jangka pendek (di bawah 1 tahun), reksadana pasar uang lebih sesuai karena volatilitasnya rendah. Reksadana saham dan campuran lebih cocok untuk horizon jangka panjang (di atas 5 tahun).

Kesimpulan

Aplikasi reksadana terbaik adalah yang menyeimbangkan legalitas APERD berizin OJK, biaya transparan, ragam produk, dan kemudahan penggunaan sesuai profil risikomu. Pluang, Bibit, Ajaib, Bareksa, IPOT, dan Mandiri Sekuritas (Growin’) masing-masing punya keunggulan berbeda — dari pendekatan berbasis tujuan hingga integrasi ekosistem tertentu. Bagi yang ingin mulai kecil sekaligus punya ruang untuk berkembang ke kelas aset lain, Pluang menghadirkan reksa dana mulai Rp10.000 dalam satu aplikasi bersama saham Indonesia, saham AS, crypto, dan emas digital. Mulai investasi reksa dana di Pluang hari ini dan sesuaikan pilihan produk dengan tujuan finansialmu.

Investasi mengandung risiko. Pastikan kamu memahami karakteristik setiap produk reksa dana dan menyesuaikannya dengan profil risiko serta tujuan finansial pribadi. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

 

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1